Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Harapanku

Takkan pernah berhenti aku berharap Harapanku kan selalu kupeluk kudekap Walau harus bersama harapanku daku terlelap Dan harapanku bukan sesuatu yang gemerlap Karena harapanku tak kan hilang dalam sekejap Harapanku kan kugenggam dalam setiap tarikan nafas Tak kan kubiarkan harapanku terurai terlepas Tak kan lapuk oleh waktu tak kan lekang panas Walau badai menerjang harapanku tak kan terhempas Dan tak sedikitpun harapanku kan terkelupas Harapanku bentuknya sangat sederhana Namun harapanku menggelegar membahana Walau kini harapanku tengah berkelana Karena harapanku ingin menjadi sosok bijaksana Tapi harapanku bukan sekedar tuk tebar pesona Harapanku semoga terwujud menjadi nyata Dalam hati kuberjanji harapanku kan kurawat kutata Dengan penuh perasaan cinta dan uraian air mata Dan takkan pernah kuberhenit tuk meminta Harapanku kan berkembang butir-butir cinta Aku bertahan hidup karena sebuah harapan Harapan yang tak pernah lepas dalam dekapan Dan takkan kulepa...

Ramadhan Kembali Pulang

Kini ramadhan benar-benar pulang Terasa ada sesuatu yang hilang Berkah dan rahmatNYA yang tak berbilang Yang tiada bersekat tiada pula berselang Dan kulihat kurasa hangat mentari Kini kusambut hari yang fitri Ada luka menganga yang terasa nyeri Karena diri belum bisa memberi Mari berjabat bersalaman tangan Kita sambut hari penuh kemenangan Walau dalam diri terasa ada kehilangan Namun biarlah ramadhan utuh dalam kenangan Kini saatnya kita saling bermaafan Dari segala macam dosa dan kekhilafan Agar jiwa kembali putih seperti kain kafan Dan hati tak lagi dilanda badai dan taufan Mari kita memohon maaf dari segala dosa Lalu memaafkan kesalahan tanpa tersisa Melakukan semuanya tanpa ada rasa terpaksa Semoga menjadi ringan diri kelak dari siksa (29 Agustus 2011)

Sambut Hari Kemenangan

Tuntas sudah kita laksanakan ibadah shaum Esok kita sambut kemenangan dengan penuh senyum Bukan dengan meriam yang berdentum Namun dengan jiwa yang fitri dan wangi harum Hari raya tiba senyumpun indah mengembang Hilang segala rasa khawatir juga bimbang Seiring kuncup mekar bunga yang berkembang Hingga mengalun merdu sebuah tembang Mari sucikan jiwa dengan berbagi zakat Agar jiwa antara kita terasa dekat Tiada berjarak tiada pula bersekat Terjalinlah kasih sayang yang erat terikat Gema takbir, tahlil dan tahmid berkumandang Hari raya lebaran kan segera bertandang Laksanakan shalat ied di tanah padang Bermaafan lalu menyantap sajian yang terhidang Semoga ibadah shaum kita menjadi mabrur Segala dosa kita menjadi musnah lebur Pahala amal berlimpah ruah bertabur Diampuni dosa oleh Sang Maha Ghafur (29 Agustus 2011)

LEBARAN HARI RAYA

Berlebaran kumpul sanak saudara Hilangkanlah segala duka lara Hiasi diri dengan riang gembira Agar derita tiada mendera Berlebaran penuh canda riang tawa Walau terselip sedikit rasa kecewa Senyumlah agar tiada noda dalam jiwa Di hari lebaran yang sangat istimewa Berlebaran di hari raya Tiada miskin tiada kaya menyambut dengan segala upaya berbagai cara berbagai gaya Berlebaran saatnya bersilaturahim Enyahkan dalam diri nafsu yang lalim Agar diri tidak menjadi dzalim Insyaallah terbebas dari neraka jahim Berlebaran sucikan lahir dan bathin Segala dosa dimasa lalu hingga kemarin Mari senantiasa silaturahim kita jalin Agar kelak hidup kita di akhirat terjamin (29  Agustus 2011)

Ramadhan…. Kulepas engkau dengan air mata

Satu hari lagi kita semua akan berpisah Dengan ramadhan yang menorehkan banyak kisah Menghilangkan semua rasa gundah dan gelisah Hingga seketika sirnalah  segala rasa resah Dan sejenak beranjak segudang keluh dan kesah Tergores sedih ramadhan kan segera melangkah Khawatir tiada lagi hidup ini penuh dengan berkah Hingga nanti lenyap senyum menawan yang merekah Terselip rasa takut tiada lagi cambuk dalam bertingkah Bimbang diri dikuasai dan dibelenggu oleh nafsu serakah Rabb… berkah ramadhan membuat aku banyak mengerti Bahwa hidup ini bukanlah sesuatu yang pasti Rabb….datangnya ramadhan akan selalu kunanti Senantiasa kurindukan jauh di dasar lubuk hati Saat ini, esok, lusa hingga nanti aku mati Ramadhan…. Berat hati kuijinkan engkau pergi Dengan harapan engkau kan datang kembali lagi Hingga dalam diri tiada terdengar sebuah elegi Dan aku kan terus senantiasa belajar dan berbagi Agar hidupku kelak menjauh dari rasa rugi Ramadhan…. Kulep...

Sebelum Semuanya Nanti Terlambat

Hati ini tiada bisa lagi tuk kuingkari Dalam dada terasa sakit dan begitu nyeri Luka dalam menganga sakitnya tiada terperi Lama kurasakan namun kini baru kusadari Ketika kurasa wajahku tiada lagi berseri Ketika luka dalam dada mulai bersarang Sakitnya melebihi tusukan sebilah parang Hati dan jiwaku mulai menerjang mengerang Aku bagai dalam gelap walau dalam terang Sesak kurasa bagai terhimpit batu karang Ketika kedasar hati dirimu mulai singgah Angkuh yang bersarang belum dapat kusergah Hati dan jiwaku belum jua dapat tergugah Walau dirimu terlihat begitu gagah Dengan kemilau cintamu nan megah Saat kakiku tak lagi dapat melangkah Ku merasa diri seakan hilang arah Walau segala cara telah ku kerah Haruskan aku berhenti dan menyerah ….? Atau aku diam saja lalu pasrah….? Kini sebelum semuanya nanti terlambat Kan kugenggam rasa yang berkelebat Kan kulepas rasa egois yang menyumbat Kubiarkan rasa cinta menjalar merambat Agar hati ini s...

Sebelum Waktuku Nanti Tiba

Bagaimana kelak nanti aku bisa pulang Sedang amalku masih saja belum berbilang Sepertinya amalku banyak yang menghilang Hari ke hari bukannya bertambah bahkan berkurang Akh…. Apa baik bila terus kuingat dan kuhitung Sedang diri hanya terdiam bagai patung Bagaimana kelak diri kan beruntung Bila hidup kini terlunta terkatung-katung Dapatkah kelak aku ringan melangkah tuk menghadap Dengan sedikit iman dalam dada yang mengendap Setelah sekian lama dalam hidup telah kusadap Namun banyak yang hilang karena penyakit yang kuidap Akh…. Sebelum waktu pergi berlalu Baiknya kusembuhkan penyakitku dulu Agar kelak tak kurintihkan jeritan pilu Karena sayatan berjuta sembilu Kini sebelum waktuku nanti tiba Sebelum kelak aku memelas menghiba Beramal ikhlas dan sabar akan kucoba Agar kelak dapat yang kudamba (12 Agustus 2011)

Biarkan Ku Bebas

Rasa hampa dalam jiwa mengendap bersarang Jiwaku terkurung mulai terasa mengerang Karena rasa enggan yang datang menyerang Jiwaku merintih meradang dalam perang Wahai enggan yang menyelimuti diri Enyahlah kau mengunci hati Aku tak ingin lagi kau rayu kau beri Biarkan aku bebas menghias hari Wahai enggan jangan lagi kau mengusik mengganggu Karena membuat jiwaku terbalut rasa ragu Aku tak mau lagi kau dendangkan sebuah lagu Karena aku tak ingin lagi kau datang membelenggu Bebaskan aku kini jangan lagi kau cengkeram Lepaskan aku jangan kau tikam kau karam Biarkan jiwaku selalu aman dan tenteram Agar kelak nanti hidupku tiada suram (12 Agustus 2011)

PadaMU Rabb.........

Dalam pangkuanMU jiwaku rebah Sekedar haturkan sujud dan sembah Aku ingin nikmat dan karuniaMU bertambah Dan menerima ujianMU dengan sabar dan tabah Dalam pelukanMU aku bertutur Cinta kepadaMU jangan biarkan luntur Izinkan aku tuk senantiasa bersyukur Atar rizkiMU yang tak bisa kuukur Dalam ridhoMU aku meminta Jangan biarkan aku berjalan terlunta-lunta Dalam lorong waktu yang gelap gulita Namun hidup penuh cinta tanpa air mata Dalam dekapanMU aku berharap Tak ingin hidupku dalam sunyi senyap Walau hanya dalam waktu sekejap Agar mataku dapat indah terlelap Dalam azabMU aku berlindung Karena takut azabMU tak dapat ku bendung Ampuni dosaku yang tinggi menggunung Agar kelak aku bisa bernaung (18 Juli 2011)

Mari Kita Berbenah

Masih saja hidup ini bertabur khilaf Dan setelah itu dengan mudah mengumbar kata maaf Namun masih saja diri belum sadar dan insyaf Memang di dunia ini tiada yang sempurna Tapi ingat tiada pula yang tak berguna Maka berkaryalah sebelum semuanya sirna Masih saja diri sulit menerima ujian Mungkin karena masih haus akan pujian Sedang ingin selamat di hari kemudian Mungkin karena masih silau dengan dunia yang gemerlap Hingga tak sadar dari mulut keluar tangis dan ratap Lupa dengan nikmat rezeki yang telah kita santap Maka, marilah segera kita semua tuk berbenah Mohon kepadaNYA hidup ini penuh dengan berkah Niscaya bahagia datang kepada kita dengan berlimpah (19 Juli 2011)

Ramadhan.... Ya.... Ramadhan....

Ramadhan… kau segera datang tuk mendekat Mari kawan segera sucikan hati luruskan niat Agar kita dapat jalani ramadhan dengan penuh nikmat Ramadhan… hadirmu senantiasa membawa berkah Menemani manusia dalam setiap gerak dan langkah Namun masih saja banyak manusia yang salah bertingkah Ramadhan… jangan kau cabut nikmat yang tertanam Hingga matahari terbit sampai kembali terbenam Selama tigapuluh hari tigapuluh malam Ramadhan… kedatanganmu telah sangat kunanti Dengan penuh semangat dan keikhlasan hati Bahagia yang kurasa dalam diri tak dapat terganti Ramadhan…. Jika nanti waktunya tiba Belenggu jiwaku dari godaan yang meraba Pasung hatiku dari umpatan yang menghiba (19 Juli 2011)

Aku Harus Yakin Mampu Dan Bisa Bangkit

Ku harus bangkit saat ku gagal Karena aku tak mau jauh tertinggal Walau kini harus nafasku tersengal-sengal Karena aku tak ingin asaku terpenggal Ku harus bisa lagi untuk bangkit Walau pasti kurasa ini akan sangat sulit Namun ku yakin hidup ini tak selamanya rumit Dan tak selamanya hidup kita pailit Ku harus bangkit dari situasi yang buruk Karena ku tak ingin lama terpuruk Dan kusadar ku tak boleh diam terduduk Rabb…. dipintuMU kembali aku mengetuk Ku harus mampu hadapi hidup yang penuh masalah Ku tak boleh lelah apalagi harus mengalah Ku yakin dibalik semua ini pasti ada hikmah Tak ada kasih Allah yang tak bisa kita jamah Ku harus yakin pasti semua bisa kuhadapi Badai kehidupan pasti akhirnya kan bertepi Asal kita tidak terlalu lena dalam buai mimpi Anggaplah masalah hidup ini adalah sebuah terapi (21 Juli 2011)

Masalah

Hidup ini senantiasa dihadapkan dengan masalah Masalah yang kadang membuat diri kita lemah Dan sering membuat diri kita menjadi lelah Begini salah… begitu juga salah Namun tak jarang masalah membuat diri kita kuat Apabila kepada Allah kita senantiasa taat Semua masalah yang dihadapi pasti kan terlewat Dan akhirnya sebuah masalah itu menjadi nikmat Masalah yang kuhadapi adalah masalah biasa Tapi dia hadir membuatku tambah dewasa Dan ku tak kan menyerah apalagi putus asa Karena itu nantinya kan membuatku binasa Masalah yang datang membuatku bijaksana Meski banyak rencana yang belum terlaksana Dan seringkali membuat kacau suasana Namun karenanya tak membuatku jadi merana Katanya masalah itu jalan cepat menuju sukses Walau kutahu pasti semuanya melalui banyak proses Karena sudah ketentuan meski kita keluarkan protes Dan kemungkinan banyak air mata mengalir menetes (21 Juli 2011)

Kini Aku Tak Mau Lagi

Kini aku tak mau lagi Menyanyikan sebuah elegi Biarkan aku tuk menjauh pergi Tuk menyambut datangnya esok pagi Kini aku tak mau lagi bersandiwara Agar tak kurasakan lagi duka lara Karena aku sudan bosan dan jera Dengan derita senantiasa datang mendera Kini aku tak mau lagi berdusta Memutarbalikkan setiap kata Dan tak kan lagi ada duka derita Yang bisa menguras derasnya air mata Kini aku tak mau lagi tuk sembunyi Karena aku tak mau hidup dalam sunyi Aku ingin hatiku selalu riang bernyanyi Walau tak ada suara tiada pula ada bunyi Kini aku tak mau lagi tuk membantah Akan sebuah nasehat dan pepatah Agarku menjauh dar hidup latah Yang membuat semangat menjadi patah (22 Juli 2011)

Akhirnya Hanya KepadaMU

Berada disampingMU adalah sebuah keinginan Ku mengharap ENGKAU kan senantiasa berkenan Ini adalah tentang aku dan sebuah permohonan Dijauhkan aku dari godaan syetan sekawanan Rabb… kabulkan tentang sebuah permintaan Sungguh ini bukan hanya sebatas perkataan Karena kuingin menjauh dari segala kemurkaan Yang kan membuat diri terperosok dalam penghinaan Rabb…. Aku adalah hamba yang tiada daya Yang seringkali hamba senantiasa terpedaya Walau telah kukerah segaya daya dan upaya Untuk senantiasa meraih nikmatmu yang Berjaya Rabb…. Jangan biarkan darimu aku menjauh Karena disisiMU akumerasa jiwaku teduh Walau diri bersimbah keringat dan peluh Tak sedikitpun aku merasa bosan dan mengeluh Rabb… dalam pelukanMU jiwaku terasa syahdu Ku dengar suara alam bernyanyi dengan merdu Rasa pahit kini tlah berganti menjadi manis madu Dan tak kurasakan lagi getir jiwa yang sendu Rabb…. bersamaMU langkahku tak lagi terasa berat Mengayun ringan dengan senyu...

Kematian

Ingatlah bahwa akan datang tentang cerita kematian Suatu saat dia kan datang dengan penuh kepastian Walau kita jauhkan dia dari sebuah penantian Sudah pasti dan yakin kepada kita dia akan datang….? Walau kita hadang dengan berbagai halang dan rintang Kita tidak tahu apakah pagi, siang atau petang Tinggallah kini kita persiapkan apa yang hendak kita bawa Agar kelak di alam sana kita tak mendapat kecewa KepadaNYA kita perkuat dan pertebal iman dan takwa (23 Juli 2011)

Karena Ibu Penuh Cinta

Ibu….. sebentar lagi kan tiba ramadhan Ibu….. kan kulenyapkan semua sedu sedan Agar tak lagi kurasa sengsara di badan Dan kuusir hilang segala yang menjadi beban Ibu….. ijinkan anakmu dikakimu bersujud Ibu….. ridhoilah jalan yang kumaksud Ibu….. telah kubuang jauh segala rasa hasud Karena aku ingin maksudku segera terwujud Ibu….. do’amu tiada henti kupinta Ibu….. tak ingin diriku hidup dalam derita Ibu….. jenuhnya aku hidup penuh air mata Namun aku masih kuat karena ibu penuh cinta (24 juli 2011)

CahayaMU

Cahaya diujung sana Nampak terlihat berkilau Hingga membuat mataku merasakan silau Namun itu hanya sebentar, karena aku lalu terpukau Oh…… rupanya cahaya itu datang dari surau Kudekati dengan penuh rasa galau Hatiku dag dig dug dihantui rasa risau Menemani langkahku yang tak dapat kuhalau Lama sudah tempat indah itu tak kujangkau Tak pernah kutinggalkan, dulu ketika masa yang lampau Kini kudatangi bila kudapati yang menghimbau Bagai dicucuk hidungnya seekor kerbau Dan bila kehidupanku kurasa kacau balau Rabb….. kini tak kan lagi kutinggalkan ENGKAU Selalu menyatu selamanya aku dan KAU Rabb….. ijinkan dan kabulkan apa yang kini kumau (24 Juli 2011)

Angin Malam

Ketika angin malam mulai berhembus Aku diam terpaku seolah terbius Karena dinginnya angin malam yang menembus Menembus kulit dengan sentuhan halus Saat angin malam datang membuai Membuai jiwa seakan lemah terkulai Entah kapan semuanya dimulai Tiada ingat karena hanyut dalam belai Dan saat angin malam mulai menusuk Belum juga diri diserang rasa kantuk Padahal jiwa sudah lelah dan suntuk Namun mata masih saja terbuka merajuk Dan ketika angin malam masih saja semilir Terasa darahku dingin berdesir Kurasakan disisiku engkau hadir Menyapa jiwaku yang kurasa getir (24 Juli 2011)

Ragu Dan Bimbang Yang Menyergap

Saat indah yang sempat kuharap Bersinar terang penuh gemerlap Namun kini dia hilang lenyap Lenyap sirna ditelan gelap Dalam gelap Nampak terasa sunyi senyap Sesekali terdengar lolongan anjing penuh ratap Membuat bathinku tiada bisa terlelap Nampak dia kacau hingga pasrah dicumbui rasa kalap Bibirku tak mampu lagi berucap Langkahku tak sanggup lagi tegap Ragaku terasa terpasung tersekap Pikirku tak mampu lagi tuk menyerap Mengapa semuanya datang hanya sekejap Padahal belum puas semuanya kutatap Belum sempat semuanya kucumbu kudekap Rasa ragu bimbang datang menyerbu menyergap (27 Juli 2011)

Permohonan Maaf Menjelang Ramadhan

Aku hanyalah manusia biasa Yang tak luput dari salah dan dosa Karena aku tak ingin tersiksa Maafkan aku jangan tunggu esok lusa Aku hanyalah insane yang lemah Yang senantiasa diserbu rasa salah Walau telah kuupayakan diri tuk memilah Namun diri selalu saja kalah Kini ampuni segala salah yang telah kubuat Aku tiada ingin segalanya terlambat Berikanlah maaf kepadaku selagi sempat Maafmu dalam dada kan senantiasa kusemat Kini, sebentar lagi ramadhan kan segera datang Mari dengan hati suci dan ikhlas kita jelang Segala godaan yang datang mari kita hadang Agar pada waktunya nanti jiwa kita akan menang Biar ibadah shaum kita menjadi mabrur Dan iman dalam dada kita tiada luntur Jangan lupa kepadaNYA senantiasa tuk bersyukur Dan sempatkan diri kita tuk bertafakur Ramadhan bulan yang penuh dengan suci Lenyapkan segala rasa muak rasa benci Agar tiada terlontar kata-kata yang mencaci Jadikan Al-Qur’an sebagai satu kunci Mari dengan semangat ramadhan kita sambut Da...

Lahirlah Jiwa-jiwa Baru

Ada yang berubah Sepertinya hendak rebah Lalu membuat jiwa resah Hingga keluar keluh kesah Membuat matapun menjadi basah Apa yang harus kubuat.....? Agar diri menjadi kuat Dan semuanya dapat terlewat Lalu kembali indah terawat Dan teraihlah satu nikmat Mungkin harus lebih sabar Salam dan sapa kembali ditebar Agar hilang rasa hambar Tiada suara penuh sesumbar Kerusuhan tiada lagi berkobar Lahirlah jiwa-jiwa baru Hanyutkan segala rasa keliru Enyahkanlah rasa seteru Lantanglah kita berseru Tentang kebaikan kesegala penjuru (29 Juli 2011)

Mohon Ampun Khilaf Dan Salah

Saat diriku ke dunia ini terlahir Tiada sempat dalam benak aku berpikir Hingga tiada pernah terpikir dalam jiwa rasa khawatir Tiada pula muncul perasaan gentar juga rasa getir Tiada sadar bila dunia ini akan berakhir Kini setelah terlahir diri kedunia Kumerasa banyak waktu yang terbuang sia-sia Hidup hanya mengeluh hingga hilang rasa ceria Mungkin inilah kebanyakan dari sifat manusia Tiada sadar Allah tebarkan berjuta berkah dan karunia Setelah diri beranjak dewasa Tersadar diri berlumur dengan dosa Sempatkah diri bertaubat hingga dosa tiada tersisa…? Sebelum diri nanti menjadi hancur dalam binasa Karena tak ingin kelak aku menanggung siksa Baru terlambat segalanya kumengerti Apa yang tengah menimpa gejolak dalam diri Tiada baik semua ini tuk kusesali Apalagi aku harus menjerit meratapi Sebaiknya segera diri ini kubenahi Kini kembali kepadaMU aku datang Ya Allah Dengan membawa segudang khilaf dan salah Karena dihadapanMU aku tak dapa...

Tak Ingin Jiwaku Terpasung

Ada rasa yang tak terbendung Dengan banyak makna yang terkandung Karenanya daku ingin segera berlindung Karena takut daku jauh tersandung Makin terasa keras degup jantung Berdenyut tiada dapat kuhitung Rabb…. Tiada ingin dalu terkatung-katung Karena kan menjauhkanku dari sifat untung Ada resah yang membuatku murung Jiwaku terkungkung bagai terkurung Bagaimana lautan hidup kan kuarung Bila kumasih terkurung dalam tempurung Resahku pasti kan berujung Keyakinan kan tinggi kujunjung Kubiarkan dia kan selalu datang berkunjung Tapi bukan maksudku untuk dipuja disanjung Kini rasa gairah kan kuusung Benak dalam dada kan kubusung Agar jiwaku tak lagi terpasung Kan kupijak dunia hingga berlesung (18 Oktober 2011)

DariMU Rabb..........

Ada harum yang menebar Yang mengusung sebuah kabar Kabar dari Yang Maha Benar Kebenaran yang membuat jiwaku bergetar Kubiarkan dia kan senantiasa mekar Dalam dada hingga tak lagi berdebar Dan kuharap kan mengusir rasa gusar Agar hidup senantiasa tegar Ada kilau yang berarak Membuat suasana semarak Menyinari dinding dan barak Tak peduli suaraku serak Aku gembira berteriak Bathinku makin bersorak Sungguh denganMU tiada berjarak Tak ingin jauh dariMU tuk beranjak Ada suara tanpa wujud Mungkin itu teguran Sang Maha Mahmud Walau ku tak tahu apa yang ENGKAU maksud Aku segera sembahkan ampunan dengan sujud Jauhkanlah hamba dari segala sifat hasud Ampunkan hamba dari segala sifat jumud Agar apa yang kuinginkan segera terwujud Dan do’aku dihadapanMU tak lagi mardud (18 Oktober 2011)

Embun Penyejuk

Sering dalam diri muncul rasa sesal Hingga membuat diri jengah dan kesal Namun tak pernah kutahu pula apa pasal Walau kuambil satu contoh tuk dibuat misal Kutahu hidup ini tiada kekal Suatu hari nanti pasti kan dijemput ajal Namun saat ini ku belum punya bekal Selalu saja terlena tuk berbuat amal Kurasa jiwaku sedang dilanda kemarau Bukan karena suaraku yang serak parau Namun hidupku yang senantiasa dilanda galau Karena tak terjangkau indah dunia yang berkilau Dunia yang penuh dengan gemerlap Sekejap berubah terasa gelap Bukan karena disihir atau disulap Tapi karena diri telah kalap Kini harus kucari embun penyejuk Yang bisa membawa hidupku penuh petunjuk Tapi bukan untuk melentikkan jari telunjuk Bukan pula tuk hidup penuh merajuk (18 Oktober 2011)

Ikhtilaf

Dalam setiap perkumpulan wajarlah bila terdapat ikhtilaf Karenanya janganlah menjadi tegang urat-urat syaraf Saling menghargai dan saling memberi maaf Karena itu bukanlah suatu salah ataupun khilaf Dalam suatu ikhtilaf pasti kan banyak manfaat Karena ikhtilaf bukanlah suatu dosa atau khilaf Segeralah berembuk agar terdapat mufakat disuatu saat Dan semoga di akhirat kelak kita mendapat syafaat Ikhtilaf bukanlah sesuatu yang sesat Ikhtilaf juga bukanlah sesuatu yang jahat Wajarlah terdapat ikhtilaf dalam debat pendapat Dalam ikhtilaf niscaya terdapat rahmat (02 Agustus 2011)

Rasa Yang Tak Kan Lapuk

Dalam diam rasa itu hadir dan singgah Rasa yang membuat jiwaku terusik tergugah Oleh seruanMU yang Maha hebat Maha Gagah Kurasakan begitu dahsyat dan megah Rasa yang telah hadir kan kusematkan dalam dada Kan kuhembuskan cinta agar dia senantiasa bernada Tak kan kubiarkan dia hitam ternoda Kan kuasingkan dia dari segalam macam goda Rasa itu kan kutanam lalu kupupuk Agar dia tak layu dan tiada lapuk Biar dia menjadi berkembang lalu bertumpuk Dan kujamin takkan melempem bagai kerupuk Kucoba kenali rasa itu dalam alunan dzikir Kubiarkan dalam diri indah terukir Dan tak kuijinkan jiwaku pergi mangkir Dan tak kubiarkan kalbuku dalam fakir Dalam sunyi rasa itu kan kueratkan dalam dekap Tak kan kulepaskan walau hanya sekejap Dalam ramai tak kan kubiarkan jiwaku senyap Agar rasa dalam dada tiada berlalu dan lenyap (18 Oktober 2011)

Serba Serbi Hidup

Hidup ini sungguh banyak berkah Senantiasa ada istirahat jika kita lelah Ada penghibur jika kita dilanda resah Ada maaf jika kita berbuat salah Hidup ini sungguh terasa nikmat Bila rezeki didapat dari hasil keringat Tiada peduli panas mentari yang menyengat Hasil didapat hilanglah rasa penat Hidup ini bisa sulit bisa juga mudah Yang penting jangan tinggalkan ibadah Segalanya akan terasa sangat indah Indah di mata nikmat pula dilidah Hidup ini kan lebih bermakna Bila sikap kita menjadi bijaksana Kan terasa nyaman suasana Walau ada yang belum terlaksana Hidup jangan pernah dibuat sulit Karena masalah sepele kan menjadi rumit Ruang lapang kan terasa sempit Badan sehat pun akan menjadi sakit Hidup ini tiada lain tiada bukan yaitu tuk berserah Tapi bukan berarti hidup ini untu pasrah Walaupun hidup kita senantiasa susah Dan janganlah karena susah kita menyerah Hidup ini adalah untuk beribadah Dan kepadaNYA-lah kita merendah Pasti hidup ini kan banyak berfae...

Tentang Shaum

Shaum itu menahan diri dari segala sesuatu Yang telah dibatasi dengan waktu Dijaga dengan syarat-syarat tertentu Namun tujuannya hanyalah Satu Shaum itu bukan Cuma menahan lapar Bukan pula karena shaum kita menjadi terkapar Tapi tuk menggapai ridlo Sang Maha Akbar Maka dari itu jalanilah dengan penuh sabar Hindari diri dari sesuatu yang membatalkan shaum Tetap senantiasa beraktivitas jangan sampai vakum Carilah ilmu agar kita menjadi lebih mafhum Dan kita terhindar dari sifat yang dimaklum Orang yang shaum dimohonkan ampun oleh malaikat Ampunan dari dosa-dosa kita yang telah terlewat Dan di malam hari ramadhan tetap menegakkan shalat Dengan shaum pula kan mendapat syafaat di hari kiamat Tahukah… dengan shaum pula kita menjadi sehat Karena kita melakukannya dengan waktu yang tepat Dan kita melakukannya sesuai tuntunan syari’at Semoga kan selamat didunia juga selamat di akhirat (02 Agustus 2011)

Untuk Direnungkan

Allah tidak menjanjikan langit itu selalu biru Namun dengan Rohman DIA bersama kita selalu Dengan Rohimnya kita dibuat selalu merindu DIA tidak sekedar membujuk merayu Allah juga tidak menjanjikan bunga selalu mekar Namun karena cintaNYA kita menjadi kekar Ini bukan sekedar canda ataupun kelakar Karena kita yakin cinta Allah tak kan tertukar Karena disetiap badai pasti kan ada pelangi Disetiap mulut yang shaum ada bau wangi Dari terbit mentari hingga terbenam matahari Begitulah kepada kita Allah berjanji Selalu ada senyum di setiap tetes air mata ini bukan sekedar khayal tapi sungguh nyata Semua terjadi karena iman yang tertata Dan akhirnya hidup menjadi suka cita Dan disetiap cobaan pasti selalu ada berkah Maka niatkanlah yang baik jika hendak melangkah Jaga senantiasa kata, sikap dalam bertingkah Dan hindari diri dari sifah serakah (02 Agustus 2011)

Surat Tentang Kematian

Ketika kubaca tentang surat kematian Air mata dipipi mengalir perlahan Kubayangkan kelak dialam kubur aku kesepian Siapa nanti yang bisa untuk menemani Seorang diri di alam kubur aku tiada berani Bagaimana bisa nanti aku kan menjalani Pak ustad bilang aka nada yang menemani kita Jika amal kita baik kita akan penuh suka cita Tapi jika amal kita buruk niscaya kan menderita Pak ustad bilang jika mati harus punya bekal Sebagai amalan yang akan diperhitungkan di alam kekal Aku belum punya bekal, itu tak kusangkal Bekal apa yang nanti harus kubawa…? Agar kelak dialam kekal aku tiada kecewa Kata pa ustad bekal yang baik itu iman dan takwa Hm… indahnya bila kudapat iman dan takwa…? Jika aku dapat kan kusemat didalam jiwa Agar kelak tak kelabakan jika aku didakwa Pak ustad bilang kita harus siap jika kematian itu datang Karena kematian hadirnya tak bisa kita ditentang Apakah dia datang diwaktu pagi ataupun petang (02 Agustus 2011)

Yuk Kita Taubat........!!!!!!!!!

Sebelum matahari terbit dari barat Mari segera kita tuk bertaubat Jangan sampai kita menjadi makhluk yang laknat Ingatlah siksaan Allah itu sangatlah dahsyat Marilah segera kita datang kepadaNYA jangan ditunda Agar senantiasa iman dan takwa melekat dalam dada Jaga dan rawat jangan sampai dia ternoda Agar kelak tiada menyesal setelah masuk keranda Allah Maha luas akan ampun dan maaf Dari segala dosa dan khilaf Allah juga menguatkan yang dhoif Karena Allah adalah Ar-Ra’uf (02 Agustus 2011)

Hikmah

Dalam setiap kesulitan yakinlah akan ada kemudahan Bila dapat menghadang kesulitan itulah keindahan Jangan jadikan kesulitan sebagai lading kemarahan Karena kemarahan kan menjadikan suatu kegelisahan Dalam setiap kegagalan pasti ka nada keberhasilan Jangan jadikan kegagalan sebagai satu kekesalan Karena suatu saat kan timbul suatu penyesalan Ingatlah bahwa kegagalan bukan suatu kejanggalan Dalam setiap kesalahan pasti ada kebenaran Mungkin itu adalan suatu teguran Yang bisa kita diambil sebagai pelajaran Jangan jadikan ia sebagai satu tamparan (02 Agustus 2011)

Renungan

Allah kan menjadikan kesedihan sebagai satu kelapangan Jika kita senantiasa beristighfar dalam kebimbangan Dan kta menghindari dari segala larangan Allah menerima taubat dan kesalahan manusia Semua manusia tidak terkecuali dan tidak melihat usia Bukan hanya dari Indonesia atau dari Negara Rusia Allah menerima taubat sebelum sampai kerongkongan Ini adalah suatu kebenaran bukan sekedar kebohongan Maka dari itu segeralah lepas segala kesombongan Allah tidak membeda-bedakan manusia jika menolong Meminta kepada Allah tidak perlu dengan menyokong Oleh karena itu kasih sayangNYA Mari kita songsong Allah mewajibkan shaum dan menyunahkan shalat malam Dan mengampuni dosa manusia disetiap akhir malam Allah menyebarkan kasih sayangNYA ke penjuru alam (02 Agustus 2011)

Shaum Ramadhan

Bulan ramadhan bulan yang penuh dengan nikmat Bulan dibukanya pintu-pintu rahmat Bulan diikat para syetan dan jin-jin yang jahat Bulan dibukakan pintu syurga yang merapat Itu apabila shaum kita dapat Bulan ramadhan bulan penuh dengan berkah Bulan dimana didalam ditemukan banyak hikmah Bulan dimana kasih sayang Allah amat berlimpah Bulan dimana amal ibadah kita bertambah Itu apabila shaum kita dilakukan karena ibadah Bulan ramadhan bulan penuh ampunan Bulan dimana bertambah rasa keimanan Bulan dimana mempererat pertemanan Bulan dimana terjalin kerukunan Itu apabila dilakukan sesuai tuntunan Bulan ramadhan bulan penuh kemenangan Bulan dimana tak ada lagi kesenjangan Bulan dimana mengendur suatu ketegangan Bulan dimana penuh rintangan dan tantangan Itu apabila dilakukak sesuai keterangan (02 Agustus 2011)

Tentang Hati

Hati kita kadang susah tuk menerima nasehat Sepertinya tuk menerima kebaikan tiada sempat Padahal kepada kebaikan akan begitu dekat Itu karena hati kita dikuasai nafsu yang bejat Hati seringkali menuntun kita kepada rasa tegar Itu karena dalam diri kita terselip rasa sabar Kadang pula hati membuat diri kita menjadi gentar Itu karena rasa takut dalam dada yang menyebar Hati seringkali mengobarkan rasa amarah Sepertinya setiap saat dilingkupi rasa susah Dan kebahagianpun seperti terampas terjarah Itu karena kepadaNYA kita kurang berserah Dalam hati seringkali hadir rasa jenuh Hingga terciptalah suasana yang keruh Itu karena denganNYA kita telah jauh Mari segera kepadaNYA hati kita berlabuh Sesungguhnya hati kita sangatlah lembut Dia putih tak berselubung kabut Bila namaNYA senantiasa kita sebut Dan terhindarlah kita dari berbagai kemelut (02 Agustus 2011)

Sekedar Berbagi Menunggu buka shaum

Di dalam Al Qur’an tiada lagi suatu keraguan Menemani langkah kita tuk menggapai tujuan Menunjukkan jalan hidup kita dengan seruan Bacalah dia niscaya mencairkan suatu kebekuan Dan takkan lagi dalam diri terdapat kekakuan Menuntun kita dalam bertindak juga berkelakuan Juga menuntun kita ke arah kemajuan Yakinlah bahwa dalam diri kita terdapat kemampuan Niscaya bila kita mengalunkannya kan ada kerinduan Lantunkanlah setiap saat sekalipun beranjak keperaduan Jadikan dia disetiap kesempatan sebagai jamuan Akan meriahkan suasana saat kita alami kebisuan Akan mengusir kita saat diri dilanda kejemuan Dengannya niscaya hilang dalam dada kepiluan Mari jadikan dia sebagai tameng terhadap rayuan Rayuan syetan yang senantiasa penuh kepalsuan (03 Agustus 2011)

IBRAH

Jangan sekali-kali kehidupan ini kita sesali Sesalilah jika kita tak beramal hari ini Untuk bekal kita diakhirat nanti Tempat dimana kita semua kan kembali Kehidupan bukan untuk disesali tapi tuk dihadapi Ayo, segeralah bangun jangan lama-lama bermimpi Hadapi kehidupan ini selagi dia belum bertepi Mulai kini tuk membuka hati jangan lagi ada yang ditutupi Syukurilah kehidupan kita sekarang Kehidupan yang sedang dan tengah kita jelang Buatlah seluruh kehidupan kita menjadi terang Insyaalloh di dunia senang di akhirat menang Kehidupan ini berputar bagaikan sebuah roda Kita tak tahu apakah diatas atau dibawah kita berada Yang penting bagi kita tanamkan iman didada Agar badai kehidupan tak datang melanda Nah buatlah hidup kita menjadi lebih bermanfaat Sebelum ajal kita menghadapi sekarat Sebelum juga semuanya menjadi terlambat Agar kelak mendapat tempat yang nikmat di akhirat (03 Agustus 2011)

Antara Kita Dan Allah

Antara kita dan Allah tiada berbatas Tiada jarak tiada pula kelas Namun mengapa kita belum jua ikhlas Masih saja merasa diri kurang pantas Antara kita dan Allah sangatlah dekat Tiada berjarak tiada pula bersekat Namun mengapa iman kita belum jua meningkat Senantiasa merasa kurang dengan apa yang kita dapat Allah sangat dekat di dalam dada Semua sama dihadapan Allah tiada berbeda Namun mengapa masih saja kita mudah tergoda Hingga jiwa kita menjadi hitam penuh noda Antara kita dan Allah tiada berjarak Sangat dekat hingga tak perlu beranjak Namun masih saja kita salah dalam berpijak MelupakanNYA hingga diri hilang kontak Allah itu Maha Welas Maha Asih Maha luas atas cinta dan kasih Namun mengapa kita sering merasa tersisih Itu mungkin hati kita belum jua bersih (03 Agustus 2011)

Tentang Syurga dan Neraka

Takwa dan akhlak baik yang memasukkan kita ke surga Ini bukanlah suatu prasangka ataupun praduga Tentunya bila keduanya sampai akhir hayat terjaga Syirik dan licik yang memasukkan kita ke neraka Bukan karena suatu praduga juga bukan prasangka Segeralah bertaubat sebelum datang angkara murka Diceritakan syurga adalah tempat yang paling indah Berlaku untuk manusia yang taat dalam beribadah Dan senantiasa menghiasi diri dengan akhlak mahmudah Diceritakan neraka adalah seburuk-buruknya tempat Berlaku untuk orang yang berbuat keji dan laknat Yang tak bisa menahan amarah serta nafsu yang bejat Kita kan berada di syurga atau neraka tergantung amal Bukan karena berdasarkan ahli nujum yang meramal Tapi karena amal yang kita perbuat sebagai bekal (03 Agustus 2011)