Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

MEDITASI

Separuh jiwaku terasa kumuh Seolah telah kalah diserang musuh Yang bersarang menghuni tubuh Mungkin karena dariNYA menjauh Jiwaku mulai lusuh Karena terlalu sering mengeluh Segera kini kusiapkan tuk berlabuh Datang kepadaNYA tuk bersimpuh Rasanya jiwaku tinggal separuh Sepertinya dia tengah selingkuh Hingga tergoyah tiada teguh Ijinkan ampunanMU kurengkuh Kini diri tak lagi rapuh Sukma-pun tak terlihat keruh Jiwa terasa begitu teduh  Karena dengan cintaNYA telah terbasuh Kini kalbuku tak lagi rusuh Dan setiap tetes peluh Tak lagi terlihat jenuh Karena dengan kasihNYA telah disentuh Jiwaku telah kembali utuh Tak kan kubiarkan dia runtuh Karena aku tak mau terjatuh Kubiarkan AsmaNYA bertalu bertabuh Jiwaku kujaga dengan sungguh Biar dia tak lagi rubuh Senantiasa selamanya tangguh Dan tak kan kubiarkan dia melenguh (27 Januari 2012)

SEMALAM DI PANTAI PANGUMBAHAN

Sejenak tinggalkan pesona kemewahan duniawi yang bergelimang Berjalan telusuri pantai ditemani cahaya bulan remang-remang Rasa cemas menyerang menyelinap dalam jiwa yang gamang Namun kutepiskan rasa cemas agar bisa melangkah dengan tenang Suasana hening tak ada kata-kata walau sekedar celoteh yang berguman Namun tiba-tiba cemas menyerang seakan diri dalam cengkeraman Belum jua apa yang kuharapkan kuraih dalam genggaman Angin badai berhembus kencang bagaikan muntahkan kecaman Gelap malam yang pekat diri dicengkeram dihadang ketakutan Diiringi kerasnya deburan ombak bergemuruh seolah bersahutan Tak kuasa memandang gulungan ombak diluasnya hamparan lautan Hanya rasa cemas mencekam seiring tangisan dan jeritan Hujan deras disertai sahutan petir dan angin badai Disaat seperti itu tak lagi bisa diri bersikap santai Langkah kaki terasa berat hingga jalanpun terasa gontai Galau merajai hati teringat diri masih saja kepadaNYA lalai Dan lalu diri segera beranjak menjauh deng...

TERSENYUMLAH

Tahukah rasanya bila kita dilempar tersenyum Rasanya meresap kedalam sukma meski dikulum Lebih berarti dibanding bunga yang berkuntum Ibarat menikmati buah yang terlihat ranum Senyum itu amalan sederhana tanpa mengeluarkan biaya Dengan senyum membuat wajah kita Nampak bercahaya Cahayanya lebih bersinar bila dibandingkan sinar sang surya Kebahagiaan dan kesehatan jiwa akan lebih berjaya Kita tahu bahwa senyum itu adalah ibadah Amalan paling sederhana dan sangat mudah Bila senyum mengembang maka hilang rasa gundah Dan kehidupan dunia ini akan sangat terasa indah (25 Januari 2012)

MALAM NAN SYAHDU

Dan kembali malampun datang merayap Matahari perlahanm-lahan sinarnya lenyap Bergantilah keadaan suasana nan sunyi senyap Seolah letih bagai burung enggan kepakkan sayap Tak ada lagi hingar bingar dan juga hiruk pikuk Hilang lenyap alam pikiran diserang beribu rasa kantuk Tiba waktunya bertualang di alam mimpi semalam suntuk Namun sempatkan waktu kepadaNYA tuk datang mengetuk Mengetuk memohon kepadanya terselip perasaan syahdu Syahdu rasanya bila datang kepada Allah hendak mengadu Mengadukan hasrat hati kepadaNYA agar senantiasa dirindu Dirindu sang pencipta selamanya hingga jasad diusung tandu (24 Januari 2012)

PERTANYAAN BUAT SANG PEMIMPIN

Terlihat tubuhnya yang hitam kurus hebat menggelepar Bagaikan seekor ikan di tepi pantai yang terdampar Rupanya dia kesakitan menahan perutnya yang lapar Tidakkah wahai sang pemimpin dirimu tertampar Terlihat tubuhnya membungkuk mengais-ngais bak sampah Berharap banyak semoga ia mendapatkan sisa-sisa remah Senyum kecut terpampang dari wajahnya yang lemah Tidakkah wahai sang pemimpin hatimu luluh terjamah Meski panas meski hujan dia tetap duduk tak bergeming Ditemani kaleng rombeng berisikan recehan berkeping-keping Dia segera beranjak jika malam telah dating bersanding Wahai sang pemimpin apakah dia bukan sesuatu yang penting Beralaskan kardus bekas dia duduk terkantuk-kantuk Sesekali terdengar darinya suara serak terbatuk batuk Menunggu dan menunggu belas kasihan hingga suntuk Wahai sang pemimpin tidakkah nuranimu terketuk Itulah gelandangan dan pengemis ketika dia berulah Nampaknya dengan kerasnya kehidupan dia telah kalah Hingga tak peduli apa yang dilakukanny...

MELIHAT KE BAWAH

Sudah menjadi takdir bahwa kehidupan dunia ini berputar Masing-masing manusia dengan rezekinya telah tertakar Jangan cemas jangan takut semuanya tak akan tertukar Kini kita sebagai manusia kepada Allah tak boleh ingkar Maka kepada Allah kita semua wajib untuk bersyukur Atas Karunia dan Rahmat Allah yang tak dapat diukur Jangan sampai karena kesombongan kita, menjadi kufur Tahukah kufur kan membuat hidup kita jatuh tersungkur Jangan lupa untuk senantiasa melihat ke bawah Agar kita tak mendambakan kehidupan yang mewah Biarlah sederhana tapi ketenteraman bathin terjamah Dengan jiwa yang dihiasi akhlakul karimah (24 Januari 2012)

WAHAI HAWA

Wahai hawa Telah ditakdirkan kita menjadi sosok yang lemah Namun bukan berarti kita tak berarti bagai remah Kita akan menjadi kuat dengan sikap kita yang ramah Bentengi diri kita dengan iman agar sulit untuk dijamah Wahai hawa Jaga diri kita dalam bertingkah dan bersikap Tatakrama jangan dilupakan ketika kita berucap Jangan karena tingkah, sikap dan ucap kelak kita meratap Jangan pula karena ketiganya kita kelak terperangkap Wahai hawa Jaga hasrat kita dari kemewahan dunia Karena semua itu bukan jalan kita tuk bahagia Jalan bahagia adalah dengan kita berakhlak mulia Insaallah senantiasa Allah melimpahkan karunia Wahai hawa Kita tahu kehidupan dunia ini tidaklah kekal Pertebal iman kita untuk kita jadikan bekal Agar di akhirat kelak kita tidak kena cekal Karena di akhirat kita tak bisa menyangkal Wahai hawa Mari dari sekarang diri ini segera kita benahi Hanya dengan iman dan takwa diri kita dipenuhi Biarlah dari sekarang dengan nafsu kita berkelahi Agar kela...

PERTEMUAN

Setiap pertemuan akan berujung perpisahan Bukan berarti untuk membuatmu dalam kegelisahan Apalagi menenggelamkan dirimu dalam keresahan Namun perpisahan itu hendaknya tuk menjaga keutuhan Setiap pertemuan buatlah menjadi penuh kesan Indah menawan bagai bidadari dalam lukisan Jangan coba mengukir didalamnya guratan keculasan Hingga meneteskan air mata pedih dalam setiap tetesan Setiap pertemuan jadikanlah kesempatan emas Dengan keharmonisan pertemuan itu kemas Ikat dengan cinta dan kasih sayang sebagai pelumas Agar bila kita kelak berpisah tak diliputi rasa cemas (21 Januari 2012)

IJINKAN AKU

Ijinkan kubasuh luka didadamu yang bersarang Biar tak kudengar engkau merintih mengerang Semoga karena aku rasa itu sedikit berkurang Bahkan kuingin hilang sirna tak berkarang  Ijinkan aku menghapus kesedihan yang kau rasa  Akan kuhapus kesedihan yang kau rasa tanpa sisa Dan tak akan kutunggu sampai esok atau lusa Agar kulihat engkau gembira hingga akhir masa Ijinkan kutulis hari-harimu penuh bahagia Aku ingin menjadi sahabatmu yang paling setia Karena aku ingin melihatmu senantiasa ceria Selamanya hingga kelak kita tutup usia Ijinkan kuselami hatimu hingga kedasar Biar kutahu apa yang membuat dirimu gusar Dan tak akan pernah kepadamu berlaku kasar Kubalutkan kasihku sebagai obat penawar Ijinkan kuukir namamu dilubuk hati Terukir indah dan tak akan terganti Mulai saat kini dan hingga nanti Bahkan sampai aku nanti mati (20 Januari 2012)

SANG WAKTU

Pepatah bilang waktu adalah uang Namun sering kita abaikan waktu luang Hingga banyak sudah waktu yang terbuang Padahal tidak mudah mendapatkan sebuah peluang Bisakah kembali memutar waktu ke masa lalu Kan kuindahkan detik demi detik yang berlalu Tak kan kusia-siakan agar kelak aku tak pilu Ku janji setiap detiknya kumanfaatkan selalu Namun tak mungkin waktu yang lalu kembali pulang Dan tak mungkin pula ke masa lalu aku berpetualang Waktu yang lalu jelaslah dia sudah menghilang Yang pasti setiap saat dia kan datang mengulang Sang waktu… kepada diriku naku berjanji Tak kan lagi kusiakan waktu yang tersaji Agar aku bisa kibarkan megahnya kibaran panji Panji Illahiy yang kupuja dan kupuji Sang waktu… berikanlah aku kesempatan Jangan biarkan aku tersekap dalam kesempitan Yang membawa aku ke dalam kesesatan Hingga menjauhkan diri ini dalam kenikmatan  (21 Januari 2012)

INDAHNYA DIBALIK KESULITAN

Aku paham bahwa hidup ini penuh dengan kesulitan Kesulitan karena diterjang berbagai macam himpitan Seringkali menetes air mata ini karena rasa kesakitan Namun bukan berarti bahwa ini merupakan kesempitan Aku yakin setelah kesulitan akan tibalah kemudahan Yakin bahwa segala sesuatu akan berkesudahan Dan akhirnya akan bersanding dengan keindahan Itu pemberian Sang Pencipta dengan segala kemurahan Aku percaya tak selamanya kesulitan datang menghimpit Dan rasanya tak usahlah diri teriak melolong menjerit Karena hal itu tak kan menghilangkan rasa sakit Satu saat pasti kebahagiaan datang tuk menggamit (19 Januari 2012)

PERBEDAAN

Hidup ditakdirkan ada banyak perbedaan Perbedaan yang dikarenakan suatu keadaan Yang kadang menghuninya rasa kekecewaan Bagai jatuh dalam lubang penderitaan Perbedaan yang tercipta bukan untuk berselisih Bukan pula untuk membuat jiwa-jiwa tersisih Namun untuk menciptakan hidup penuh kasih Agar satu sama lain tidak menjadikan risih Perbedaan yang ada mesti disikapi dengan bijak Agar tak pernah ada rasa diri kita sudah dibajak Tak pernah pula harga diri merasa terinjak Senantiasa ringan langkah kaki kemanapun berpijak (20 Januari 2012)

KARUNIA ILLAHIY

Tak kan habis karunia Allah Setiap saat senantiasa berlimpah Kepada seisi alam terus tercurah Mengisi setiap ruang dan celah Karunia Allah tidaklah terbatas Setiap saat dia datang melintas Upayakan meraihnya dengan tuntas Agar menikmatinya dengan pantas Namun seringkali kita ingkar Dibuatnya hidup ini menjadi sukar Hingga tak malu berbuat makar Seolah rela diri nanti terbakar Hiasilah rasa jiwa dengan dzikir Niscaya diri jauh dari kikir Dan lapangkan diri tuk berfikir Jangan luangkan jiwa dekati fakir Kerahkan segala upaya Dengan tenaga dan yang kita punya Jangan bilang jika diri tak berdaya Agar diri lepas dari aniaya (18 Januari 2012)

KARENA CINTA

Karena cinta….. Aku pernah jadi setitik tangis Tangis yang membuat hatiku teriris Berderai bagai air hujan gerimis Dan tak bisa aku mengelak menangkis Karena cinta….. Aku pernah jadi sebuah senyum Senyum yang merekah sedikit dikulum Sering mekar walau tak bergema tak berdentum Menebarkan aroma wangi nan harum Karena cinta…. Aku pernah jadi cerita Cerita penuh rasa suka cita Kadang terselip rasa menderita Namun aku tak biarkan jiwaku meronta Karena cinta….. Aku pernah menjadi api Yang membakar hati basahlah pipi Namun kutepiskan agar semuanya bertepi Agar aku tak lagi dilanda sepi Karena cinta….. Aku pernah merasa bahagia Hari-hariku menjadi cerah ceria Yang kulakikan rasanya tak sia-sia Aku tahu ini adalah sebuah karunia (17 Januari 2012)

PADA SEBUAH HATI

Pada sebuah hati cinta ini kan kusemai Agar jiwa ini terasa tenteram dan damai Dan terlenalah jiwa ini dipeluk dibelai Pada sebuah hati rindu ini kan kutanam Akan kutanam dalam jiwaku dalam-dalam Tak mengapa walau harus dalam jiwa terbenam Pada sebuah hati kasih ini kan kupupuk Kusiram kusiangi agar tak layu tak lapuk Tak kan kusam walau tertindih tertumpuk (17 Januari 2012)

DUHAI KASIH

Duhai Kasih sang pemilik isi dunia Limpahkanlah kepada kami semua karunia Karunia yang senantiasa menjadikan kami mulia Dan akhirnya kami mereguk nikmar bahagia Duhai Kasih sang Maha Pengatur Jangan biarkan iman kami menjadi luntur Bimbinglah kami agar senantiasa hidup teratur Hingga kami tak lupa kepadaMU untuk bersyukur Duhai Kasih sang pemberi nikmat Biarkanlah iman didadaku senantiasa tersemat Agar hidupku senantiasa dilimpahi olehMU rahmat Dan akhirnya di dunia dan akhirat aku selamat Duhai Kasih sang pemilik ruh Hiasilah wajahku dengan cahayaMU agar tak keruh Kuyakin dengan cahayaMU tersimpan pengaruh Karena cahayaMU iman didadaku bergemuruh Duhai Kasih sang pemilik hati Jika kelak aku berhadapan dengan sang mati Aku ingin sakitku nanti tidaklah berarti Kemudian dengan bahagia semuanya akan berganti (16 Januari 2012)

SONGSONG PAGI DENGAN PENUH HARAP

Ketika semuanya terasa gelap Jangan pernah putus tuk berharap Karena gelap datangnya hanya sekejap Setelah itu ia akan berganti penuh gemerlap Maka bangkitlah dengan penuh semangat Tak mengapa kita sedikit dihadang penat Karena akhirnya kan meraup nikmat Nikmat dari hasil cucuran keringat Ayo... mari kita segera bangkit Agar terbebas dari segala penyakit Dan tak tagi hidup ini dirasa sulit Karena kita bisa menghindar dan berkelit (16 JANUARI 2012)    

PULIH

Kutelusuri jalan penuh harapan Menghirup warna aroma kehidupan Kusibak kusingkap aura kegelapan Kasih-MU lalu berhambur dalam dekapan Senyum mengembang mempesona Tanpa suara namun membahana Tak salah alam terbuai terpana Meresap dalam kalbu hingga terlena Hilanglah kini rasa sesak dalam dada Rasa nyeri berangsur mereda Melebur dalam gelak tawa dan canda Langkahpun kembali berirama penuh nada  (15 Januari 2012)

SEKEJAP SAJA

Dan kini kasihmu telah lenyap Namun rasaku tidaklah senyap Mungkin sudah suratan hadirmu sekejap Jangan khawatir aku tak akan meratap Meski semuanya tak pernah kau ungkap Namun dengan mudah dan jelas telah terungkap Karena tak sengaja dia terbuka tersingkap Biarlah kini rasa KasihNYA yang akan kudekap Dan kini kubiarkan suara hatiku berbisik lirih Kualunkan penuh irama agar tak terdengar perih Karena tak ingin kudengar tangisan pilu nan sedih Yang menyayat hati menyimpah rasa pedih (15 Januari 2012)

KEKUATAN CINTA

Cinta mampu mencairkan suasana hati yang beku Bagai mentari yang bisa mencairkan gunung salju Karena hangatnya cinta kasih dapat dibujuk dirayu Cinta mampu meleburkan perasaan galau Hingga tak ada lagi berselubung rasa risau Karena tulusnya cinta kasih membuat terpukau Cinta mampu meredamkan nafsu amarah Tanpa sedikitpun mengalirkan darah Karena buaian cinta kasih yang tercurah Cinta mampu menepiskan segala keraguan Hingga dapat mencapai maksud dan tujuan Karena alunan cinta kasih penuh kerinduan Cinta mampu menyatukan banyak perbedaan Tanpa sedikitpun mempermasalahkan keadaan Karena sentuhan cinta kasih menyatukan perasaan  (14 Januari 2012)

PESONA CINTA

Cinta menjadi misteri yang sulit dimengerti Terjadi jika kita tidak bisa bertindak hati-hati Cinta membawa kebahagiaan yang terpancar dalam diri Meski terkadang cinta juga membawa rasa nyeri Namun jangan pernah salahkan cinta jika kita menderita Derita mendera karena telah tertanam dalam cinta satu dusta Karena dusta pada akhirnya cinta jadi sengsara merana Yang menyebabkan diri menjadi terperosok dalam ruang hina Maka perlakukanlah cinta dengan cara yang bijaksana Agar semburat cinta pancarkan kasih yang mempesona Pesona yang memukau diri bagai dibuai alunan irama Irama yang senantiasa mengalun bergaung dan bergema (14 Januari 2012)

MENJEMPUT IMPIAN

Impian jiwa itu telah ku kubur Semuannya telah kularung kulebur Bersama ombak yang berdebur Kini kan ku jemput impian baru Impian yang telah lama kusebut kuseru Namun terhalang salah dan keliru Dan telah tiba waktunya kusambut impian Impian yang kan menenggelamkan kesepian Dan tak akan pernah bertepian Walau semua tak sesuai dengan rencana Namun ini begitu indah mempesona Pesona yang membawa nafas bijaksana Impian, hadirmu merubah suasana Membuat rasa diri terpesona terpana Lelah tak kurasa setelah lama berkelana Lelah jiwa hilang sirna dalam sesaat Jiwa yang lemahpun kembali bugar dan kuat Terimakasih Rabb Engkau telah turunkan Rahmat Kan kujaga setiap saat RahmatMU yang tak ternilai Biar dia bersemi senantiasa dengan kasih yang kusemai Kupupuk dengan cinta kasih dan senyum penuh damai (14 Januari 2012)

RASA YANG MEMBUAT SENGSARA

Merasuk dalam kalbu rasa cemburu Cemburu yang tiba-tiba datang menyeru Melesak ke dalam dada bagai sebuah peluru Menyebabkan rasa tiada menentu di segala penjuru Menggelitik dalam jiwar rasa iri Tak tahu darimana tiba-tiba dia datang menghampiri Kuhibur diri sgar rasa itu dalam hati tak menari-nari Dan tak berlama-lama rasa itu mengusik diri Menyelinap hadir dalam kalbu sebuah prasangka Prasangka buruk yang tiba-tiba datang menyeka Lalu kutepis karena takut menimbulkan luka Dan khawatir menyebabkan sebuah petaka (25 November 2012)

KISAH BUNGA DAN KUMBANG

Kumbang Bunga... Mekarlah Engkau Di Taman Hati Jangan Pernah Layu Apalagi Sampai Harus Mati Karena Engkau Bagiku Sangatlah Berarti Engkau Adalah Lambang Cinta Sejati  Bunga Kumbang... Bila Kau Ingin Menghisap Aku Punya Madu Hisaplah Sepuasmu Namun Jangan Sampai Membuat Aku Layu Apalagi Membuat Aku Pilu Dengan Sejuta Rasa Sendu Buatlah Aku Senantiasa Berharap Kehadiranmu Penuh Rindu Kumbang Bunga... Jangan Pernah Sedikitpun Kepadaku Engkau Sanksi Cintaku Kepadamu Bukan Hanya Sekedar Basa Basi Bukan Pula Sekedar Memuaskan Nafsu Yang Penuh Ambisi Namun Cintaku Cinya Yang Tulus Dan Suci Dari Emosi Bunga Kumbang... Apakah Semuanya Bisa Kupercaya Benar Cintamu Tak Kan Membuatku Terjebak Dalam Bahaya Sungguh Aku Tak Ingin Karena Cintamu Aku Terpedaya Aku Tak Mau Karena Cinta Tersakiti Dan Teraniaya  Kumbang  Bunga... Jangan Pernah Kau Sanksikan Aku Punya Cinta Cintaku Kepadamu Sungguh Tak Akan Membuatmu Menderita Aku Tak In...

JALAN HIDUPKU

Jalan Hidupku Begitu Berliku Lagi Terjal Dipenuhi Dengan Masalah-Masalah Hingga Berjejal  Sering Dalam Benakku Hadir Mengganjal Jalan Hidupku Senantiasa Dihiasi Berbagai Masalah Masalah Yang Datang Silih Berganti Tanpa Lelah Hingga Raga Ini Merasa Terbagi Terbelah  Jalan Yang Kulalui Penuh Batu-Batu Yang Tajam Sepertinya Hendak Menancap Menghujam Hingga Terasa Dalam Dadaku Perih Merejam  Jalan Hidupku Penuh Onak dan Berduri Hingga Terasa Begitu Perih Dan Nyeri Namun aku Tetap Harus Tampakan wajah Berseri  Jalanku Terlihat Diselubungi Kabut Mendung Seringkali Aku Jatuh Dan Tersandung Namun Aku Mencoba Untuk Bersenandung  Jalanku Samar-Samar Karena Gelap Pekat Hingga Dengan Tipu Daya Sempat Terpikat  Untung Segera Tersadar Dalam Waktu Singkat Jalanku Sering Kurasakan dilamun Ombak Hingga Sering Jalannya Susah Untuk Kutebak Kumohon Kepada Yang Kuasa Agar Dapat Kusibak  (13 Januari 2012) 

DUHAI PIKIRANKU

Duhai Pikiranku Ada Apa Denganmu Selalu Saja Salah Apa Mungkin Hari Ini Engkau Begitu Sangat Lelah Atau Karena Terlalu Banyak Menghadapi Masalah Jika Engkau Lelah Kini Engkau Beristirahatlah Duhai Pikiranku Mengapa Engkau Sepertinya Mumet Padahal Hari Ini Tak Ada Persoalan Yang Njelimet Apa Karena Aku Telah Membuatmu Sedikit Ribet Kan Kutarik Nafasku Dalam-Dalam Agar Hilang Rasa Ruwet  Duhai Pikiranku Apa Yang Membuatmu Menjadi Hampa Didiamkan sebentar Saja Engkau Terserang Lupa Apa Karena Diseberang Sana Engkau Mencium Bau Dupa Atau Karena Terlalu Banyak Persoalan Yang Menimpa   Duhai Pikiranku Maafkan Aku Telah Membuatmu Sengsara Tak Ada Niatku Sedikitpun Menjebakmu Dalam Duka Lara Bangkitlah Duhai Pikiranku Agar Engkau Tak Terpenjara Aku Berjanji Tak Akan Lagi Kepadamu Duka Lara Mendera  Janjiku Tak Kan Lagi Penuhi Engkau Dengan Pikiran Yang Tak Berguna Aku Juga Takut Pikiran Yang Tak Berguna Akan Membuatku Tehina Dan Akhirnya bagaikan Aku Memben...

RINDU

  Rindu Yang Kini Bersarang Iramanya Belum Berkurang Mendesak Bahkan Menyerang Ibarat Bertarung Di Medan Perang  Rindu Di Dada Membuatku Sesak Dia Datang Seolah Mendesak Namun Serasa Tak Hendak Melesak Melekat Seolah Dipasung Dipasak Rindu Ini Ingin Segera Kutuai Doapun Telah Usai Kuuntai Namun Darimana Harus Kumulai Agar Dia Dapat Indah Terurai  Rinduku Tak Kan Habis Terbuang Walau Nanti Telah Habis terbuang Masih tersimpan Dalam Banyak Ruang Ruang Yang Kudapat Dengan Berjuang  Rindu Dalam Dada Kini Bergejolak Datangnya Tak Bisa Kutolak  Rasa Inipun Tak Bisa Mengelak Biarlah Bersarang Hingga Nanti Kelak  Untaian Doa Mengalir Syahdu Bergulir Penuh Nada Rindu Berharap Semanis Madu Hingga Sirna Rasa Sendu  Terucap Syukur Dalam Dada Irama Rinduku Masih Bernada Diwarnai Dengan Tawa Canda Dan Berharap Tak Akan Reda (11 Januari 2012) 

MASIH SAJA

Masih Saja Ijinkan Sang Waktu Pada Kemalasan Begitu Terlihat Penuh Dengan Ketulusan Tak Tahukah Bahwa Itu Adalah Keculasan Keculasan Pada Diri Menghilangkan Keikhlasan Masih Saja Ijinkan Diri Berpangku Tangan Apa Diri Sudah Tak Punya lagi Pegangan  Atau Merelakan Diri Kita Akan Banyak Kehilangan Kehilangan Kesempatan Yang Menghasilkan Kelmalangan Masih Saja Ijinkan Diri Tak Beranjak Bergeming Tak Peduli nanti Hati Hancur Berkeping-Keping Karena Kemiskinan Menghampiri Diri Tuk Bersanding Kalau sudah Terjadi Siapa Nanti Yang Kan Dituding (11 Januari 2012)

CINTA DIHATIKU

Cinta Dihatiku Diwarnai Banyak debat Bayang-Bayang Galau Selalu Saja Berkelebat Bagaimana Bisa Akhirnya Cintaku Akan Tertambat Sedang Nafas Cintaku Kini Nyaris atersumbat  Cinta Dihatiku Bukanlah Sebuah Sandiwara Tumbuh Dihatiku Bukan Untuk Sementara Bukan Pula Hanya sekedar Pura-pura Tapi Mengapa karena Cinta Aku Menanggung Lara Cinta Dihatiku Kini Kembali Tumbuh Debar Di Dada Karena Cinta Bertalu Bertabuh Kemanakah Akhirnya Cinta Akan Berlabuh Aku Takut Dia Akan Jatuh Rubuh   (10 Januari 2012)

KISAH BAYI ABORSI

Ibu... Mengapa Aku Menjadi Begini Apa Aku Tak Boleh Melihat Indahnya Dunia Ini Apa Engkau Sanksi Hidup Ini Tak Bisa Kujalani Apa Engkau Sudah Tak Mau Aku Temani  Ibu... Mengapa Tak Kau Ijinkan Aku Terlahir Ke Dunia Bukankah Aku Ini Bagimu Sebuah Karunia Takutlah Ibu Karena Aku Membuatmu Tak Bahagia Takutlah Ibu Karena Aku Akan Terbongkar Satu Rahasia  Ibu... Mengapa Engkau Biarkan Aku Pergi Berlalu Apa Aku Bagimu Adalah Sebuah Benalu Apa Ibu Takut Aku Akan Membuat Dirimu Malu Atau Ibu Tak Ingin Bersamaku Mengingat Masa Malu  Ibu... Apakah Ibu Takut Aku Akan Menjadi Beban Apa Karena Aku Ini Beban Berat Yang Kau Embun Apa Takut Karena Aku Rambutmu Akan Cepat Beruban Hingga Teganya Ibu Buat Aku Menjadi Korban  Ibu... Apakah Ibu Tak Ingin Melihatku Dewasa Hingga kau Biarkan Aku Menjadi Binasa Tak Ingatkah Ibu bahwa Itu Adalah Suatu Dosa  Karena Ibu Telah Menolak Rahmat Yang Maha Kuasa (12 Januari 2012)  

BUKAN AKU TAK INGIN

Bukan Aku Tak Ingin Bukan Pula Aku Tak Hendak Karena Aku Tak Ingin lagi Diperbudak Kecuali Beban Yang Kini Sudak Dan Sedang Kupundak Karena Aku Takut Nanti Salah Dalam Bertindak  Bukan Aku Tak Niat Bukan Pula Aku Tak Minat Bukan Jua Karena Aku Mengabaikan Amanat Bukan Pula Aku Sedang Berkhianat  Namun Kini Aku Sedang Diserang Rasa Penat  Bukan Aku Bosan Bukan Pula Aku Jemu Untuk Semangat Meraih Menimba Ilmu Namun Aku Rasa Semuanya Seperti Semu Mungkin Dengan Rasa Cinta Aku Belum Bertemu  Bukan Aku Pasrah Bukan Pula Aku Menyerah Aku Merasa Luka Didadaku Semakin Parah Sakit Sekali Walau Tak Mengeluarkan Darah Nyeri Dalam Dadaku Serasa Habis Terjarah  Bukan Aku Ceroboh Bukan Pula Aku Lalai Aku Sedang tak Tahu apa Yang Akan Kucapai Sepertinya Tak Bisa Kini Anganku Kugapai Mungkin Kurang Berdoa Ketika Semuanya Kumulai  (09 Januari 2012)