Langsung ke konten utama

Postingan

CIBANGKONG-TRANS STUDIO MALL

Nama tempatnya adalah cibangkong Jalannya sedikit berbatu dan bolong-bolong Penduduknya ramah suka saling tolong Pekerjaan jadi ringan karena gotong royong Dulu banyak kebun dan juga empang atau balong Namun kini telah berubah karena ulah pemborong Disulap menjadi tempat muda mudi nongkrong Hiruk pikuk sesekali ditingkahi suara ala bencong Kini berdiri megah gedung tinggi mentereng Tak ada lagi tempat kawanan bocah bermain kelereng Namun tak sulit bila mencari ayam bakar ayam goreng Suasana sedikit aman karena barisan berseragam loreng Saat malam tiba gelap gulita bagai ditengah hutan Kini terang benderang bagai kota metropolitan Tak jarang terdengar beredar modus kejahatan Sesekali tercium pula aroma kemaksiatan Menempuh perjalanan menjadi lama karena macet Kendaraan roda dua dan empat nyaris berdempet-dempet Para pejalan kakipun sampai harus mepet-mepet Kalau tak hati-hati kemungkinan badan keserempet (15 Desember 2012)
Postingan terbaru

KIAMAT SUDAH DEKAT

Nampaknya dunia akan segera kiamat Sekejap lagi kehidupan dunia akan tamat Terbukti nasehat sudah tak dianggap keramat Akal dan pikiran sudah tak lagi cermat Iman di dada sudah tak lagi tersemat Hanya karena mengejar sebuah nikmat Banyak sudah orang berbuat salah alamat Dalam dada dipenuhi dendam kesumat Bagaimana kelak hidup bisa selamat Jika kini sudah menjauhi berkah dan rahmat Karena nafsu banyak sudah jiwa-jiwa yang diperbudak Tak bisa lagi menilai benar atau salah saat bertindak Aturan hiduppun dilanggar lalu berbuat sekehendak Tak bisa membendung hasrat jiwa yang membludak Seolah hati tak bisa lagi untuk mengatakan tidak Karena ambisi tak pedulikan lagi kehidupan akhirat Tak peduli pula iman di dada mulai berkarat Terlanjur diri dalam kubangan lumpur dosa terjerat Senyum mengembang karena tercapai sebuah hasrat Tak ada penyesalan diwajahnya yang tergurat Duhai Rabb... Yang Maha Bijak Maha Kuasa Kumohon ampun kepada-MU senantiasa Maka hindarkan hamba da...

TAK ADA LAGI SYURGA DIKAKINYA (Episode tragedi seorang ibu yang menghabisi nyawa anaknya)

Mengapa hatimu bisa sedemikian itu berbuat tega Bukankah ditelapak kakimu terdapat sebuah syurga Syurga bagi anak-anakmu yang mesti kau jaga Namun karena ulahmu tak bisa lagi dibuat bangga Dihadapan anak-anakumu kini sudah tak lagi berharga Bukankah kasih sayang seorang ibu itu sepanjang jalan Namun jika dinilai kasihmu hanya sebatas penggalan Tak ingatkah kau waktu mengandungnya sembilan bulan Lalu mengapa kau tega kebahagiaannya sendiri kau telan Apakah darinya kau takut kelak tak mendapat imbalan Tak terlihat karena perbuatanmu engkau menjadi susah Tak terlihat pula karenanya hatimu menjadi gelisah Tak terlihat pula tanda-tanda airmatamu basah Padahal dengan buah hatimu kini engkau telah berpisah Sungguh kasihmu pada buah hatimu sudah tak terasah Tak percaya rasanya engkau berbuat seperti itu Entah setan mana yang membuat pikiranmu menjadi buntu Apakah mungkin hatimu memang terbuat dari sebongkah batu Hingga kau tega pada buah hatimu berbuat begitu Kini hasil ...

NAFAS KEHIDUPAN

Di angkasa nampak bulan mulai meninggi Ini pertanda bahwa sang malam hendak pergi Mempersilahkan bertandangnya sang pagi Dengan pancaran sang surya yang memberi energi Nafas kehidupan mulai terdengar bertingkah kaki-kaki kekar penuh energi mulai melangkah Dengan bismillah berebut orang mencari nafkah Berharap dengan upayanya mendapat berkah Meski nampak sebagian masih saja terlelap Setelah diterjang kantuk yang datang melalap Sejenak meninggalkan dunia yang gemerlap Ditingkahi dengkurang yang saling berbalap Nampak pula sebagian terlepas dari kampuh Mensucikan diri hendak bersujud bersimpuh Memohon doa atas jalan yang akan ditempuh Agar menjalani hidup tak mudah rapuh Begitulah irama nafas kehidupan dunia Dengan berbagai macam karakter manusia Menjalani apa yang memang telah tersedia Mengerti bahwa semua itu adalah karunia (12 Desember 2012)

JANJI SUCI

Saat kita lalu bertemu pandang Jantungku serasa dihentak ditendang Ada nada disana bertalu berdendang Rasaku seakan diseret digelandang Tak dapat berbuat bagai sang pecundang Saat kepadaku kau lemparkan senyum Bergetar jantungku bagai terkena setrum Dadaku bergejolak bergemuruh berderum Seolah dalam dadaku bertambah anti serum Hingga bersemilah bunga cinta berkuntum-kuntum Saat kepadaku kau nyatakan janji suci Sirnalah dalam dada segenap rasa benci Karena janjimu telah membuka hati yang terkunci Lalu dalam dadaku menyeruak riang mencaci Memenuhi setiap rongga kalbu inci demi inci Saat tanganku kau genggam dengan erat Ada rasa menyelinap dalam kalbu yang tersurat Mengikis perasaan beku yang lama berkarat Kini karena rasa cintamu hatiku telah terjerat Dan telah kuterima cintamu tanpa syarat Saat kau lantang suarakan sebuah ikrar Tak akan pernah tuk berbuat ingkar Tak terasa deras air mata di pipi menjalar Bathin berbisik semua rasa ini selamanya kan berkibar ...

BIJAKSANA MENGHADAPI MUSIBAH

Suatu ketika saat kita tertimpa sebuah musibah Nyaris kepercayaan dalam diri ambruk dan rebah Meski telah dikuatkan diri menerima dengan tabah Tetap saja air mata di pipi mengalir bersimbah Dan apa yang telah terjadi tak mungkin dapat dirubah Saat musibah datang bertubi-tubi menghampiri Dengan rasanya yang nyeri dalam dada menari-nari Ingin rasanya diri pergi jauh berlari menghindari Karena tak tahan sakitnya melebihi tertusuk duri Namun kubertahan karena hal itu tak kan lestari Sulit rasanya menerima musibah sebagai ujian Sering tak sadar menghadapinya dengan cacian Tak jarang jalan sesat ditempuh sebagai pelarian Seolah bahwa yang menderita hanya kita sendirian Padahal dari yang Kuasa kita tengah mendapat perhatian Selayaknya musibah dihadapi dengan pikiran positif Namun keluhan dan keluhan yang terlontar karena rasa sensitif Sulit rasanya menghadapi musibah dengan jiwa yang sportif Sedikitpun tak pernah terlintas dalam pikiran untuk berjiwa arif Terlupa bahwa ...

MENUNGGU

Kumenunggu kau putus dengan kekasihmu Walau lama menunggu ku tak akan jemu Kutunggu disini pertama kali kita bertemu Kumenunggu hatimu kan berpaling kepadaku Kuairkan rasamu kepadaku yang telah membeku Tak kusesali meski harus kutempuh cara berliku Kuyakinkan kepadaku kau pasti kan kembali karena kutahu kasihmu sudah tak lagi peduli Dengan rasa kasihku hatimu kan terbeli Kupastikan kepadaku kini kau masih cinta Buktinya dengan dia kini kau menderita kembalilah padaku tak perlu kau meminta Kutahu kau masih cinta dari matamu terlihat Dan begitu sering kepadaku engkau curhat Mari kembali cinta kita yang dulu kita pahat (13 Desember 2012)