Langsung ke konten utama

Kisah Pengamen Jalanan


Ini kisah tentang seorang pengamen jalanan
Nyaris sering dia tanggalkan kesopanan
Walau dia tahu banyak orang tak berkenan

Gitar tua nyaris bagai rongsokan dia jadikan teman
Tiada peduli berbau dan banyak virus juga kuman
Dia nyanyikan lagu tanpa ragu dan malu bak seniman

Dia bukan sedang pertontonkan kebolehan
Namun berharap pamrih walau sekedar recehan
Tak peduli diiringi sejumput ocehan

Sering kita merasa iba dan kasihan
Namun kini lebih sering keluarkan keluhan
Karena sikap mereka yang kurang sentuhan

Mungkin karena kehidupan yang keras
Dan mengingat nasib yang belum jelas
Hingga yang bisa dilakukan hanya memelas
(10 Oktober 2011)

Komentar

  1. siippp...
    acilsalah satu pengamen,
    tp tak pernah memelas teh,,

    BalasHapus
  2. Hahahhahahha...... Acil mah sok ngarang ae.....
    Lagian, apapun pekerjaan kita.... tak boleh kita memelas..... bisa berkurang pahala dari Allah..... hehehheheh..........:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUNIA AKAN BERAKHIR

Hari pasti kan berganti Walau perlahan tapi pasti Mungkin esok lusa atau nanti Kita semua akan mati Sudahkah kita semua siap Atau masih saja terlelap Dengan dunia yang gemerlap Padahal sudah tahu Cuma sekejap Masih saja kita semuanya terlena Dengan dunia yang penuh pesona Padahal sudah tahu sifatnya fana Tak peduli diakhirat kelak merana Walau tahu hidup ini tidak kekal Namun kita masih belum punya bekal Imanpun masih saja dangkal Tapi masih saja berbuat nakal Wakau diri sudah uzur Dekat dengan liang kubur Masih saja ujub takabur Selalu lupa untuk bersyukur Mari kita segera taubat Ajak seluruh kerabat Dan juga semua sahabat Sebelum nanti terlambat (15 mei 2011)

HIDUP PASTI KAN BERUBAH

Hidup yang kita tempuh pasti akan bisa berubah Tentunya kita mesti jalaninya dengan penuh tabah Dan kepada Allah kita hanya datang tuk menyembah Untuk bisa berubah hadapi hidup jangan pernah malas Jangan sampai kita mengeluh apalagi selalu  memelas Tapi jalani semuanya dengan penuh tawakkal dan ikhlas Untuk bisa dapat berubah gunakan akal kita untuk berfikir Berbagi dengan sesama yang membutuhkan jangan kikir Jangan lupa setiap saat kepada Allah hendaknya berdzikir Allah telah menetapkan rezeki bagi kita. Tak mungkin tertukar Karena rezeki bagi masing-masing manusia telah ditakar Maka dari itu kepada Allah kita jangan lupa apalagi ingkar (10 Mei 2011)

WAHAI DIRI XX

Wahai diri sudahkah hari ini engkau bersedekah Tahukah dengan bersedekah rezeki kita akan berkah Akan hilang pula dalam diri kita sifat serakah Dengan bersedekah maka nikmatpun akan bertambah Wahai diri jangan takut dengan sedekah harta akan berkurang Dengan bersedekah hidup kita akan bersinar terang benderang Nikmatnya akan terasa di hari akhirat nanti juga sekarang Nikmatnya akan bertambah jika dalam dada iman bersarang Wahai diri bersedekahlah selagi ada orang yang mau menerima Kare suatu saat orang-orangpun akan berlomba ingin berderma Namun jangan lupa bersedekah yang ikhlas dari relung sukma Agar apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia dan percuma (04 April 2012)