Langsung ke konten utama

DETIK-DETIK KEMATIAN


Tubuhnya lemah tergolek tiada berdaya
Tiada terlihat dia seorang yang kaya raya
Kini dia sudah tak terlihat lagi berjaya
Bergerakpun karena orang lain yang berupaya

Wajahnya pucat bagai tak berdarah
Nampaknya dia sedang sakit parah
Dia hanya bisa terbaring dengan pasrah
Memohon pertolongan sang Maha Pemurah

Terlihat dipelupuk matanya airmatanya menggenang
Airmata disekelilingnyapun ikut berlinang
Seolah akan ditinggal menuju medan perang
Kalimat talkin dibisikkan dengan nada tenang

Sesekali terdengar dia teriak menjerit
Sepertinya tak kuat menahan rasa sakit
Namun tak bisa dia berontak apalagi berkelit
Mulutnya bergerak pelan komat-kamit

Ditemani wajah-wajah berona sedih
Ayat-ayat suci dilantunkan berharap cepat pulih
Namun dia terdengar meraung merintih
Seolah menahan rasa sakit yang teramat perih

Nafasnya terdengar meraung memburu
Bagai bunyi mesin yang menderu
Sakitnya bagai terkena hujaman peluru
Melihatnya ada sedikit rasa haru

Berkata-katapun terlihat sangat sulit
Terdengar sangat berbelit-belit
Mungkin sakaratul maut datang membelit
Dalam tubuhnya tengah mengekang dan melilit 

Tubuhnya nampak pucat dingin dan kaku
Tak dapat bergerak sepertinya telah membeku
Wajah-wajah dingin hanya mampu diam terpaku
Yakinlah sakaratul maut sedang berlaku

Malaikat maut telah benar-benar datang mengendus
Terdengar darinya nafas terakhirnya berhembus
Rupanya nyawa dari raganya telah terputus
Dan rupanya dari ujian hidup dia telah lulus
(03 Maret 2012)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUNIA AKAN BERAKHIR

Hari pasti kan berganti Walau perlahan tapi pasti Mungkin esok lusa atau nanti Kita semua akan mati Sudahkah kita semua siap Atau masih saja terlelap Dengan dunia yang gemerlap Padahal sudah tahu Cuma sekejap Masih saja kita semuanya terlena Dengan dunia yang penuh pesona Padahal sudah tahu sifatnya fana Tak peduli diakhirat kelak merana Walau tahu hidup ini tidak kekal Namun kita masih belum punya bekal Imanpun masih saja dangkal Tapi masih saja berbuat nakal Wakau diri sudah uzur Dekat dengan liang kubur Masih saja ujub takabur Selalu lupa untuk bersyukur Mari kita segera taubat Ajak seluruh kerabat Dan juga semua sahabat Sebelum nanti terlambat (15 mei 2011)

HIDUP PASTI KAN BERUBAH

Hidup yang kita tempuh pasti akan bisa berubah Tentunya kita mesti jalaninya dengan penuh tabah Dan kepada Allah kita hanya datang tuk menyembah Untuk bisa berubah hadapi hidup jangan pernah malas Jangan sampai kita mengeluh apalagi selalu  memelas Tapi jalani semuanya dengan penuh tawakkal dan ikhlas Untuk bisa dapat berubah gunakan akal kita untuk berfikir Berbagi dengan sesama yang membutuhkan jangan kikir Jangan lupa setiap saat kepada Allah hendaknya berdzikir Allah telah menetapkan rezeki bagi kita. Tak mungkin tertukar Karena rezeki bagi masing-masing manusia telah ditakar Maka dari itu kepada Allah kita jangan lupa apalagi ingkar (10 Mei 2011)

WAHAI DIRI XX

Wahai diri sudahkah hari ini engkau bersedekah Tahukah dengan bersedekah rezeki kita akan berkah Akan hilang pula dalam diri kita sifat serakah Dengan bersedekah maka nikmatpun akan bertambah Wahai diri jangan takut dengan sedekah harta akan berkurang Dengan bersedekah hidup kita akan bersinar terang benderang Nikmatnya akan terasa di hari akhirat nanti juga sekarang Nikmatnya akan bertambah jika dalam dada iman bersarang Wahai diri bersedekahlah selagi ada orang yang mau menerima Kare suatu saat orang-orangpun akan berlomba ingin berderma Namun jangan lupa bersedekah yang ikhlas dari relung sukma Agar apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia dan percuma (04 April 2012)