Langsung ke konten utama

MIMPIKU SEMALAM


Dan pada suatu malam
Saat aku duduk terdiam
Tiba-tiba angin kencang berhembus
Akupun limbung lalu gelap bagai terbius

Sesaat tubuku rasa terguncang
Mungkin hembusan anging yang kencang
Tubuhku terguncang hebat lalu terkapar
Dan disuatu bukit aku terdampar

Aku bertanya dalam hati dimanakah ini gerangan
Dan tiba-tiba dating sesosok tubuh dalam bayangan
Lalu membawaku ke suatu lembah
Dengan keringat dingin tubuhku bersimbah

Di tepi lembah itu jiwaku tersentak
Kulihat tubuh-tubuh manusia luluh lantak
Lalu sekilas utuh segar bugar
Aku menggigil berusaha untuk tegar

Lalu kudengar jeritan yang sangat pilu
Membuatku ingin segera berlalu
Kulihat tubuh-tubuh itu berdarah dan berurai air mata
Sepertinya mereka sangat menderita

Kutanya pada bayangan itu apa yang terjadi dengan mereka
Menjawab bayangan itu, mereka itu orang-orang yang durhaka
Mereka sedang menerima balasan amalnya di dunia
Ketika di dunia mereka mengerjakan amal buruk dan sia-sia

Lalu secepat kilat aku dibawanya pindah
Dibawanya aku ke suatu tempat yang sangat indah
Tempat yang sebelumnya tak pernah kulihat
Tempat yang nyaman untuk kita beristirahat

Kulihat sungai-sungai mengalir beraroma sejuk
Ingin aku menikmatinya setengah merajuk
Namun aku lalu dibawanya ke lain tempat
Ke tempat yang membuatku hampir melompat

Kulihat suasana penuh suka cita
Tak terlihat sedikitpun mereka menderita
Wajah-wajah sumringah berseri-seri
Mereka membuatku sangat iri

Mereka sangat riang penuh canda dan tawa
Tak terlihat sedikitpun wajah-wajah kecewa
Sungguh mereka bahagia tiada terkira
Kudengar suara kebahagiaan mereka bukan untuk sementara

Mengapa mereka bisa sebahagia itu
Karena mereka tak pernah menyia-nyiakan waktu
Bayangan itu menjawab semua pertanyaanku
Jika kamu mau bisa saja semua kepadamu berlaku

Bayangan itu lalu mengantarkanku kembali
Dalam perjalanan diingatkan aku berkali-kali
Jagalah senantiasa lisan dan farji
Dengan keduanya engkau harus tahan uji

Jaga waktumu dalam berucap dan bershalawat
Jangan sampai waktu shalatmu terlewat
Bagimu kini belumlah terlambat
Datang kepadaNYA untuk bertaubat

Lalu aku tersadar dan terjaga
Terasa ringan seluruh jiwa dan raga
Dan mengingat apa yang sudah terjadi pada diri
Mungkinkah ini jawaban yang selama ini kucari

Lalu aku beranjak mengambil air wudlu
Ku kan bersimpuh kepadaNYA dengan rasa tawadlu
Duhai Rabb… jagalah diri hamba senantiasa
Jangan biarkan diri hamba menjadi binasa

Duhai Rabb… jaga senantiasa diri hamba
Senantiasa tahan dengan goda dan coba
Jangan sampai hamba berpaling ke jalan yang sesat
Karena hamba tak tahan dengan siksaMU yang Maha dahsyat

Duhai Rabb… berikan hamba senantiasa kekuatan
Kekuatan untuk melawan segala kemaksiatan
Hamba tak ingin tergilas oleh megahnya jaman
Yang bisa meruntuhkan kekuatan iman
(26 Pebruari 2012)










Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUNIA AKAN BERAKHIR

Hari pasti kan berganti Walau perlahan tapi pasti Mungkin esok lusa atau nanti Kita semua akan mati Sudahkah kita semua siap Atau masih saja terlelap Dengan dunia yang gemerlap Padahal sudah tahu Cuma sekejap Masih saja kita semuanya terlena Dengan dunia yang penuh pesona Padahal sudah tahu sifatnya fana Tak peduli diakhirat kelak merana Walau tahu hidup ini tidak kekal Namun kita masih belum punya bekal Imanpun masih saja dangkal Tapi masih saja berbuat nakal Wakau diri sudah uzur Dekat dengan liang kubur Masih saja ujub takabur Selalu lupa untuk bersyukur Mari kita segera taubat Ajak seluruh kerabat Dan juga semua sahabat Sebelum nanti terlambat (15 mei 2011)

HIDUP PASTI KAN BERUBAH

Hidup yang kita tempuh pasti akan bisa berubah Tentunya kita mesti jalaninya dengan penuh tabah Dan kepada Allah kita hanya datang tuk menyembah Untuk bisa berubah hadapi hidup jangan pernah malas Jangan sampai kita mengeluh apalagi selalu  memelas Tapi jalani semuanya dengan penuh tawakkal dan ikhlas Untuk bisa dapat berubah gunakan akal kita untuk berfikir Berbagi dengan sesama yang membutuhkan jangan kikir Jangan lupa setiap saat kepada Allah hendaknya berdzikir Allah telah menetapkan rezeki bagi kita. Tak mungkin tertukar Karena rezeki bagi masing-masing manusia telah ditakar Maka dari itu kepada Allah kita jangan lupa apalagi ingkar (10 Mei 2011)

WAHAI DIRI XX

Wahai diri sudahkah hari ini engkau bersedekah Tahukah dengan bersedekah rezeki kita akan berkah Akan hilang pula dalam diri kita sifat serakah Dengan bersedekah maka nikmatpun akan bertambah Wahai diri jangan takut dengan sedekah harta akan berkurang Dengan bersedekah hidup kita akan bersinar terang benderang Nikmatnya akan terasa di hari akhirat nanti juga sekarang Nikmatnya akan bertambah jika dalam dada iman bersarang Wahai diri bersedekahlah selagi ada orang yang mau menerima Kare suatu saat orang-orangpun akan berlomba ingin berderma Namun jangan lupa bersedekah yang ikhlas dari relung sukma Agar apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia dan percuma (04 April 2012)