Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

CIBANGKONG-TRANS STUDIO MALL

Nama tempatnya adalah cibangkong Jalannya sedikit berbatu dan bolong-bolong Penduduknya ramah suka saling tolong Pekerjaan jadi ringan karena gotong royong Dulu banyak kebun dan juga empang atau balong Namun kini telah berubah karena ulah pemborong Disulap menjadi tempat muda mudi nongkrong Hiruk pikuk sesekali ditingkahi suara ala bencong Kini berdiri megah gedung tinggi mentereng Tak ada lagi tempat kawanan bocah bermain kelereng Namun tak sulit bila mencari ayam bakar ayam goreng Suasana sedikit aman karena barisan berseragam loreng Saat malam tiba gelap gulita bagai ditengah hutan Kini terang benderang bagai kota metropolitan Tak jarang terdengar beredar modus kejahatan Sesekali tercium pula aroma kemaksiatan Menempuh perjalanan menjadi lama karena macet Kendaraan roda dua dan empat nyaris berdempet-dempet Para pejalan kakipun sampai harus mepet-mepet Kalau tak hati-hati kemungkinan badan keserempet (15 Desember 2012)

KIAMAT SUDAH DEKAT

Nampaknya dunia akan segera kiamat Sekejap lagi kehidupan dunia akan tamat Terbukti nasehat sudah tak dianggap keramat Akal dan pikiran sudah tak lagi cermat Iman di dada sudah tak lagi tersemat Hanya karena mengejar sebuah nikmat Banyak sudah orang berbuat salah alamat Dalam dada dipenuhi dendam kesumat Bagaimana kelak hidup bisa selamat Jika kini sudah menjauhi berkah dan rahmat Karena nafsu banyak sudah jiwa-jiwa yang diperbudak Tak bisa lagi menilai benar atau salah saat bertindak Aturan hiduppun dilanggar lalu berbuat sekehendak Tak bisa membendung hasrat jiwa yang membludak Seolah hati tak bisa lagi untuk mengatakan tidak Karena ambisi tak pedulikan lagi kehidupan akhirat Tak peduli pula iman di dada mulai berkarat Terlanjur diri dalam kubangan lumpur dosa terjerat Senyum mengembang karena tercapai sebuah hasrat Tak ada penyesalan diwajahnya yang tergurat Duhai Rabb... Yang Maha Bijak Maha Kuasa Kumohon ampun kepada-MU senantiasa Maka hindarkan hamba da...

TAK ADA LAGI SYURGA DIKAKINYA (Episode tragedi seorang ibu yang menghabisi nyawa anaknya)

Mengapa hatimu bisa sedemikian itu berbuat tega Bukankah ditelapak kakimu terdapat sebuah syurga Syurga bagi anak-anakmu yang mesti kau jaga Namun karena ulahmu tak bisa lagi dibuat bangga Dihadapan anak-anakumu kini sudah tak lagi berharga Bukankah kasih sayang seorang ibu itu sepanjang jalan Namun jika dinilai kasihmu hanya sebatas penggalan Tak ingatkah kau waktu mengandungnya sembilan bulan Lalu mengapa kau tega kebahagiaannya sendiri kau telan Apakah darinya kau takut kelak tak mendapat imbalan Tak terlihat karena perbuatanmu engkau menjadi susah Tak terlihat pula karenanya hatimu menjadi gelisah Tak terlihat pula tanda-tanda airmatamu basah Padahal dengan buah hatimu kini engkau telah berpisah Sungguh kasihmu pada buah hatimu sudah tak terasah Tak percaya rasanya engkau berbuat seperti itu Entah setan mana yang membuat pikiranmu menjadi buntu Apakah mungkin hatimu memang terbuat dari sebongkah batu Hingga kau tega pada buah hatimu berbuat begitu Kini hasil ...

NAFAS KEHIDUPAN

Di angkasa nampak bulan mulai meninggi Ini pertanda bahwa sang malam hendak pergi Mempersilahkan bertandangnya sang pagi Dengan pancaran sang surya yang memberi energi Nafas kehidupan mulai terdengar bertingkah kaki-kaki kekar penuh energi mulai melangkah Dengan bismillah berebut orang mencari nafkah Berharap dengan upayanya mendapat berkah Meski nampak sebagian masih saja terlelap Setelah diterjang kantuk yang datang melalap Sejenak meninggalkan dunia yang gemerlap Ditingkahi dengkurang yang saling berbalap Nampak pula sebagian terlepas dari kampuh Mensucikan diri hendak bersujud bersimpuh Memohon doa atas jalan yang akan ditempuh Agar menjalani hidup tak mudah rapuh Begitulah irama nafas kehidupan dunia Dengan berbagai macam karakter manusia Menjalani apa yang memang telah tersedia Mengerti bahwa semua itu adalah karunia (12 Desember 2012)

JANJI SUCI

Saat kita lalu bertemu pandang Jantungku serasa dihentak ditendang Ada nada disana bertalu berdendang Rasaku seakan diseret digelandang Tak dapat berbuat bagai sang pecundang Saat kepadaku kau lemparkan senyum Bergetar jantungku bagai terkena setrum Dadaku bergejolak bergemuruh berderum Seolah dalam dadaku bertambah anti serum Hingga bersemilah bunga cinta berkuntum-kuntum Saat kepadaku kau nyatakan janji suci Sirnalah dalam dada segenap rasa benci Karena janjimu telah membuka hati yang terkunci Lalu dalam dadaku menyeruak riang mencaci Memenuhi setiap rongga kalbu inci demi inci Saat tanganku kau genggam dengan erat Ada rasa menyelinap dalam kalbu yang tersurat Mengikis perasaan beku yang lama berkarat Kini karena rasa cintamu hatiku telah terjerat Dan telah kuterima cintamu tanpa syarat Saat kau lantang suarakan sebuah ikrar Tak akan pernah tuk berbuat ingkar Tak terasa deras air mata di pipi menjalar Bathin berbisik semua rasa ini selamanya kan berkibar ...

BIJAKSANA MENGHADAPI MUSIBAH

Suatu ketika saat kita tertimpa sebuah musibah Nyaris kepercayaan dalam diri ambruk dan rebah Meski telah dikuatkan diri menerima dengan tabah Tetap saja air mata di pipi mengalir bersimbah Dan apa yang telah terjadi tak mungkin dapat dirubah Saat musibah datang bertubi-tubi menghampiri Dengan rasanya yang nyeri dalam dada menari-nari Ingin rasanya diri pergi jauh berlari menghindari Karena tak tahan sakitnya melebihi tertusuk duri Namun kubertahan karena hal itu tak kan lestari Sulit rasanya menerima musibah sebagai ujian Sering tak sadar menghadapinya dengan cacian Tak jarang jalan sesat ditempuh sebagai pelarian Seolah bahwa yang menderita hanya kita sendirian Padahal dari yang Kuasa kita tengah mendapat perhatian Selayaknya musibah dihadapi dengan pikiran positif Namun keluhan dan keluhan yang terlontar karena rasa sensitif Sulit rasanya menghadapi musibah dengan jiwa yang sportif Sedikitpun tak pernah terlintas dalam pikiran untuk berjiwa arif Terlupa bahwa ...

MENUNGGU

Kumenunggu kau putus dengan kekasihmu Walau lama menunggu ku tak akan jemu Kutunggu disini pertama kali kita bertemu Kumenunggu hatimu kan berpaling kepadaku Kuairkan rasamu kepadaku yang telah membeku Tak kusesali meski harus kutempuh cara berliku Kuyakinkan kepadaku kau pasti kan kembali karena kutahu kasihmu sudah tak lagi peduli Dengan rasa kasihku hatimu kan terbeli Kupastikan kepadaku kini kau masih cinta Buktinya dengan dia kini kau menderita kembalilah padaku tak perlu kau meminta Kutahu kau masih cinta dari matamu terlihat Dan begitu sering kepadaku engkau curhat Mari kembali cinta kita yang dulu kita pahat (13 Desember 2012)

SEMUA TERCIPTA DALAM HATI

Memiliki sahabat adalah jalan menuju bahagia Karena didalamnya tak menyimpan suatu rahasia Satu jalan satu pikiran berbagi rasa saling setia  Patut disyukuri bahwa itu adalah sebuah karunia Tertawa adalah musik yang menggetarkan hati Musik jiwa yang tercipta dengan alunan yang pasti Dengan tawa beban dijiwapun sejenak terhenti Karena tawa meluncur bukan sekedar rasa simpati Memberi membuat hidup terasa sangat berarti Memberi adalah sebagai rasa cinta yang terbukti Memberi sedikitnya dalam hati ada rasa empati Namun jangan berharap akan segera terganti (13 desember 20112)

12-12-12

Menurut banyak kalangan merupakan penanggalan yang cantik Dijadikan dan diabadikan sebagai penanggalan yang fantastik Angkanya akan tetap sama duabelas meski dikutak katik Sebagai hari bersejarah kedatangannya ditunggu detik demi detik Diyakini ada hal mistik tak peduli meski menuai banyak kritik Penanggalan yang dijadikan sebagai penanggalan istimewa Karena selamanya akan senantiasa teringat dalam jiwa Hingga kedatangannya disambut dengan penuh riang tawa Segala upaya dikerahkan bak menyambut sang mahadewa Seolah-olah didalamnya ada sesuatu yang bernyawa Tanggal duabelas bulan duabelas tahun duaribu duabelas Membentang sebuah harapan yang diyakini semakin jelas Sepertinya muncul dihadapan hanya dalam waktu sekilas Lalu membuat jiwa tenang dan tidurpun menjadi pulas Begitulah mungkin jika dijalani dengan hati yang tulus ikhlas (12 Desember 2012)

AKHIRNYA

Akhirnya harapan itu perlahan mulai mendekat Setelah kunanti dalam waktu yang tak singkat Menyelinap mendekat bagai terjerat jala pukat Karena umpan yang mencumbu rayu dia terpikat lalu merapat tanpa ada lagi batas ruang dan sekat Akhirnya rasa cemas kini mulai hilang sirna Setelah sekian lama dinanti kni segera terlaksana Sungguh kurasakan betapa hidup ini begitu sempurna Bergejolak rasa dalam dada menggema membahana Dunia begitu terang seolah terbebas dari gerhana Akhirnya semua datang tanpa disangka dan diduga Membangkitkan gairah seluruh jiwa dan raga Seketika lenyap gundah dalam hati yang lama berjelaga Sungguh kurasakan bahagia yang tiada terhingga Beban jiwa yang selama ini menghimpit dapat kusangga (12 Desember 2012)

SUJUD SYUKUR ATAS KARUNIA

Meretas jalan yang panjang Dengan kaki setengah telanjang Terasa kaku sedikit mengejang Lelah menghalau rintangan yang menerjang Menepis kabut yang mulai menipis Ditemani sang bayu yang berlapis-lapis Dengan gigih akhirnya kini dapat kutepis Harapanpun kini tak lagi mengempis Menyibak tabir yang mulai terbuka Yang penuh teka-teki akhirnya dapat diterka Sesungging senyumpun kini datang menyeka Rasa yang tak terkira bukan bahagia belaka Menyelinap dalam kalbu rasa teramat bahagia Tersingkap sudah yang selama ini menjadi rahasia Semua upayaku ternyata tidaklah sia-sia Sujud syukur sungguh dari-NYA ini sebuah karunia Mengalir buliran air mata bahagia sebagai rasa syukur Rasa syukur atas nikmat-NYA yang tak pernah terukur Buah dari upaya dan doa dalam sujud hingga tersungkur Kini rasa cemas yang selama ini bergejolak habis tercukur (11 Desember 2012)

BERCUMBU DENGAN MALAM

Kuhias malam ini dengan segala puja dan puji Rangkaian dan untaian doa kuhantar sebagai sesaji Yang sebelumnya telah melalui proses tahapan uji Tercipta dengan tegas karena bukan hanya sebuah imaji Kucumbui malam ini dengan doa-doa penuh harapan Tenggelamkan diri dalam balutan tangis dan ratapan Mencurahkan segenap rasa yang selama ini tersimpan Berharap akan tercipta indah tentang masa depan Kusempurnakan malam ini dengan sembah dan sujud Dengan rangkaian doa dalam rakaat shalat tahajud Kusampaikan pada yang terkasih akan cita yang kumaksud Berharap cita dan harapan dapat segera terwujud (10 Desember 2012)

TENTERAMLAH JIWA

Tenteramlah tentram jiwa yang dilanda rusuh Jangan karena emosi engkau terlihat kumal dan lusuh Kini dengan cinta dan kasih-NYA engkau akan kubasuh Agar karenanya engkau tak mendapat banyak musuh Damailah damai jiwa yang sedang dilanda emosi Jangan mudah terbakar hanya karena basa basi Jangan sampai keramahanmu karena emosi lalu aborsi Dan karena kan terlihat emosi dengan jiwa tak lagi serasi Tenanglah tenang jiwa yang sedang dilanda gelisah Jangan terlihat karenanya engkau menjadi susah Jangan karenanya lalu engkau hanyut dalam keluh kesah Karena kini saatnya engkau dengan rasa itu segera berpisah (09 Desember 2012)

CINTAKU CINTA YANG SEDERHANA

Cintaku cinta biasa saja Cintaku cinta yang bersahaja Namun Dihatiku dia bertahta meraja Dan dengan rasanya aku bisa bermanja  Cintaku cinta yang sederhana Dengan Kasih-NYA telah terbina Semoga bisa membuatku bijaksana Dan Kuharap rasa itu tak kan sirna Cintaku bukan cinta yang rumit Namun bukan berarti mudah digamit Karena cintaku tumbuh tak hanya sekelumit Dan tak begitu saja dia pamit (09 Desember 2012)

JIWA NAN SEDERHANA

Sungguh indah memiliki jiwa yang sederhana Didalamnya tertanam kasih dan sayang yang dibina Senantiasa berupaya dan bersikap dengan bijaksana Tentunya mengarungi kehidupan tiada kan terhina Dan dalam bertindakpun tidaklah semena-mena Bahagianya jiwa nan sederhana dapat kumiliki Tentunya tak kan bersemayam dalam dada rasa dengki Saat bertemu kekesalan tak keluarkan caci maki Tak kan pula melakukan perbuatan yang anarki Namun ternyata hal itu belum mampu tuk kudaki Nampaknya sikap sederhana harus tertanam dalam jiwa Agar tak menyelinap diam-diam dalam dada rasa jemawa Karena itu akan membuat banyak orang merasa kecewa Saat mendapat hal terburuk hati menerima dengan legawa Sungguh tak salah jika dianugerahi rasa nikmat yang istimewa (09 Desember 2012)

DI SHUBUH HARI

Suara adzanpun mengetuk jiwa-jiwa yang terlelap Suaranya membelah kesunyian pagi yang gelap Setiap sudut mulai nampak cahaya gemerlap Sepertinya oleh kumandang adzan telah dilalap Gemercik air bernyanyi mengalunkam suara alam Berarak awan mengganti kegelapan sang malam Kokok ayam jantan riang menyampaikan salam Memecah kesunyian pagi yang sebelumnya kelam Sayup bersahutan alunan suara-suara dzikir Menyeruak pada setiap sudut ruang jiwa yang fakir Bisikan-bisikan keangkuhan beranjak tersingkir Karena goresa-goresan kalam Illahiy mulai terukir (09 Desember 2012)

BIARLAH KURELAKAN

Biarlah kurelakan cintaku pergi bersama dia Kini aku akan berusaha untuk selalu ceria Tak kan kubiarkan karena cinta hidupku sia-sia Aku yakin masih ada untukku cinta yang setia Biarlah kurelakan cintaku pergi berlalu Tak kan kuselali meski kurasa hatiku pilu Dan kurasakan kini sakit bagai disayat sembilu Namun kuyakin esok cinta sejati kan bertalu Biarlah kurelakan cintaku pergi menjauh Kukuatkan hatiku senantiasa agar tak rapuh Kuyakin kelak rasa bahagia kan kutempuh Esok cinta sejati kan datang menyentuh (09 Desember 2012)

YANG HADIR DALAM PIKIRAN

Teringat akan suatu hari tentang sebuah pertemuan Pertemuan dimana dihidangkan suatu perjamuan Perjamuan yang nikmat tiada tara karena sebuah ramuan Ramuan yang diracik sedemikian rupa dengan keilmuan Perjamuan Allah kelak di syurga yang teramat istimewa Karena memang tak sembarangan dinikmati tiap-tiap jiwa Hanya bagi mereka saat di dunia beriman dan bertakwa Begitulah janji Allah yang tak pernah membuat kita kecewa Ada tanya dalam hati bisakah perjamuan itu ternikmati Sedangkan sampai kini belum persiapkan bekal yang berarti Bekal amalan yang akan kita bawa saat nanti kita mati Karena diri masih saja bergulat dengan sesuatu yang tak pasti Masih saja diri melakukan kesalahan saat melangkah Senantiasa tak bisa kendalikan diri setiap bertingkah Dengan kenikmatan dunia masih saja diri hendak serakah Padahal berniat hendak mencari sesuatu yang banyak berkah Duhai Rabb.... kepada-MU hamba berlindung Akan semua beban dalam hati yang terkandung Pula semua hasrat dalam ...

TAK MUDAH NAMUN TAK SULIT

Tak mudah mencari sesuatu yang hilang Meski telah lelah dan jauh diri bertualang Meski telah kita daki gunung tinggi menjulang Namun jika masih rezeki pasti dia akan pulang Tak mudah bagi kita mengejar impian Meski telah keluarkan banyak jampi-jampian Tak kan terjadi jika sekedar sebuah rumpian Namun jika keras hati mencapainya niscaya kan bertepian Tak mudah meraih sesuatu tanpa kerja keras Meski dalam doa air mata telah mengalir deras Hingga air mata mengering bagaikan telah diperas Namun akann terwujud jika doa dan upaya telah terkuras (08 Desember 2012)

KASIH-ku

Hanya pada KASIH-ku hati ini kan terus berlabuh Dengan dzikir iramanya senantiasa akan kutabuh Di waktu dzuhur, ashar, maghrib, isya hingga shubuh Hingga hati ini bangkit kembali saat dia kan rubuh Hanya pada KASIH-ku hati ini ridha dan rela Karena hanya DIA yang senantiasa datang membela Saat hati ini dirasuk kemarahan yang menggila Hingga bersihlah seketika dari noda dan cela Hanya pada KASIH-ku hati ini senantiasa tertambat Tak kan berkurang ikatannya meski banyak penghambat KASIH-NYA senantiasa dalam hati ini merambat Hinga senantiasa ada solusi saat hati ini mulai berdebat (07 Desember 2012)

CINTA KASIH

Cinta kasih yang tak pernah surut Senantiasa dalam jiwa selamanya larut Kemanapun melangkah senantiasa turut Meski cuaca berganti tak pernah mengkerut Cinta kasih yang tak pernah punah Dihempas badai dan gelombang tiada musnah Abadi selamanya hingga terkubur dalam tanah Karena telah dianggap sebagai amanah Cinta kasih yang tak pernah padam Jika terjadi salah paham tak ada rasa dendam Dengan balutan kasih sayang lalu diredam Yang oleh setiap insan didamba dan diidam (06 Desember 2012)

KASIH-NYA

Saat hati ini mulai gersang Kembali dengan KASIH-NYA kurangsang Karena KASIH-NYA tak pernah usang Meski puji dan puja belum terpasang Saat hati ini mulai rapuh kembali datang kepada-NYA datang bersimpuh KASIH-NYA adalah obat yang paling ampuh Dan akhirnya perjalanan dapat kembali kutempuh Saat hati mulai tak berdaya Kembali kuraih KASIH-NYA yang bercahaya Yang menerangi hati untuk menghasilkan banyak karya Lalu akhirnya dengan yakin hati kan kembali berjaya (06 Desember 2012)

MENGHALAU AMARAH

Saat mengingat akan segala sesuatu yang telah kuperbuat Sering saat melakukan tak bisa menahan emosi yang menggeliat Karena dorongan nafsu yang mendobrak hati dengan kuat Jika teringat sungguh malu rasanya mengikuti emosi yang mencuat Kuberlindung kepadamu Ya Allah dari segala bentuk nafsu amarah Karena tak ingin lagi olehnya kebaikan dalam diri musnah terjarah Yang akhirnya berbuat sesuatu yang membuat diri salah kaprah Dan lalu menjalani hiduppun menjadi tak lagi bergairah Kini kuupayakan semua itu tak kan lagi terjadi pada diri Tak kan kubiarkan amarah kembali bebas esok lusa menghampiri Tak kan kubebaskan kembali amarah dalam jiwa menari-nari  Kini jika dia datang kembali membawa kabar pasti akan kuhindari (05 Desember 2012)

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

Rahmat dan karunia Allah tak mungkin salah alamat Karena dari awal segala sesuatu olehNYA telah si format Tinggalah kuatkan doa, ikhtiar dan tawakal sampai tamat Ketiganya adalah jimat yang kan membawa selamat Rahmat dan karunia Allak tak mungkin akan tertukar Karena Olehnya bagi tiap-tiap jiwa besar dan banyaknya telah ditakar Lalu cara mendapatkannya ada yang dengan mudah ada juga yang sukar Namun dengan begitu jangan sekali-kali kepadaNYA berbuat ingkar Maka awalilah segala sesuatu dengan bismillah sebagai doa pembuka Agar saat kita melakukan segala ikhtiar tak ditingkahi dengan buruk sangka Jika terlebih dahulu dia bersemayam dalam hati segera kita seka Jangan sampai karena prasangka buruk lalu Allah menjadi murka (05 Desember 2012)

INNALILLAHII WA INNA ILAIHI RAAJI'UNJudul pos

Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah Waktunya telah ditentukan dan tak seorangpun bisa berkilah Kedatangannya sangat rahasia tak ada yang bisa menebak Sepintar apapun manusia tabir kematian tak dapat disibak Kematian sudah pasti terjadi pada makhluk yang bernyawa Tidak terkecuali sekalipun dia adalah seorang mahadewa Maka sudah tentu harus disiapkan pada tiap-tiap jiwa Berdoalah kepadaNYA semoga kelak mendapat tempat istimewa Kematian itu sudah pasti namun tak boleh kita meminta Meminta kematian supaya segera datang kepada kita Mengapa demikian, karena itu akan menjadi sebuah derita Persiapkan diri saja kematian datang membawa berita (03 Desember 2012)

SENGSARA MEMBAWA NIKMAT

Rasanya semakin sesak kurasa dalam dada Akan kebahagiaanku yang kini lagi-lagi tertunda Namun ini tak boleh menjauhkanku dari tawa dan canda Biarlah semua itu dalam hidupku menjadi irama dan nada Semoga semua ini menjadi pelajaran yang berharga Agar senantiasa hidupku dari kebodohan terjaga Meskipun teramat sakit kurasakan pada jiwa dan raga Seraya tetap berharap meraih bahagia yang tak terhingga Dan apa yang kini telah kujalani tak akan kusesali Dan akan tetap kujaga agar imanku utuh tak terbeli Oleh pikiran-pikiran buruk yang datang berkali-kali Agar tetap dalam keadaan terjaga hingga nanti kembali Aku percaya bahwa hidup ini memang tidaklah mudah Namun bukan berarti harus dijalani dengan rasa gundah Kuikhlaskan menjalaninya semoga ini menjadi ladang ibadah Dan akhirnya kelak kuraih kebahagiaan yang teramat indah Dan karena disampingNYA hidupku pasti penuh suka cita Walaupun sesekali hidupku diselingi dengan derita Kini semuanya kupasrahkan pada Sang Maha Penci...

SEMOGA.... AAMIIN

Bait demi bait yang telah kurangkai dan kutulis Tidak semua mewakili perasaan yang terlukis Selebihnya adalah perkiraanku dan pelajaran saja Yang melintas dalam pikiranku dengan tidak sengaja Bait yang kutulis adalah sebagai obat juga ibrah Sebagai penyumbat hati dari nafsu dan amarah Dengan begitu hati dan pikiran tak mudah dapat dijarah Lalu akhirnya pada kebaikan hati dan pikiran segera hijrah Bait yang kurangkai semoga menjadi sebuah ilmu Yang dengan aturan hidup telah diracik dan diramu Semoga membaca dan memaknainya tiada pernah jemu Walau kadang memahaminya pahit bagai menelan jamu Bait yang kurangkai semoga bisa jadi penghibur Dengan segala keyakinan dalam hati yang tumbuh subur Lalu ke dalam dinding hati, jiwa dan pikiran melebur Meski jiwa dan raga telah terbujur kaku dan terkubur Bait yang kurangkai semoga bisa menjadi sebuah pesan Selamanya terkenang karena dalam hati teramat berkesan Setiap saat meresapinya tak pernah jemu apalagi bosan Lalu menjadi...

OJEG PAYUNG

Inilah waktu yang sangat dinanti Saat hari terang lalu gelap berganti Lalu siapkan diri dengan yakin dan pasti Doa dalam hatipun dipanjat tiada henti Begitu tiba yang dinanti diapun bersorak Hatinya riang berjingkrak-jingkrak Dengan semangat derasnya hujan dia labrak Hanya demi uang lima rebu perak Tak peduli meski badannya basah kuyup Tak peduli meski air hujan banyak terhirup Asalkan lembar demi lembar uang dapat dia raup Bukan kesenangan semata tapi untuk pertahankan hidup (02 Desember 2012)

ARTI PANDANGAN MATA

Tak jarang mata salah melihat Sering karenanya berpikiran tak sehat Hanya melihat sekali lalu timbul rasa curiga Padahal belum tentu seperti yang diduga Tak jarang pandangan mata membuat salah arti Akibatnya timbullah rasa sakit di dasar hati Maka dari itu kita harus senantiasa berbaik sangka Agar hati kita karenanya tak pernah terluka Tak jarang pandangan mata diartikan sinis Begitulah jika tak berkenan kita lalu berikan vonis Coba saja bila kita memiliki hati yang bersih Niscaya kan terima apapun dengan penuh kasih Tak jarang pandangan mata diartikan benci Itu karena mata hati kita sedang terkunci Andai saja bisa kita terima dengan lapang dada Niscaya rasa apapun dalam dada kan tertunda Begitulah jika kedua mata kita sudah bicara Banyak sekali yang kita artikan meski dia tak bersuara Tinggal bagaimana kita pandai tatapan mata kita baca Insya Allah diantara manusia tak kan terjadi saling cerca (02 Desember 2012)

KUATLAH ENGKAU WAHAI PIKIRANKU

Jauh menerawang pikiranku berkelana Namun apa yang kupikirkan tak dapat kucerna Mungkin karena terlalu jauh menerawang Bagai layang-layang meliuk-liuk diawang-awang Tersadar diri lalu pikiranku kuajak pulang Tak baik terlalu lama pikiran jauh melanglang Bisa-bisa nanti terpengaruh pikiran yang buruk Lalu akhirnya pikiran terperosok terpuruk Lalu kualihkan pikiranku pada hal yang bermakna Agar kekuatan pikiranku tak hilang dan sirna Dan segera kuberikan pikiranku sebuah kekuatan Insya Allah dengan begitu tak akan terbujuk setan (02 Desember 2012)

IBRAH

Ketahuilah bahwa rahmat Allah itu sangat besar Namun mengapa masih banyak manusia yang gusar Ketahuilah bahwa rahmat Allah itu sangat banyak Namun mengapa manusia masih tak dapat tidur nyenyak Ketahuilah bahwa rahmat Allah tiada terhitung Namun mengapa hati manusia masih saja terkatung-katung Ketahuilah bahwa rahmat Allah tiada terukur Namun mengapa masih saja manusia kurang bersyukur Ketahuilah bahwa rahmat Allah nikmatnya tiada terkira Namun mengapa masih saja manusia merasa sengsara (02 Desember 2012)

DALAM PENGAKUAN DOSA

Lama mata ini tak dapat kupejam Menembus berbagai pikiran dengan tajam Kedalam bathin serasa menghujam Ini terjadi hingga berjam-jam Meski telah kucoba pejamkan mata Namun pikiranku masih saja terlunta-lunta Hampir seluruhnya terbawa tersita Sungguh ini bagiku sebuah derita Lalu kubasuh wajahku dengan air wudu Kualunkan ayat suci meski tak merdu Bersimpuh memohon doa dengan tawadu Melarutkanku pada malam nan syahdu Dan kubersujud diatas sajadah Memohon agar malam ini tiada gundah Biarlah masa yang lalu berlalu sudah Kini kan kusongsong masa depan yang indah Dalam pengakuan atas segala dosa Yang selama ini dalam diri lama berkuasa Lalu kumohon ampunan-NYA tanpa tersisa Agar lahir dan bathinku tiada tersiksa (02 Desember 2012)

JANGAN ADA RAGU LAGI

Masih belum juga untuk segera bergegas Bukankah ingin segera tunaikan tugas Tapi mengapa belum juga bersikap tegas Bagaimana bisa menjadi sosok penggagas Masih belum juga untuk segera beranjak Bukankah waktu berharga tak ingin terbajak Tapi mengapa dengannya tak bersikap bijak Bagaimana bisa menjadi sosok pengajak Masih belum juga untuk segera bangkit Bukankah enggan rasa malas pada diri berjangkit Tapi mengapa rasa malas semakin membukit Bagaimana bisa masa depan indah dapat dirakit (01 Desember 2012)

CERITA HARI-HARI KITA

Setiap hari bergulir cerita baru Dari yang biasa saja sampai cerita seru Diwarnai suka, duka ataupun haru Dengan bumbu salah atau keliru Ceritanya bergulir tanpa bisa kita cegah Begitu saja kepada kita dia datang dan singgah Tak kan pergi walau kedatangannya kita sanggah Kini Tinggal bagaimana cerita itu kita unggah Dari Itu kita sikapi cerita kita dengan bijaksana Jangan bersedih meskipun cita-cita belum terlaksana Ciptakan sesuatu yang membuat ceria buasana Jangan karena tak diinginkan lalu kita merana (01 Desember 2012)

HEY..... HEY..... HEY.....

Hey yang disana Yang duduk di singgasana Jangan terbuang jangan terlena Oleh pesona dunia yang fana Lalu engkau semena-mena  Hey yang disitu Yang duduk di kursi ratu Karena telah banyak mendapat restu Maka jangan pikiranmu buntu Agar tak menuai bermacam gerutu Hey hey coba dengar  Tentang suara hingar bingar Semakin hari semakin terdengat sangar Tapi kenapa engkau malah terjelengar Oh... mungkin engkau terserang jangar Hey hey coba lihat Disana sini banyak perbuatan jahat Setiap ada celah berbuat muslihat Tapi engkau malah diam istirahat Bagaimana bisa mencapai maslahat Hey hey coba rasa Dimana engkau sudah berjasa Untuk Kemakmuran bagi bangsa Yang diidamkan banyak massa Sebagai janjimu sebelum engkau berkuasa Hey hey segeralah sadar Sebelum kepercayaan luntur dan pudar Kepadamu kini umat bersandar Jadikan quran dan sunnah sebagai patokan dan standar Jika engkau salah tak usah lalu menghindar Hey hey mari kita benahi diri Yang sudah kita p...

BERAKHIRLAH SUDAH

Berakhirlah segala yang telah menjadi omong kosong Karena apa yang diperbincangkan tak bisa kita songsong Dan semuanya adalah hanya sebuah berita bohong Tak kan pernah bisa dibuktikan meskipun anjing melolong Berakhirlah segala yang telah menjadi sumber derita Karena itu akan menyebabkah tertumpahnya air mata Dan pandangan tentang masa depanpun menjadi gulita Mari awali kembali cerita baru dengan penuh suka cita Berakhirlah segala yang telah menjadi sumber kecewa Karena itu akan membuat hambar canda dan tawa Biarlah ke masa yang telah lalu semuanya terbawa Semoga tergantikanlah di esok hari yang lebih istimewa Berakhirlah segala yang telah menjadi sumber malapetaka Karena itu akan menyebabkan kita terlarut dalam duka Mari kini kita lebih berhati-hati saat bersangka dan beretika Agar tak ada lagi yang terluka dan tak kehilangan muka Berakhirlah segala yang telah menjadi sumber rasa benci Karena itu akan menyebabkan diantara kita saling caci Lalu akhirnya yang menj...

DUHAI PENJAGA HATI

Duhai penjaga hati... jangan biarkan hati ini dipenuhi rasa benci Kutakut rasa benci akan membuat hati ini menjadi terkunci Kutakut pula sungguh tak sanggup hati ini menuai banyak caci Kutakut karenanya dosa- dosa di masa lalu tak dapat tercuci Duhai penjaga hati... jangan biarkan hati ini ditumbuhi amarah Kutakut kebaikan yang telah ada oleh amarah musnah terjarah Kutakut kar ena amarah lalu menimbulkan pertumpahan darah Kutakut karenanya pula rahmat dan rezeki-MU tiada tercurah Duhai penjaga hati... jangan biarkan hati ini dirasuki rasa dengki Kutakut rasa dengki lalu hilang kenikmatan yang telah kumiliki Kutakut karenanya sulit bagiku mendapatkan banyak rezeki Kutakut pula menghambat jalan kebaikan saat kulangkahkan kaki (29 November 2012)

LUKA DALAM HATI

Pedih perih luka dalam hati Karena begitu lelahnya diri menanti  Menanti sesuatu yang tak pasti  Mungkinkah ini terbawa sampai mati Air matapun mengalir perlahan Dalam isak tangis yang tertahan Karena sesal yang tak berkesudahan Betapa diri telah salah menentukan pilihan Namun sesal kemudian tiada berguna Yakinkan diri gagal bukan sesuatu yang hina Hal Itu mengajarkan diri untuk lebih bijaksana Bahwa dari setiap kejadian pasti punya makna Kini saatnya untuk berbenah diri Agar dalam dada tak lagi terasa nyeri Jangan biarkan luka dalam hati menari-nari Biar tetap semangat menjalani hari-hari  Yakinkan pada diri suatu hati kan terwujud Segala cita dan harapan yang kita maksud Jauhkan dari hati rasa dengki dan hasud Agar doa yang terpanjat tiada mardud (29 November 2012)

BERITA KEPADA ANGIN

Pada angin yang riang berjelajah Menyambar lembut menyapu wajah Menyusup buluh nadi kadang terasa merujah Terasa dingin kedalam tulang sampai menujah Padahal belum sampai titik nol derajah Namun begitu kau tetap merejah Karena bagimu bukan berarti hendak menjajah Bagai ribuan semut hendak melawan gajah Pada angin yang mengembara Kubisikkan padanya dengan mesra Sekilas cerita tentang asmara Yang sering membuat jiwa bergelora Kadang pula membuat hati sengsara Bagai terkurung dalam penjara Namun tak jarang Indah tiada tara Hingga tak seorangpun merasa jera Pada angin yang berhembus perlahan Menyapaku dengan sebuah sentuhan Lalu kusampaikan sebuah keluhan Betapa banyak diri membuat kesalahan Hingga nyaris mengoyak dinding keutuhan Yang menimbulkan tangisan dan rintihan Sungguh ini adalah suatu kekalahan  Selalu saja ada permasalahan (28 November 2012)

TERJAGA DARI SEBUAH MIMPI

Pagiku terjaga dari sebuah mimpi Tiada berujung dan tiada bertepi Jiwapun seketika disergap rasa sepi Membawa semangat yang berapi-api Jiwa tertekan bagai diserang musuh Hati tak menentu terdengar rusuh Lalu jiwa dan pikiran segera kubasuh Biar tak terlihat kumuh dan lusuh Kutepis segala yang merasuk kalbu Tak kubiarkan pikiran buruk datang mencumbu Karena kan membuat jiwa dan pikiranku berdebu Lalu Mengalahkan semangat yang menggebu Kubiarkan senyum terus mengembang Biar tak terlihat jiwa diayun bimbang Karena tak ingin kudengar suara sumbang Yang membuat semangat rubuh dan tumbang Kubimbing hatiku agar tak lagi terpengaruh Dengan semangat jiwa kini kubertaruh Semua sirna tak berbekas meski separuh Dan bersemayamlah semangat yang bergemuruh (28 November 2012)

RASA YANG MEMBUAT SENGSARA

Merasuk dalam kalbu rasa cemburu Cemburu yang tiba-tiba datang menyeru Melesak ke dalam dada bagai sebuah peluru Menyebabkan rasa tiada menentu di segala penjuru Menggelitik dalam jrasa iri Tak tahu darimana tiba-tiba dia datang menghampiri Kuhibur diri agar rasa itu dalam hati tak menari-nari Dan tak berlama-lama rasa itu mengusik diri Menyelinap hadir dalam kalbu sebuah prasangka Prasangka buruk yang tiba-tiba datang menyeka Lalu kutepis karena takut menimbulkan luka Dan khawatir menyebabkan sebuah petaka (25 November 2012)