Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

MENJEMPUT HARAP

Pagi ini gerimis turun tanpa diundang Kulihat bunga-bunga segar sejuk tuk dipandang Burung pipit terlihat malas hinggap di dahan yang rindang Karena sang gerimis nampaknya dia enggan tuk berdendang Akh... nampaknya aku harus segera beranjak bertandang Sebelum oleh waktu aku nanti dihalau diarak digelandang  Aku tak boleh karena gerimis menjadi seorang pecundang Agar nanti gaung gema-ku nyaring berkumandang Di pagi yang basah hawa dingin terasa menyergap Namun kutekadkan semangatku tak akan lenyap Tak kan kusurutkan langkahku demi menjemput harap Dan nanti aku bisa tersenyum dalam tidurku yang lelap (04 januari 2012)

AKAN KUBEBASKAN

Akan kubebaskan engkau sang pikiran dari keraguan Agar engkau tak terhambat dari celah-celah kemajuan Dan tak tersendat pula dari diriku yang punya rasa keakuan Akan kubebaskan engkau sang rasa dari kekalutan Agar engkau tak membeku dari cemas dan ketakutan Kupersatukan engkau dan diriku agar mendapat kekuatan Akan kubebaskan engkau sang sukma agar senantiasa ikhlas Agar engkau senantiasa menjauh dari segala sifat culas Dan akhirnya engkau dan diriku mendapatkan cinta yang berkelas Akan kubebaskan engkau sang jiwa dari kegundahan Agar engkau bisa menjalani hidup ini dengan segala kemudahan Dan akhirnya engkau dan aku menemui keindahan Akan kubebaskan engkau sang raja dari berbagai himpitan Himpitan hidup yang menjauhkanmu dari banyak kesempatan Akhirnya kita berdua raih kesempatan tanpa sedikitpun hambatan (03 januari 2012)

BERISTIGHFAR

Dengan beristighfar lalu kita menjadi bersih Hiduppun tak akan lagi menjauh dari cinta dan kasih Terjauh dari persoalan salah paham dan selisih Dan tak kan pernah lagi hidup merasa tersisih Dengan beristighfar hati resah menjadi tenang Rasa susah berganti menjadi rasa senang tak kan lagi ada air mata yang berlinang Karena ampunan allah telah dipinang Dengan beristighfar langkahpun semakin ringan Seolah terbebas dari halangan dan rintangan kalaupun ada duri itu hanya tantangan Dan akhirnya senyum sukses meraih kemenangan (03 Januari 2012)

PAHLAWANKU

Duhai jiwa... kini tak kan kubiarkan dirimu tersakiti Kuberjanji mulai kini kan kulakukan sesuatu dengan teliti Ini bukan janji semata karena telah kuyakinkan dalam hati Bukan lagi suatu keragu-raguan tapi sesuatu yang pasti Duhai sukma... kini tak akan kubiarkan dirimu merana Kini akan kubuat dirimu senantiasa penuh pesona Dan senantiasa bisa lebih bersikap adil dan bijaksana Karena kuingin meraih semua apa yang telah direncana Duhai raga... maafkan bila aku akan membuatmu lelah Karena aku tak ingin kali ini kehilangan satu celah Kini dan nanti aku tak mau menjadi seseorang yang kalah Telah kupancangkan niat dan telah kumoho ridlo Allah Duhai mata hatiku... kini kuingin engkau lebih tajam Jangan sedetikpun engkau lengah lalu diam terpejam Agar banyak orang terselamatkan dari situasi yang menghujam Karena kurang tenggang rasa yang akhirnya berbuat kejam Duhai rasa... kini tak ingin engkau terasa lemah lesu Aku tak ingin engkau diam termangu lalu membisu Hamun tak ...

JANGAN DITUNDA LAGI

Saatnya benih-benih kebaikan kita tabur Agar kelak kita tidak menjadi hancur Di dunia subur di akhiratpun makmur Saatnya bulir-bulir kasih kita tebar Agar rasa damai dalam jiwa menyebar Dan hiduppun tak kan terasa hambar Saatnya bibit-bibit sayang kita semai Agar terasa dunia ini menjadi damai Di akhirat kelakkita siap tuk menuai Saatnya layar lebar cinta kita bentang Membentang berkibar hingga merentang Bahagiapun kita raih di masa mendatang Saatnya jari-jari kita menengadah Lisankan dzikir hingga ujung lidah Dunia kan indah diiringi dengan ibadah Saatnya hari-hari kita warnai dengan amalan Amalan yang kan menjauhkan diri dari kebatilan Dan akhirnya hidup berujung tanpa penyesalan Saatnya kita syukuri nikmat allah Jangan lagi mengelak atau berkilah Agar tidak menjadi manusia kalah (02 januari 2012)

SERINGKALI

Seringkali hati ini berperang Karena rasa malas yang menyerang Sampai jiwapun lirih mengerang Bagai terantuk batu karang Serinmgkali jiwaku meradang Karena rasa enggan yang menghadang Tak beranjak walau telah kutendang Tetap saja dia mengalun berdendang Seringkali pikiranku terlunta Namun diam tak banyak kata Hanya kalbu meradang meronta Seperti haus akan kasih dan cinta Seringkali ragaku mengembara Lalu diam terhenyak menahan lara Namun kupikir hidup ini sementara Lalu aku bangkit dengan segera Seringkali anganku lelap berimajinasi Untuk sekedar penuhi satu ambisi Ambisi bukan sekedar pasang aksi namun aku segera redamkan emosi (02 Januari 2012)

BUKU CERITA KITA

Kehidupan kita bagai sebuah buku Setiap hari melangkah ke halaman baru Tiada peduli jalan kehidupan penuh liku Karena ternyata itu yang membuat seru Buku cerita kehidupan kita penuh petualangan Dan tak berati bila tanpa adanya halangan karena halangan bukanlah suatu kemalangan Justru bila tak ada halangan kan terasa kehilangan Buku petualangan kita sering lupa tuk diberi judul Mungkin karena banyaknya persoalan yang muncul Namun satu yang tak lupa dihiasi dan diberi sampul Sampul yang indah yaitu ibadah agar cita terkabul Telah banyak bab yang kita lalui dalam kehidupan Bab demi bab bertuliskan indahnya sebuah harapan Mungkin saja akan terwujud di masa depan Sudah diraih lalu hilang, karena semuanya hanya titipan  Perlu sewaktu-waktu buku kehidupan kita buka bukan untuk membuat hati kita kembali terluka Namun agar senantiasa kita setiap saat berbaik sangka Kepada Allah yang telah menitipkan rasa cinta dan suka Buku kehidupan kita sekarang ini belum tamat K...

INGIN RASANYA

Ingin rasanya dunia ini kugenggam Kubuat rasanya hidupku beraneka ragam Walau rasanya tanganku terlihat hitam legam Tak mengapa asalkan langkahku berlanggam Ingin rasanya kuteriakkan pada dunia Rasanya kan kuserukan kepada seluruh manusia Begitu nikmat rasanya rahmat Allah sebagai karunia Dan akan kukabarkan ini hingga aku tutup usia Ingin rasanya dunia ini indah kuukir Rasanya indah berhiaskan kalimat dzikir Rasanya kita kan menjauh dari sifat kikir Dan selamanya kita tak akan fakir (02 Januari 2012)

WANITA

Wanita senantiasa jadi sorotan  Tak pernah luput dari liputan Di setiap ada lorong kesempatan Wanita senantiasa menjadi korban Sepertinya wanita itu adalah sebuah beban Padahal sudah tugas yang diemban Wanita senantiasa menjadi berita Senantiasa saja darinya ada cerita Tak peduli bila akhirnya menderita Wanita senantiasa jadi incaran mata menatapnya tumbuhlag benih cinta Karena cinta lalu hatipun menjadi buta Wanita senantiasa menjadi buah bibir Karena kasihnya mampu menguak rahasia bertabir Namun sekali ia berbuat salah dicaci dan dicibir (02 Januari 2012)

BUKAN AKU TAK CINTA

Wahai jiwa seringkali aku membuatmu gelisah Tak jarang pula kubuat kau dilanda resah Hingga akhirnya kau terjebak dalam rasa susah Wahai sukma seringkali aku membuatmu kalut Karena dirundung berbagai macam kemelut Namun kekuatanmu aku merasa salut Wahai raga seringkali aku membuatmu lelah Sudah kuakui aku memanglah telah salah Salah dalam melangkah ketika aku berulah Wahai mata seringkali aku membuatmu sembab Berlinang airmataku itu karena banyak sebab Hal itu terjadi karena aku terperosok terjerembab Ampuni aku wahai jiwa, sukma, raga dan mata Semua itu terjadi bukan karena aku tak cinta Itu terjadi diluar kesanggupanku yang bertahta  (01 Januari 2012)

KETIKA SESUATU

Ketika hati terluka karena satu tuduhan terasa sangat perih dalam dada yang tertahan Kucoba pendam saja agar tak terdengar rintihan Ketika jiwa terkoyak rapuh karena praduga terasa sangat sakit dalam kalbu tiada terhingga Karena datangnya tak pernah disangka dan diduga Ketika diri terhempas karena dusta dan aniaya Terasa sangat lemah lahir bathin tiada berdaya Mengapa diri harus tercampakkan karena terpedaya Ketika kalbu merintih karena terpaan duka lara Terasa sangat pilu laksana terguncang prahara Mungkin belum bosan duka lara mendera Ketika bathin menjerit lirih karena rasa pilu Terasa kaku dan beku lidahku pahit kelu Ingin rasanmya histeris namun aku malu (31 Desember 2011)

HIDUP INI UJIAN

Di setiap segala sesuatu ada ujian Di setiap ujian dan cobaan juga ada godan Ujian dan godaan bukan suatu hinaan Ujian dan cobaan bukan juga suatu siksaan Ujian dan cobaan setiap insan berbeda-beda Ujian dan cobaan suatu saat pasti akan reda Ujian dan cobaan adalah kebahagiaan yang tertunda Agar kita senantiasa ingat akan indahnya masa muda Ketika ujian dan cobaan datang mendera Jangan biarkan hatimu hanyut dalam lara Ingat bahwa ujian dan cobaan sifatnya sementara Pikitkan jalan keluarnya dengan segera Ujian dan cobaan adalah sebuah kendaraan Kendaraan untuk menuju suatu kebahagiaan Hadapi ujian dan cobaan dengan penuh kerelaan Niscaya akan mendapatkan suatu kemuliaan Ujian dan cobaan merupakan sebuah jembatan Jembatan yang menghubungkan suatu kehangatan Kehangatan yang melahirkan banyak kekuatan Kekuatan untuk meraih banyak kesempatan (30 Desember 2011)

WAHAI DIRI II

Wahai diri yang masih didera rasa gelisah Mengapa engkau masih saja berkeluh kesah Deru nafasmu masih saja berat dan mendesah Air matamu belum jua kering malah semakin basah Apa karena engkau masih saja merasa susah? Wahai diri yang hatinya masih saja membatu Mengapa engkau masih saja merutuk menggerutu Semburatkan kalimat-kalimat tiada menentu Wajahmu Nampak lesu bagai diserang hantu Apa mungkin karena ibadahmu kurang bermutu? Wahai diri yang jiwanya masih dikuasai emosi Mengapa masih saja belum puas dengan posisi Hingga masih saja kau perebutkan kursi pesonamu garang hanya karena sebuah ambisi Apa lupa jati dirimu mengemban satu misi? (28 Desember 2011)

INGINKU

Ingin kurangkai kata bermakna penuh cinta Karena ingin hati dan jiwaku bersuka cita Biar dia terbebas dari luka dan derita bukan karena tak ingin ada air mata Namun karena tak ingin ada duka dalam derita Ingin kusulam kata berhiaskan asmara Yang sempat dalam dada terpendam membara Telah sekian lama dia terkurung terpenjara Kini akan kuungkap agar indah tiada tara Hingga dapat menghapuskan segenap duka lara Ingin kuronce kata bermutiarakan kasih Agar tak lagi kurasa jiwa ini tersisih Karena telah terselip damai penuh welas asih dengan hati yang telah putih dan bersih Kuucap syukur padaMU lirih walau tak fasih (28 Desember 2011)

BEBASKAN DENDAM TANAMKAN JUJUR

Masihkah dendam membara dalam relung hati hanya karena dihadang sedikit rasa kecewa Bukankah itu berarti hati kita belum legawa Hingga lepaslah kita mendapatkan yang istimewa Mari dalam dada singkirkan rasa dendam Jangan biarkan dalam jiwa kita diam terpendam Dengan air wudlu rasa itu mari kita redam Agar rasa dendam dalam jiwa segera padam Dari sekaranglah kita tuk bersikap jujur Dengan kasih dan sayang diantara kita tabur Apa yang sudah kita terima ucapkan syukur Jangan karena dendam diri menjadi hancur Bersikap jujur senantiasa untuk terbuka Agar tidak timbul curiga dan prasangka yang nantinya akan membuat malapetaka Dan membuat banyak diantara kita terluka Sikap jujur dan terbuka bagian dari sifat terpuji Dan selamatlah kita dari perbuatan hina dan keji Karena kita terlepas dari mengumbar janji Dan terbebas diri dari pengapnya bilik jeruji (28 desember 2011)

BUMI DAN ISINYA

Bumi dan isinya adalah rahmat Rahmat bagi seluruh umat Disinilah kita mesti cermat Agar kelak nanti selamat bumi dan isinya adalah berkah Berkah dari langit yang tertumpah tertumpah karena ijin Sang Maha Gagah Bumi dan isinya adalah karunia Karunia bagi seluruh manusia Juga seluruh isi alam dunia Agar isi alam dunia menjadi ceria 28 Desember 2011  

TATAP HARI DEPAN

Rasa sakit tak akan pernah dalam diri beranjak Walau dia pergi pasti akan meninggalkan jejak Rasa takut tak akan pernah dalam diri menghilang Sebelum keberanian di dasar jiwa menjelang Selama manusia bernafas pasti tak kan luput dari rasa namun jangan karena rasa itu kita kehilangan asa Bila rasa disikapi dengan ikhlas dia akan berujung indah Apalagi jika rasa dihiasi dengan segala macam ibadah Saat yang paling menyakitkan adalah melihat kebelakang Masih terasa pilu walau telah hengkang lintang pukang Saat yang paling menakutkan adalah melihat kedepan Walau terlihat disana terbentang berjuta harapan 24 Desember 2011