Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

WAHAI DIRI LI(KE-51)

Wahai diri.... Jangan dulu mengklaim bahwa diri paling sempurna Jangan karena kesombonganmu kelak dirimu terhina Bersikaplah senantiasa dirimu dengan bijaksana Jangan karena sikapmu kelak lalu engkau merana Wahai diri.... Jangan dulu menghukum bahwa orang lain salah Karena yakin itu akan menimbulkan suatu masalah Bicarakan dengan baik dalam suatu mujadalah Yakin semuanya akan baik-baik saja insyaallah Wahai diri…. Tak ada salahnya jika membuat orang lain girang Bersikaplah sebijaksana mungkin kepada setiap orang Jangan karena sikap kita orang lain menjadi berang Maksud hati berniat baik namun malah jadi bumerang (03 Juni 2012) 

WAHAI DIRI L

Wahai diri mengapa masih saja dirimu malu-malu tuk bersedekah Bukankah kau inginkan apa yang kau punya memiliki banyak berkah Ayo... buang rasa malumu bersedekah sebelum semuanya terlambat Ingatlah dengan bersedekah setidaknya hati kita kepadaNYA tertambat Wahai diri segeralah bersedekah selagi masih ada yang mau menerima Sebelum datang kepada kita zaman orang-orang ramai berderma Dimana tak akan ada seorangpun yang mau menerima sedekah  Karena pada saat itu orang-orangpun ingin hidupnya menjadi berkah Wahai diri segeralah bersedekah selagi masih diberi kesempatan Kesempatan yang akan membawa diri pada sebuah keselamatan Keselamatan pada kehidupanmu baik didunia maupun akhirat Insyaallah pada kebahagiaan hati dan jiwa kita akan terjerat (21 Mei 2012)

WAHAI DIRI XLIX

Wahai diri jika engkau sudah menyimpan rasa percaya Jangan pernah khawatir jika engkau kelak akan teraniaya Ingatlah bahwa balasan Allah itu sudah jelas dan nyata Jadi teruslah kepadaNYa engkau memohon dan meminta Wahai diri sabarlah jika memang engkau kini harus terpedaya Ingatlah bahwa cinta dan kasih Allah senantiasa indah bercahaya Namun kedepan janganlah engkau ceroboh dalam bertindak Mintalah nasehat kepada yang lebih mafhum, jangan sekehendak Wahai diri apa yang telah engkau putuskan jangan dirisaukan Rasa khawatir yang meraja di dalam hati segera hiraukan Niscaya engkau akan merasakan hati yang tenteram dan damai Karena do’a yang kau panjatkan kepadaNYA telah tersemai (16 Mei 2012)

WAHAI DIRI XLVIII

Wahai diri tunaikanlah pekerjaanmu sebagai amanat Jika telah tertunaikan amanat maka hilanglah rasa penat Jangan sekali-kali kau tergiur tuk berbuat khianat Jika kelak kau ingin selamat dari adzab dan laknat Wahai diri katakanlah semuanya dengan kejujuran Niscaya engkau kan menjauh dari kemunkaran Percayalah karena kejujuran akan kau temui kebahagiaan Kebahagiaan hati dan jiwa karena mendapat kemuliaan Wahai diri segeralah janji-janjimu kau tepati Jangan biarkan karena janjimu orang lama menanti Jangan buat mereka dengan janjimu memendam kecewa Ingatlah sekecil apapun yang kita lakukan kelak akan didakwa (13Mei 2012)

WAHAI DIRI XLVII

Wahai diri tak usahlah cemas jika bahagia belum menyapa Yakinlah bahwa akan ada keindahan lain yang menimpa Mungkin tidak sekarang esok lusa dia pasti akan hadir Bersikaplah tenang jangan berbuat sesuatu yang pander Wahai diri tak usahlah takut jika bahagia kini tidak datang Meski terlambat dia pasti akan datang walau tak ditantang Yakinlah akan ada yang lebih indah sesuatu kau jelang Ingatlah bahwa kasih Allah selamanya tak akan hilang Wahai diri tak usahlah risau jika bahagia belum menjemput Tahanlah emosimu jangan sesumbar jangan pula semaput Tetaplah berupaya dan hilangkan darimu rasa bimbang Hadapilah semuanya dengan senyum yang mengembang (13Mei 2012)

WAHAI DIRI XLVI

Wahai diri jangan pernah menyesal terlahir miskin Keadaan apapun hidup ini terima dan jalani dengan yakin Berbesar hatilah untuk dapat menerima kenyataan Niscaya hidup akan menjauh dari sifat keputusasaan Wahai diri hidup tak akan indah jika terus disesali Ingatlah hidup kan berakhir dan kita pasti akan kembali Karena memang tak ada yang abadi alias sementara Dari itulah jangan jalani hidup ini dengan duka lara Wahai diri hidup kekurangan bukan berarti kita harus merana Justru disanalah kita memulai belajar untuk bijaksana Tak baik meratapi kehidupan yang ditetapkan Sang Maha Kuasa Itu hanya akan membuat kita terjebak dalam salah dan dosa (06 Mei 2012)

WAHAI DIRI XLV

Wahai diri tak akan lari kemana jika memang sudah rezeki Niscaya apa yang menjadi keinginan pasti akan kita miliki Asalkan saja kita mau sedikit berusaha dan bekerja keras Jangan pedulikan cucuran keringat yang mengalir deras Wahai diri kuharap kau tidak pernah bosan tuk bersabar Niscaya suatu saat kebahagiaanmu akan datang menyambar Sambutlah dia tanpa harus dengan teriak juga sesumbar Niscaya hasilnya berbuah manis alhasil jauh dari hambar Wahai diri ketahuilah semua ada jatahnya masing-masing Untuk mendapatkannya tak perlu juga pusing-pusing Jika nasib belum jua berpihak tidak perlu rungsing Tetap berjiwa besar dan janganlah merasa dirimu terasing (06 Mei 2012)

WAHAI DIRI XLIV

Wahai diri engkau bilang ingin meraih mimpi Namun mengapa engkau komat-kamit dalam sepi Ingatlah mimpi tak kan datang dengan jampi-jampi Diapun tak akan datang hanya dengan dirumpi Dia akan datang dengan semangatmu yang berapi-api Wahai diri mimpimu akan segera terwujud Jika engkau usahakan apa yang engkau maksud  Jauhkan kini dengan segera dirimu dari sifat hasud Mintalah kepadaNYA setiap saat ketika bersujud Sirami dengan kasihNYA agar pikiranmu tak lagi jumud Wahai diri songsonglah mimpimu dengan semangat Jangan pedulikan sinar mentari yang panas menyengat Biarlah engkau cucurkan di badanmu sedikit keringat Artikan bahwa itu adalah sapaanNYA yang hangat Tahukah, itu yang akan membuatmu bahagia sangat (24 April 2012)

WAHAI DIRI XLIII

Wahai diri kenapa mudah sekali engkau terpancing Hingga terlupa dirimu kembali asyik bergunjing Bukankah engkau telah sering berjanji dalam hati Bahwa tak ingin lagi orang lain karena lidahmu tersakiti Wahai diri memanglah sulit berbuat kebenaran Karena dihadapanmu terlalu banyak kemunkaran Lalu kenapa masih saja engkau tak bisa menghindari Seharusnya jika dihadapkan pada keburukan engkau lari Wahai diri segeralah engkau untuk berjanji Berjanji melakukan sesuatu yang terpuji Bukan untuk mendapatkan sanjungan dan kehormatan Namun agar kelak dapat meraih keselamatan (23 April 2012)

WAHAI DIRI XLII

Wahai diri sepertinya engkau masih terbelenggu Terbelenggu oleh sesuatu yang engkau tunggu Kalau boleh tahu, apakah ini berkaitan dengan masa lalu Mengapa masih saja kau ingat, apakah itu masih perlu Wahai diri jangan karena masa lalumu engkau tersiksa Biarkan dia berlalu, lepaskan namun jangan terpaksa Jangan terus ditangisi apalagi senantiasa disesali Bukankah kamu rasa bahwa dia tak lagi peduli Wahai diri mari segera bangkit ciptakan masa depan Lihatlah jauh disana terbentang banyak harapan Jadikan hari ini dan selamanya menjadi lebih berarti Raihlah masa depan miliki segalanya dengan hati (23 April 2012)

WAHAI DIRI XLI

Wahai diri mengapa masih saja dengan kebohongan engkau berkutat Bukankah engkau tahu bahwa kebohongan hanya ketenangan sesaat Dan engkau juga paham bahwa dengan begitu engkau telah bermaksiat Segera bangkitlah tuk berbenah diri agar engkau tak terlanjur sesat Wahai diri sebelum engkau dihujat segera terbuka dan berterus terang Aku merasakan bathinmu senantiasa berperang karena tiada tenang Kini jujurlah jangan tunggu orang-orang disekitarmu menjadi berang Jangan karena kebohonganmu membuat pahala orang lain berkurang Wahai diri ingatlah kebohongan akan mengikatmu dalam keresahan Walau tak ketahuan kebohongan akan menjebakmu dalam kegelisahan Jika dia lalu terungkap maka dia akan membelitmu dalah kesusahan Ingatlah mengakui kebohongan bukan berarti engkau dalam kekalahan (18 April 2012)

WAHAI DIRI XL

Wahai diri jika hatimu dilukai  Disana ketegaran dimulai Kekuatan hati akan dijumpai Bukan karena diguna-gunai Karena Allah telah menandai Kekuatanmu telah disukai Wahai diri jika dirimu dibohongi Diri serasa dipecundangi Tak usah diperangi Tak perlu juga dicurangi Namun dia kita sayangi Agar beban sakit terkurangi Wahai diri jika dirimu dibenci Balas dia dengan do’a suci Jangan balas dia dengan caci Jika hatimu tak ingin terkunci Semoga dengan itu dosamu tercuci Walau hanya seinci dua inci (17 April 2012)

WAHAI DIRI XXXIX

Wahai diri mengapa masih saja kau risaukan dunia Apa kau yakin bahwa dia akan membuatmu bahagia Bukankah kau sudah tahu pula bahwa dia tak akan setia Mengapa tak kau syukuri apa yang sudah menjadi karunia Wahai diri jika kau rasa bahwa hidup ini tak lagi adil Jangan lantas jiwa dan pikiranmu menjadi kerdil Jangan pula kau panasi hatimu untuk menjadi tengil Taukah bahwa Allah tidak suka dengan sifat jahil Wahai diri wajarlah jika kau tak merasa demikian Kuingatkan sampai disini saj engkau ungkaukan makian Segera sadarlah… ingat bahwa engkau tak sendirian Dan ingat pula bahwa didunia ini tak ada yang keabadian (30 April 2012)

WAHAI DIRI XXXVIII

Wahai diri jangan biarkan dirimu menjadi hancur Hanya karena engkau melakukan perbuatan tak jujur Bukankah kau tahu bahwa itu membuat hidupmu tak mujur Segera bertaubat dengan sungguh-sungguh sebelum terlanjur Wahai diri jangan biarkan dirimu kelak tersiksa Tersiksa karena hari ini engkau melakukan satu dosa Bukankah kelak engkau tak ingin dirimu hancur binasa Bertaubatlah dan segera bangkit dengan asa yang tersisa  Wahai diri hari ini engkau memang bukanlah siapa-siapa Suatu saat kelak kejayaan kepadamu akan datang menimpa Tapi bagaimana bisa jika kepada Allah engkau telah lupa Sapalah cinta kasihNYA senantiasa agar hidupmu tiada hampa (15 April 2012)

WAHAI DIRI XXXVII

Wahai diri ingatlah setiap saat pada sang Pencipta Agar kebaikan dan keshalehan hidupmu dapat tercipta Baik dan shaleh dalam mengarungi himpitan dunia Agar senantiasa hidupmu tak pernah menjadi sia-sia Wahai diri mengingatNYA bukan hanya dikala senang Niscaya tak aka nada lagi air mata yang berlinang Kalaupun ada itu karena linangan air mata bahagia Karena hidup dinaungi limpahan rahmat dan karunia Wahai diri ingatlah DIA walau engkau tengah tersakiti Dengan mengingatNYA maka rasa sakit itu akan mati Ketahuilah Allah SWT tak akan membiarkanmu terjatuh Jika kasih dan sayangNYA senantiasa engkau sentuh  (15 April 2012)

WAHAI DIRI XXXVI

Wahai diri mari belajar bersyukur meski tak cukup Mungkin kelak kita akan dapat lebih dari setangkup Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki hari ini Niscaya hidup ini tak akan sulit untuk kita jalani Wahai diri mari belajar ikhlas meski diri tak rela Menerima dengan sepenuh hati tanpa menyela Memang sulit tapi tak ada salahnya jika kita coba Dengan segala keyakinan tanpa memelas dan menghiba Wahai diri mari belajar memahami meski tak sehati Memahami orang lain tanpa ada niat untuk menyakiti Memang tak semudah membalikkan telapak tangan Tapi jika dapat dilaksanakan itulah suatu kemenangan Wahai diri mari belajar bersabar meski terbebani Menerima kenyataan hidup dengan jiwa yang berani Tapi tetap dijalanNYA jangan sampai salah langkah Jika ingin hidupmu penuh dengan karunia dan berkah Wahai diri mari belajar setia meski sering tergoda Jangan karena godaan kesetiaanmu lalu ternoda Jika saja engkau masih ingin dipercaya oleh orang Berpegang teguhlah pada aturan ja...

WAHAI DIRI XXXV

Wahai diri walau do’amu kini belum diijabah Kuharap engkau dapat tetap sabar dan tabah Mungkin waktunya bagimu memang belum tiba Tak ada salahnya jika engkau untuk terus mencoba Wahai diri jika saat ini do’amu belum juga terkabul Percayalah suatu saat nanti do’amu akan makbul Allah swt. Akan mengabulkan permohonanmu Lakukanlah dengan rendah hati dan tiada jemu Wahai diri sertakan dalam do’amu prasangka yang baik Selipkan kata-kata dalam setiap do’amu kata nan apik Niscaya do’a-do’amu akan segera dapat terwujud Lakukanlah lebih lama setiap kali engkau bersujud (14 April 2012)

WAHAI DIRI XXXIV

Wahai diri teguhkanlah dirimu dalam ketaatan Walau dihadapanmu terbentang banyak kemaksiatan Lakukanlah agar engkau terjauh dari suatu hujatan Dan pada akhirnya engkau akan mengenyam kenikmatan Wahai diri bersabarlah untuk mencapai kemenangan Walau dihadapanmu terbentang banyak kesenjangan Lakukanlah agar engkau senantiasa mendapat ketenangan Dan pada akhirnya engkau akan merasakan kesenangan Wahai diri kemenangan bukan semata-mata pemberian Namun itu adalah wujud dari hasil sebuah pencarian Pencarianmu kelak akan menjadi satu kesaksian Kesaksian yang dapat membantumu meraih impian (12 April 2012)

WAHAI DIRI XXXIII

Wahai diri mengapa kurasa engkau berjiwa kerdil Apakah telah kau rasa bahwa dunia ini sudah tak adil Hingga engkau kalah dengan masalahmu yang kecil Mengapa kini engkau begitu terlihat sentimentil Wahai diri apapun yang terjadi janganlan merasa takut Karena ketahuilah Allah tidak menyukai seorang pengecut Jangan pernah pula dengan masalahmu menjadi kalut Mari jadikan masalahmu dalam hidupmu sebagai pelecut Wahai diri anggaplah semua bahwa itu suatu ujian Ujian bagi dirimu untuk menggapai sebuah impian Hadapi masalah dengan sabar niscaya akan bertepian Karena di dunia ini tak ada suatu yang berkeabadian  (11 April 2012)

WAHAI DIRI XXXII

Wahai diri tanamkan dalam dirimu sikap konsekuen Jangan karena sikapmu orang menjadi senewen Paling tidak dirimu tak menyalahi sebuah komitmen Agar senantiasa berkesan dalam hati setiap momen Wahai diri memanglah manusia itu tak ada yang sempurna Hendaklah dari ketidaksempurnaan kita bisa sikap bijaksana Memanglah hal itu tidak mudah begitu saja untuk terlaksana Perlu proses dengan kesadaran hati yang perlu kita bina Wahai diri memang tidak mudah untuk bersikap seperti itu Sudah dikatakan bahwa semunya perlu proses dan waktu Dan agar dalam melalui proses itu tak menemui jalan buntu Memohonlah kepada-NYA niscaya Allah akan membantu ........Aamiin....aamiin YRA......^_^ (10 April 2012)

WAHAI DIRI XXXI

Wahai diri kulihat engkau seringkali terjatuh Seringpula kulihat bendungan air matamu runtuh Dan seringpula kulihat engkau tertatih bangkit Namun aku hanya mampu melihatmu menahan sakit Wahai diri seringkali aku melihat engkau gagal Engkau bilang gagal bukanlah sesuatu yang janggal Kulihat masih saja engkau bisa tersenyum berseri namun begitu aku tahu engkau rasa itu teramat nyeri Wahai diri sungguh engkau telah memiliki jiwa yang besar Engkau tetap tegar jalani hidup walau kutahu engkau gusar Namun bagiku bukan hal yang janggal karena itu manusiawi Begitulah wahai diri suatu kehidupan insan di alam duniawi (08 April 2012)

WAHAI DIRI XXX

Wahai diri jangan pernah dalam dirimu ada kata frustasi Jangan karena masalah kecil engkau terjebak dalam situasi Situasi yang menjebakmu terperangkap dalam lautan emosi Yakinlah bahwa sebesar apapun masalahmu pasti ada solusi Wahai diri jangan karena masalah kecil lalu engkau gentar Hadapi saja karena dia hanya menyapamu barang sebentar Jangan berang meski dia mengajakmu untuk berputar-putar Berbaik sangkalah mungkin kebahagiaan akan segera dihantar Wahai diri dibalik setiap masalah pasti terdapat banyak hikmah  Jangan karena hasutan yang sesat imanmu menjadi lemah Semuanya akan selesai asalkan kita tetap yakin dan istiqomah Jika dihadapi dengan ikhlas masalah itu akan terlihat bagai remah (08 April 2012)

WAHAI DIRI XXIX

Wahai diri bantulah aku mengenali diri Bantu pula aku kini menemukan jati diri  Jati diri yang senantiasa berseri-seri Tak mengeluh walau harus menahan nyeri Wahai diri aku tahu dan rasa diriku lemah Meski begitu aku tak ingin terinjak bagai remah Dan tak ingin pula diri ini mudah terjamah Namun akupun tak ingin diri ini menjadi sum'ah Wahai diri meski lemah bantu aku menjadi kuat Kuat menjalani hari-hari yang diawali dengan niat Niat untuk senantiasa menjaga sifat dan tabiat Agar terhindar dari godaan untuk bermaksiat (07 April 2012)

WAHAI DIRI XXVIII

Wahai diri mengapa nikmat yang ada jarang kau syukuri Bukankah dengan lelah dan peluh keringatmu dia cari Namun mengapa setelah kau dapatkan lalu kau ingkari Bagaimana jika nanti Allah tak lagi mau memberi Wahai diri mengapa nikmat yang tak ada sering membuatmu risau Hingga tak jarang hati dan pikiranmu dibuatnya menjadi galau Sering pula nikmat yang dirasakan orang lain membuatmu silau Pandai-pandailah mensyukuri nikmat yang telah terjangkau Wahai diri ketahuilah bahwa hidup ini pasang surut Hadapi dengan lapang dada jangan pasang muka cemberut Lebarkan senyumanmu agar jika kau sedih dia cepat larut Bukankah sudah kau pahami bahwa hidup ini carut marut (07 April 2012)

WAHAI DIRI XXVII

Wahai diri jadikan senantiasa hatimu cerdas Niscaya rasa dan pikirmu tak akan pernah tertindas Hati yang cerdas pikiranmu menjadi kuat dan sehat Tak terbetik niat dalam hatimu untuk berperilaku jahat Wahai diri latihlah senantiasa hatimu menjadi jeli Agar dengan lingkungan sekitar dia senantiasa peduli Hati yang jeli akan lebih peduli pada sesama Karena rasa peduli dalam hatimu telah menjelma Wahai diri semaikan senantiasa dalam hatimu cinta kasih Agar dalam hatimu menyebar benih-benih welas asih Hati yang penuh cinta kasih rasapun akan bermain Bermain merasakan penderitaan orang lain (07 April 2012)

WAHAI DIRI XXVI

Wahai diri telah terbuka bagimu pintu rezeki Segera songsong agar ia dapat kau miliki Jangan kau biarkan dia kembali berlalu pergi Dapatkan dia sebelum matahari jauh meninggi Wahai diri rezeki tak datang kepadamu begitu saja Dia menghampirimu bukan dengan tanpa sengaja Dia datang bersama dengan do'a dan usaha kita Segera sambut bukankah dia sering kau minta Wahai diri jangan takut rezekimu telah tertakar Jangan pula bila dia dengan yang lain akan tertukar Sisihkan sebagian hartamu dengan bersedekah Walau hanya sedikit namun banyak akan berkah (07 April 2012)

WAHAI DIRI XXV

Wahai diri mengapa kau biarkan hatimu dihiasi rasa benci Sedikit saja tak sejalan dengan hatimu engkaupun mencaci Bukankah kau bilang dirimu ingin senantiasa bersih dan suci Ayo segera mohon ampun agar dosamu segera tercuci Wahai diri mengapa kau biarkan dirimu dihiasi rasa dengki Senantiasa dirimu tak setuju jika yang lain mendapat rezeki Bukankah semua itu lebih bagus dari apa yang kamu miliki Ayo segera mohon ampun sebelum engkau kena maki Wahai diri ubahlah sifat benci dan dengki dengan cinta kasih Karena cinta kasih tak akan pernah membuat diri tersisih Dan karena cinta kasih dengan siapapun tak akan berselisih Berada dimanapun engkau tak akan merasa kaku dan risih (06 April 2012)

WAHAI DIRI XXIV

Wahai diri jujurlah dalam setiap kesempatan Karena akan menjauhkanmu dari kesesatan Akan menyingkirkanmu dari kemaksiatan Ketahuilah jujur akan memberi satu kekuatan Wahai diri dengan jujur kita bisa dipercaya Karena akan menjauhkanmu dari sikap aniaya Akan menyingkirkanmu dari marabahaya Ketahuilah jujur akan membuat kita berjaya Wahai diri dengan jujur pula kita akan banyak cinta Dengan mudah kita meraih menggapai cita-cita Dan tak akan pernah kita terpuruk dalam duka derita Kalaupun ada air mata itu adalah air mata suka cita Wahai diri bila kita jujur orangpun menjadi hormat Suatu rasa yang membuat hidup kita semakin nikmat Nikmat tak terkira yang membawa hidup kita selamat Ketahuilah bahwa itu dari-NYA untukmu sebagai rahmat Wahai diri maka janganlah pernah engkau berkhianat Ingatlah bahwa kehidupan didunia ini adalah amanat Amanat yang mesti kita jaga mesti lelah dan penat Niscaya di akhirat kelak kita akan terhindar dari laknat (06 ...

WAHAI DIRI XXIII

Wahai diri jadi kini engkau mesti lebih bijak Jangan berubah dimanapun kakimu kau berpijak Jangan karena kekuasaanmu lalu engkau beranjak Apapun yang menjadi keinginanmu engkau bajak Wahai diri tetaplah bijak meski engkau telah diatas Jangan jadikan kekuasaanmu tuk mencari jalan pintas Karena engkau sendiri tahu bahwa itu tidaklah pantas Tetaplah syukuri milikmu walauoun hanya seutas Wahai diri jika engkau bijak maka engkau akan disanjung Kebahagiaan yang tak ternilai akan senantiasa berkunjung Jika telah seperti itu jangan sekali-kali engkau lancung Bila engkau tak menghendaki dirimu kena hukum pancung (06 April 2012)

WAHAI DIRI XXII

Wahai diri menghadapi kehidupan ini jangan terlalu serius Agar diri dengan gemerlap dunia tidak terlalu ambisius Cerdaskan hati cerdaskan pikiran agar senantiasa genius Maka dengan tipu daya dunia dirimu tidak mudah terbius Wahai diri jangan pula menghadapi kehidupan ini dengan santai Karena sikap santai akan membuatmu dirimu menjadi lalai Dan pada akhirnya banyak harapan dan cita-cita tak tergapai Maka segeralah kobarkan semangatmu sebelum semuanya usai Wahai diri tahukah bahwa yang baik itu yang pertengahan Dengan hidup pertengahan tak akan muncul rasa kepongahan Senantiasa syukur terucap tanpa ada sedikitpun rasa kejengahan Dan dirasa dunia ini indah walau hanya sebuah persinggahan (05 April 2012)

WAHAI DIRI XXI

Wahai diri maafkan aku yang telah berbuat lengah Karena kelengahanku aku khilaf menjadi sedikit pongah Hingga kulihat dan kurasakan engkau nampak jengah Janji kuperbaiki salahku agar engkau kembali sumringah Wahai diri itu kulakukan sungguh tanpa dengan sengaja Mungkin itu karena aku tak tahan dengan puji dan puja Padahal niatku satu saja yakni berpribadi yang bersahaja Namun tetap saja aku tak bisa menguasai nafsu yang meraja Wahai diri aku janji itu tak akan kembali terulang Rasa pongah yang bersarang dalam dada akan jauh kubuang Akan kusapu bersih yang terselip dalam setiap rongga dan ruang Kumohon pada Illahiy agar aku masih diberi waktu luang (05 April 2012)

WAHAI DIRI XX

Wahai diri sudahkah hari ini engkau bersedekah Tahukah dengan bersedekah rezeki kita akan berkah Akan hilang pula dalam diri kita sifat serakah Dengan bersedekah maka nikmatpun akan bertambah Wahai diri jangan takut dengan sedekah harta akan berkurang Dengan bersedekah hidup kita akan bersinar terang benderang Nikmatnya akan terasa di hari akhirat nanti juga sekarang Nikmatnya akan bertambah jika dalam dada iman bersarang Wahai diri bersedekahlah selagi ada orang yang mau menerima Kare suatu saat orang-orangpun akan berlomba ingin berderma Namun jangan lupa bersedekah yang ikhlas dari relung sukma Agar apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia dan percuma (04 April 2012)

WAHAI DIRI XIX

Wahai diri yang penuh semangat bergelora Sanggupkah menjaga lisanmu untuk tidak banyak bicara Bukan maksudku membuatmu diam bagai terpenjara Namun aku tak ingin karenanya terjadi huru hara Wahai diri aku khawatir lisanmu berkata yang tidak benar Kutakutkan karena dari perkataan itu akan terjadi ribut dan onar Bila sudah terjadi seperti itu maka dirimu tak lagi bersinar Aku ingin senantiasa selamanya dirimu ceria berbinar Wahai diri buatlah dengan lisanmu semuanya merasa senang  Jagalah jangan sampai lisanmu membuat air mata berlinang Jadikanlah perkatanmu bagi semua orang menjadi penenang Dengan begitu setiap saat dirimu akan senantiasa dikenang (04 April 2012)

WAHAI DIRI XVIII

Wahai diri segeralah rezekimu engkau jemput Jangan terus terlena dalam hangatnya selimut Mari dengan semangat dalam dada kita sambut Agar setidaknya kita bisa keluar dari kemelut Wahai diri rezeki tidak begitu saja datang kepada kita Namun harus diburu diserbu dengan sebentuk karya nyata Niscaya Allah akan mengabulkan apa yang kita minta Jangan lupa senantiasa do'a kita panjatkan sebagai senjata Wahai diri jika rezeki belum juga datang menghampiri Berbaik sangkalah mungkin dia akan datang esok hari Jangan berputus asa apalagi harus sampai bunuh diri Berusaha terus dan berdo'a kepada Sang Maha Pemberi (04 April 2012)

WAHAI DIRI XVII

Wahai diri mengapa wajahmu terlihat rusuh Sepertinya engkau dikejar bayangan musuh Ataukah dengan air wudlu tidak terbasuh Hingga terlihat sekali begitu sangat lusuh Wahai diri kulihat mengapa wajahmu berkerut-kerut Hingga nampak kulitmu disana sini kendur berkeriput Apa karena banyak persoalan dalam dirimu bergelayut Atau karena tak tahan dengan dunia yang carut marut Wahai diri mengapa kau risaukan keadaan dunia (kekayaan) Apakah itu akan membuatmu tenggelam dalam bahagia Bukankah kau pernah bilang duniamu tidak akan setia Bangkitlah jangan karena dunia hidupmu menjadi sia-sia (04 April 2012)

WAHAI DIRI XVI

Wahai diri jangan kau larutkan dirimu dalam kesedihan Karenanya engkau akan tenggelam dalam kesusahan Jangan biarkan dirimu menguras banyak air mata karena itu akan membuatmu sangat menderita Wahai diri jangan kau larutkan dirimu dalam duka nestapa Tak selamanya duka dalam kehidupan kita menimpa Dia datang bukan untuk membuat diri kita binasa Tapi untuk membuat sikap dan diri kita menjadi dewasa Wahai diri kesedihan itu akan berganti dengan bahagia Yakinlah bahwa kesedihan itu juga merupakan karunia Karunia yang sangat berharga dari Sang Maha Pencipta Karunia yang menghantarkan kita dalam meraih cita-cita (02 April 2012)

WAHAI DIRI XV

Wahai diri kini segeralah basuh wajahmu dengan air wudlu Untuk segera menghadap kepada-NYA dengan bertawadlu Semoga karena itu dosa-dosamu bersih terbasuh tercuci Semoga pula hati dan jiwamu tak lagi rapat terkunci Wahai diri kini segeralah engkau kepada-NYA bersimpuh Mohonlah agar senantiasa lurus jalan yang kau tempuh Tak mengapa jika harus bertemu dengan rintangan Karena hidup tak semudah membalikkan telapak tangan Wahai diri kini segeralah lepaskan segala kesombongan Agar dari-NYA engkau mudah mendapatkan pertolongan Usahakan dirimu di dunia ini menjadi orang yang bermanfaat Niscaya di akirat kelak engkau mendapatkan syafaat (30 Maret 2012)

WAHAI DIRI XIV

Wahai diri mengapa engkau berbuat bodoh Sampai relakan dirimu hingga tergopoh-gopoh Tak baik meski itu hanya sebuah seloroh Tetap saja itu namanya engkau telah ceroboh Wahai diri mengapa engkau tega berbuat aniaya Apakah dirimu sudah tak mau lagi dipercaya Engkau sungguh telah berbuat sesuatu yang bahaya Sadarlah bahwa engkau tak selamanya berjaya Wahai diri mengapa engkau tak lagi berperasaan Apa hanya karena engkau sudah punya banyak kekuasaan Jangan jadikan kekuasaanmu menjadi sumber keleluasaan Lihat, karena ulahmu banyak orang dalam keputusasaan (30 Maret 2012)

WAHAI DIRI XIII

Wahai diri aku tak ingin engkau terlihat pengecut Dengan tantangan dunia saja engkau sudah takut Bukankah kau pernah bilang dunia ini ingin kau tuntut Tapi mengapa kini semangatmu terlihat surut Wahai diri aku tak ingin engkau terlihat lemah Karena aku takut engkau mudah terjamah Berlindunglah senantiasa kepada Yang Maha Rahmah Agar engkau senantiasa selamanya istiqamah Wahai diri aku tak ingin engkau terlihat rusuh Karena aku tak mau engkau menjadi lusuh Bagaikan terperangkap dalam sarang musuh Segera bersimpuh agar jiwamu segar terbasuh (30 Maret 2012)

WAHAI DIRI XII

Wahai diri jangan karena gelombang kecil engkau terbawa arus Bukankah engkau senantiasa ingin hidup di jalan yang lurus Maka sebelum karenanya engkau tenggelam dan terjerumus Jadikan dalam hidup Al Qur'an dan Hadits sebagai kamus Wahai diri tidaklah heran jika jalan hidup kita bergelombang Namun janganlah pernah engkau cemas dan juga bimbang Hiaslah kehidupan ini dengan dunia dan akhirat yang berimbang Niscaya hidupmu di dunia tak akan lagi terasa mengambang Wahai diri kerasnya gelombang hidup tak akan pernah berhenti Dia akan berhenti dengan sendirinya jika kehidupan ini mati Maka jalani kehidupan ini dengan penuh cermat dan teliti Niscaya kebahagian kelak akan kau genggam dengan pasti (28 Maret 2012)

WAHAI DIRI XI

Wahai diri janganlah berharap sesuatu yang tak pasti Karena itu akan membuatmu lama menanti-nanti Hadapilah sesuatu didepanmu yang memang pasti Walau memang tak sesuai dengan harapan hati Wahai diri walau kenyataan tak sesuai dengan harapan Ingatlah bahwa itulah lika-liku dalam kehidupan Yakinlah bahwa disan terbentang masa depan Bangunlah sebelum datang kepadamu kegelapan Wahai diri kini terimalah semuanya dengan rasa syukur Jangan karena ambisimu engkau kemudian hancur Menerima dengan rasa syukur menjauhkanmu dari takabur Niscaya kepadamu kebahagiaan akan berlimpah bertabur (28 Maret 2012)

WAHAI DIRI X

Wahai diri jangan terlalu sering melihat keatas Aku khawatir pikiran buruk akan datang melintas Aku takut karenanya engkau menggunakan jalan pintas Melakukan sesuatu yang tak wajar dan tak pantas Wahai diri ada baiknya engkau menundukkan pandangan Namun jangan pula engkau lakukan berkepanjangan Karena khawatir larut dan tenggelam dalam angan-angan Yang menimbulkan alam pikiran dalam kekosongan Wahai diri hidup itu baiknya sederhana tapi berkah Nikmat saat terpejam, terjaga, terdiam dan melangkah Niscaya dalah diri menghilang sifat dan nafsu serakah Terjaga etika, tatakrama dalam berucap dan bertingkah (28 Maret 2012)

WAHAI DIRI IX

Wahai diri tidak tertarikkah engkau dengan kebaikan Bukankah telah diseur kepadamu tentang nikmatnya kebajikan Namun mengapa masih saja engkau menyukai kemaksiatan Bukankah itu akan menjerumuskanmu ke dalam kesesatan Wahai diri tidakkah engkau segera beranjak bangkit Bukankah engkau telah tahu siksa akhirat itu amat sakit Bangkitlah segera sebelum semuanya menjadi terlambat Bangkitlah sebelum tertutup untukmu pintu taubat Wahai diri tidakkah dirimu tergiur indahnya taman syurga Taman yang akan membuatmu lenalah seluruh jiwa dan raga Taman syurga yang telah dijanjikan Allah bagi orang istiqomah Pada sunnah Allah dan Rasul-Nya hingga imannya tak lemah (27 Maret 2012)

WAHAI DIRI VIII

Wahai diri janganlah terlalu engkau berprasangka Apalagi prasangka buruk karena akan membawa petaka Belajarlah senantiasa dirimu untuk berpikiran positif Jangan karena persoalan sepele engkau menjadi sensitif  Wahai diri janganlah lisanmu kau gunakan untuk memaki Tahukah bahwa itu akan menghilangkan sebagian rezeki Karena caci maki akan menimbulkan banyak konflik Konflik yang membuat hidupmu bertambah pelik Wahai diri jagalah dirimu ketika bertingkah dan bersikap Jangan sampai orang lain tersakiti dengan apa yang kau ucap Karena itu akan sangat menyinggung hati dan perasaan Dan karenanya akan memutuskan tali persaudaraan (26 Maret 2012)

WAHAI DIRI VII

Wahai diri kepadamu telah datang banyak peringatan Itu karena tak ingin engkau berada dalam kesesatan Namun mengapa masih saja engkau terbuai terlena Oleh keindahan dunia yang sifatnya fatamorgana Wahai diri bangunlah dari mimpi tidurmu yang lelap Terangilah jalanmu yang telah mulai nampak gelap Jangan terkecoh oleh kemewahan dunia yang gemerlap Redamlah dengan berdzikir agar nafsumu tak kalap Wahai diri bangkitlah sebelum engkau jatuh tersungkur Jadikanlah apa yang sudah kamu raih sebagai bahan tafakur Sedekahkanlah sebagian hartamu sebagai rasa syukur Jangan karena harta lalu kepadaNYA engkau menjadi kufur (25 Maret 2012)

WAHAI DIRI VI

Wahai diri mengapa masih saja engkau bersikap arogan Bukankah itu akan membuat orang menjadi tak segan Sehingga orang lain bersikap sopanpun menjadi enggan Tak ada gunanya engkau menyandang gelar juragan Wahai diri apakah sikap sopan darimu sudah luntur Atau iman daklam dadamu kian saja mengendur Jangan karena jabatan semuanya hilang gugur Aku tahu karena kepada-NYA engkau kurang bersyukur Wahai diri tahukah di dunia ini tak ada yang abadi Jika Allah menghendaki jadi maka akan terjadi Tumbuhkan kembali iman dalam dirimu yang menjadi sendi Yang menumbuhkan keyakinan kepada Sang Pemilik Ardi  (25 Maret 2012)

WAHAI DIRI V

Wahai diri mengapa engkau terlihat murung Bagai burung dalam sangkar yang terkurung Mana wajahmu yang senantiasa terlihat cantik Juga candamu yang membuat tawa menggelitik Wahai diri bukankah rasa murung membuatmu sakit Karena banyak kejadian dan peristiwa tang terungkit Bangkitlah karena melihatmu begini aku sangat cemas Mana tawamu yang membuat orang menjadi gemas Wahai diri aku ingin senantiasa engkau bergairah Karena akan banyak rahmat dan karunia-NYA tercurah Tak akan pernah ada rasa ragu dan juga bimbang Dan menjauhlah suara-suara yang bernada sumbang (25 Maret 2012)

WAHAI DIRI IV

Wahai diri apakah engkau sudah tak lagi punya nurani Lihatlah karena ulahmu banyak korban disana sini Sungguh engkau sudah tak lagi punya rasa peduli Mungkinkah karena pesona dunia engkau sudah terbeli Wahai diri mengapa nuranimu kini sudah tak lagi tajam Sehingga engkau tak merasa salah telah tega berbuat kejam Apakah tak terbetik nuranimu melihat nyawa-nyawa sekarat Apakah engkau tak takut kelak siksaan berat akan menjerat Wahai diri apakah benar nuranimu kini sudah tumpul Tapi aku heran mengapa juga keinginanmu mudah terkabul Namun segeralah engkau sadar mungkin itu suatu peringatan Bangunlah segera sebelum jauh terjerumus dalam kesesatan (24 Maret 2012)

WAHAI DIRI III

Wahai diri bantu aku menjalani hidup Pancarkan cahayamu jangan sampai meredup Dengan detak jantung yang masih berdegup Hadapi kenyataan hidup haruslah sanggup Wahai diri bantu aku untuk bangkit Tak mengapa walau harus bersakit-sakit Mari dengan kebaikan kehidupan kita rakit Insyaallah kebahagiaan akan terungkit Wahai diri bantu aku untuk bisa berdiri Berdiri mandiri diatas kaki sendiri Tak mengapa walau harus menahan nyeri Kuyakin kelak kehidupan akan indah berseri Wahai diri bantu aku menyelesaikan masalah Sungguh dengan kehidupan ini aku tak mau kalah Biarlah disaat sekarang ini aku sedikit lelah Karena kuyakin ini merupakan suatu celah Wahai diri bantu aku untuk semangat Tak mengapa walau harus bercucuran keringat Asalkan kehidupan ini kurasakan senantiasa hangat Dan akhirnya teraihlah kebahagiaan yang amat sangat (24 Maret 2012)

JIKA TERLANJUR DOSA

Jika diri terlanjur penuh dosa Janganlah engkau berputus asa Bersimpuhlah dihadapan yang Kuasa Agar kelak diri tak binasa Jika terlanjur dosa cermatlah berpikir Larilah kepada-NYA lalu berdzikir Jangan lantas kepada-NYA mungkir Agar kelak diri tiada tersingkir Jika dosamu teramat besar Janganlah diri menjadi gusar Pintu taubat terbuka lebar Percayalah kasih Allah sangat besar (24 Maret 2012)

BAHAGIA

Bahagia bukan berarti banyak harta Bahagia tidak membuat orang lain menderita Bahagia mampu menghapuskan air mata Karena bahagia berati punya banyak cinta Bahagia bukan karena menjadi orang yang istimewa Bahagia sanggup membuat orang lain tertawa Bahagia bisa membuang jauh rasa kecewa Hingga matipun senyum bahagia bisa terbawa Bahagia bukan berarti karena banyak uang Bahagia karena memanfaatkan waktu luang Bahagia adalah bebas untuk berkarya dan berjuang Dan tak sedikitpun waktu yang tersisa dan terbuang Bahagia bukan berarti semua bisa kita beli Bahagia bisa berbagi dengan sesama karena rasa peduli Bahagia mampu melihat penderitaan orang lain dengan jeli Dan syukurpun terucap karena diri mampu untuk dikendali Bahagia bukan berarti semua keinginan kita dapat Bahagia bukan pula mendapatkan sesuatu dengan cepat Bahagia mampu melakukan sesuatu dengan cermat Dan lengkaplah jika dalam dada iman senantiasa tersemat (23 Maret 2012)