Nama tempatnya adalah cibangkong Jalannya sedikit berbatu dan bolong-bolong Penduduknya ramah suka saling tolong Pekerjaan jadi ringan karena gotong royong Dulu banyak kebun dan juga empang atau balong Namun kini telah berubah karena ulah pemborong Disulap menjadi tempat muda mudi nongkrong Hiruk pikuk sesekali ditingkahi suara ala bencong Kini berdiri megah gedung tinggi mentereng Tak ada lagi tempat kawanan bocah bermain kelereng Namun tak sulit bila mencari ayam bakar ayam goreng Suasana sedikit aman karena barisan berseragam loreng Saat malam tiba gelap gulita bagai ditengah hutan Kini terang benderang bagai kota metropolitan Tak jarang terdengar beredar modus kejahatan Sesekali tercium pula aroma kemaksiatan Menempuh perjalanan menjadi lama karena macet Kendaraan roda dua dan empat nyaris berdempet-dempet Para pejalan kakipun sampai harus mepet-mepet Kalau tak hati-hati kemungkinan badan keserempet (15 Desember 2012)
Nampaknya dunia akan segera kiamat Sekejap lagi kehidupan dunia akan tamat Terbukti nasehat sudah tak dianggap keramat Akal dan pikiran sudah tak lagi cermat Iman di dada sudah tak lagi tersemat Hanya karena mengejar sebuah nikmat Banyak sudah orang berbuat salah alamat Dalam dada dipenuhi dendam kesumat Bagaimana kelak hidup bisa selamat Jika kini sudah menjauhi berkah dan rahmat Karena nafsu banyak sudah jiwa-jiwa yang diperbudak Tak bisa lagi menilai benar atau salah saat bertindak Aturan hiduppun dilanggar lalu berbuat sekehendak Tak bisa membendung hasrat jiwa yang membludak Seolah hati tak bisa lagi untuk mengatakan tidak Karena ambisi tak pedulikan lagi kehidupan akhirat Tak peduli pula iman di dada mulai berkarat Terlanjur diri dalam kubangan lumpur dosa terjerat Senyum mengembang karena tercapai sebuah hasrat Tak ada penyesalan diwajahnya yang tergurat Duhai Rabb... Yang Maha Bijak Maha Kuasa Kumohon ampun kepada-MU senantiasa Maka hindarkan hamba da...