Langsung ke konten utama

TAK ADA LAGI SYURGA DIKAKINYA (Episode tragedi seorang ibu yang menghabisi nyawa anaknya)


Mengapa hatimu bisa sedemikian itu berbuat tega
Bukankah ditelapak kakimu terdapat sebuah syurga
Syurga bagi anak-anakmu yang mesti kau jaga
Namun karena ulahmu tak bisa lagi dibuat bangga
Dihadapan anak-anakumu kini sudah tak lagi berharga

Bukankah kasih sayang seorang ibu itu sepanjang jalan
Namun jika dinilai kasihmu hanya sebatas penggalan
Tak ingatkah kau waktu mengandungnya sembilan bulan
Lalu mengapa kau tega kebahagiaannya sendiri kau telan
Apakah darinya kau takut kelak tak mendapat imbalan

Tak terlihat karena perbuatanmu engkau menjadi susah
Tak terlihat pula karenanya hatimu menjadi gelisah
Tak terlihat pula tanda-tanda airmatamu basah
Padahal dengan buah hatimu kini engkau telah berpisah
Sungguh kasihmu pada buah hatimu sudah tak terasah

Tak percaya rasanya engkau berbuat seperti itu
Entah setan mana yang membuat pikiranmu menjadi buntu
Apakah mungkin hatimu memang terbuat dari sebongkah batu
Hingga kau tega pada buah hatimu berbuat begitu
Kini hasil perbuatanmu muncul bermacam-macam gerutu

Sepertinya engkau bukan lagi stres tapi sedang sakit jiwa
Hingga begitu teganya engkau menghilangkan nyawa
Lihatlah setan yang mengelabuimu kini sedang tertawa
Karena telapak kakimu kini sudah tak lagi istimewa
Tunggulah kelak oleh buah hatimu sendiri engkau didakwa
(15 Desember 2012)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUNIA AKAN BERAKHIR

Hari pasti kan berganti Walau perlahan tapi pasti Mungkin esok lusa atau nanti Kita semua akan mati Sudahkah kita semua siap Atau masih saja terlelap Dengan dunia yang gemerlap Padahal sudah tahu Cuma sekejap Masih saja kita semuanya terlena Dengan dunia yang penuh pesona Padahal sudah tahu sifatnya fana Tak peduli diakhirat kelak merana Walau tahu hidup ini tidak kekal Namun kita masih belum punya bekal Imanpun masih saja dangkal Tapi masih saja berbuat nakal Wakau diri sudah uzur Dekat dengan liang kubur Masih saja ujub takabur Selalu lupa untuk bersyukur Mari kita segera taubat Ajak seluruh kerabat Dan juga semua sahabat Sebelum nanti terlambat (15 mei 2011)

HIDUP PASTI KAN BERUBAH

Hidup yang kita tempuh pasti akan bisa berubah Tentunya kita mesti jalaninya dengan penuh tabah Dan kepada Allah kita hanya datang tuk menyembah Untuk bisa berubah hadapi hidup jangan pernah malas Jangan sampai kita mengeluh apalagi selalu  memelas Tapi jalani semuanya dengan penuh tawakkal dan ikhlas Untuk bisa dapat berubah gunakan akal kita untuk berfikir Berbagi dengan sesama yang membutuhkan jangan kikir Jangan lupa setiap saat kepada Allah hendaknya berdzikir Allah telah menetapkan rezeki bagi kita. Tak mungkin tertukar Karena rezeki bagi masing-masing manusia telah ditakar Maka dari itu kepada Allah kita jangan lupa apalagi ingkar (10 Mei 2011)

WAHAI DIRI XX

Wahai diri sudahkah hari ini engkau bersedekah Tahukah dengan bersedekah rezeki kita akan berkah Akan hilang pula dalam diri kita sifat serakah Dengan bersedekah maka nikmatpun akan bertambah Wahai diri jangan takut dengan sedekah harta akan berkurang Dengan bersedekah hidup kita akan bersinar terang benderang Nikmatnya akan terasa di hari akhirat nanti juga sekarang Nikmatnya akan bertambah jika dalam dada iman bersarang Wahai diri bersedekahlah selagi ada orang yang mau menerima Kare suatu saat orang-orangpun akan berlomba ingin berderma Namun jangan lupa bersedekah yang ikhlas dari relung sukma Agar apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia dan percuma (04 April 2012)