Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Ketika Cinta

Ketika cinta berselimut keraguan Suasana hening dalam kebisuan Hati meradang diterjang kepiluan Ketika cinta berakar kebencian niscaya kan menuai suatu cacian yang akhirnya kan menodai kesucian Ketika cinta mulai terhempas Hati pedih bagai terkelupas Nyawa dari raga seakan terlepas Ketika cinta mulai tak bernyawa Terselip dalam jiwa rasa kecewa Hilang sudah canda dan tawa Ketika cinta mulai terlihat rapuh Tak tahu lagi apa yang harus ditempuh Hanya kepadaNYA bersujud bersimpuh (24 September 2011)

Perhiasan Dunia

Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia Semua itu adalah pemberian Allah sebagai karunia Dan Allah berikan kepada seluruh manusia Jaga dan rawat agar semuanya tidak sia-sia Allah curahkan berkah kepada manusia tanpa pilih kasih Namun seringkali manusia lupa untuk berterimakasih Selalu saja manusia merasa terkucil dan tersisih hal itu karena manusia tidak memiliki hati yang bersih Karena harta sering membuat kita bahagia dan kecewa Karena anak sering membuat kita menangis dan tertawa Sering juga karena harta dan anak kita menjadi istimewa Tanpa kita sadari harta dan anak kelak akan mendakwa (22 September 2011)

Bangkitlah Wahai Jiwa...!!!!

Wahai jiwa…. Terlihat engkau begitu gerah Nampak dari wajahmu yang tak bergairah Mungkin kepadaNYA engkau kurang berserah Padahal kasih sayangNYA kepadamu selalu tercurah Wahai jiwa…. Terlihat engkau begitu penat Sepertinya hidupmu tak lagi penuh minat Seakan gairah jiwamu putus tersunat Bangunlah jiwa agar tak dirasuki syaitan laknat Wahai jiwa,,,, jika ada yang belum engkau capai Segeralah dengan semangat engkau gapai Lupakan sejenak air matamu yang berderai Berdo’a kepadaNYA jangan sampai alpa dan lalai Wahai jiwa…. jangan biarkan semangatmu kendur Maju terus melaju ke depan pantang untuk mundur Nasihat-nasihat orang bijak sesekali engkau sadur Agar jiwamu tak selamanya lelap dalam tidur Wahai jiwa…. Bangkitlah songsong masa depan Didepan sana luas terbentang berjuta harapan Terbenam di dalam bumi untukmu masih tersimpan Galilah dengan upaya dan do’amu sebagai umpan (15 September 2011)

Hatiku.... Kini Engkau Merdu Bersenandung

Hatiku… kini terasa pegal Ini terasa sangat janggal Oh…. Mungkinkah aku telah gagal ? Hatiku… kini engkau harus segera kupijat Agar ambisi segera bisa engkau panjat Biar terlepas dari segala macam hujat Hatiku… telah kupijat kubiarkan engkau melemas Agar hilang segala perasaan gundah dan cemas Kini kupersiapkan engkau tuk segera berkemas Hatiku… kemanakah gerangan engkau kan pergi ? Biar kusiapkan seribu macam strategi Untuk senantiasa dengan siapapun engkau berbagi Hatiku… bagaimana denganmu tentang cinta Kuharap engkau senantiasa penuh suka cita Karena aku tak ingin engkau terkungkung dalam derita Hatiku… Berhati-hatilah dalam memilih dan memilah Agar kelak engkau tak menemui jalan salah Walau pada akhirnya engkau nanti kalah Hatiku… jika engkau dilanda resah dan bingung Segeralah kepadaNYA engkau datang tuk berkunjung Sebelum rasa resahmu menggumpal menggunung Hatiku… jika engkau sakit segeralah pergi berobat Sebelum nanti s...

Dalam Damai Kucumbu Malam

Malam yang hening aku larut dalam bisu Merasakan jiwa yang letih terkurung lesu Membisu dimalam yang hening semakin larut Rasa galau belum jua sirna dan surut Walau perih belum jua mata terpejam Masih saja pandangan menembus tajam Ditemani suara jarum jam yang berdetak Terdengar sangat keras seperti hendak retak Kucoba tenggelamkan diri diperaduan Pejamkan mata dalam sudut kebisuan Agar cepat terhanyut dalam buai mimpi Temani tidurku agar hilang rasa sepi Meski sudah kucoba tuk segera terlena Namun masih saja pikiranku berkelana Berkali-kali do’a kupanjatkan pada Sang Khalik Tetap saja mataku masih mampu tuk mendelik Mungkin baiknya kuambil saja air wudlu Memohon do’a padaNYA dengan rasa tawadlu Agar hilang resah gelisah dalam kalbu Dan malam syahdu ini bisa damai kucumbu (14 September 2011)

Indah Cinta

Indah cinta membuai membelai sukma Melantunkan merdu sebuah irama Terukir dalam dada sebuah nama Dalam bayangan senantiasa menjelma Indah cinta menghadirkan senyuman Menebarkan pesona keharuman Harum aroma bagai kembang setaman Hingga menanggalkan sejenak rasa kesuraman Indah cinta mengalunkan sebuah tembang Terdengar merdu walau sedikit sumbang Sejenak hilang rasa khawatir dan bimbang Sesungging senyum di bibir mengembang Indah cinta tiada habis tuk digunjing Walau berita dunia sedang gonjang ganjing Tak membuat raga menjadi rungsing Senyum di bibir tetap indah menyungging Indah cinta membiaskan sejuta warna Rasa galau dalam jiwa sekejap sirna Karena indahnya begitu mempesona Hingga terasa damai dan tenteramlah suasana (14 September 2011)

Lepaskan Segera Kesombongan

Kesombongan kan mengalahkan kejujuran Mendekatkan diri kepada kekufuran Menjerumuskan diri pada ketakaburan Menghanyutkan diri dalam kehancuran Kesombongan yang bersemayam dalam diri Lambat laun kan membuat diri terasa nyeri Membuat jiwa lumpuh serta iman mati suri Sadarlah sebelum syaitan dihadapanmu riang menari Lepaskan segera rasa kesombongan Sebelum ajal menjemput di kerongkongan Mintalah segera kepadaNYA pertolongan Agar jiwamu tiada hampa kekosongan (14 September 2011)

Cintaku

Cintaku memang tak seputih melati Namun kuberikan dengan setulus hati Tulusnya kan kujaga hingga akhir nanti Bahkan sampai nanti aku mati Memang cintaku tak seindah pelangi Namun tahukah…? Cintaku harum mewangi Sinarnya berkilau indah menerangi Harumnya tak ada parfum yang menandingi Cintaku kan kubuat mekar sepanjang hari Walau tak diminta pasti kan kuberi Kuberikan dengan wajah penuh berseri Walau didalamnya sedikit tersimpan misteri Cintaku kan kujaga lalu kuberi kupupuk Tak kan kubiarkan dia menjadi lapuk Karena aku tak ingin cintaku terpuruk Kuingi cintaku senantiasa terlihat sejuk Cintaku bukan sekedar bujuk rayu Karna cintaku ta kan kubiarkan layu Walau dihempas amukan badai sang bayu Dia kan Nampak segar tak sedikitpun sayu (14 September 2011)

Saatnya Tuk Melepas Penat

Kini saatnya beranjak ke peraduan Melerai segala keletihan dan kelesuan Tak lupa sebelumnya kutunaikan seruan Seruan Allah yang telah jadi ketentuan Saatnya telah tiba tuk istirahat Biar raga yang penat kembali sehat Sehat dari segala bentuk niat jahat Dan senantiasa dalam dada iman terpahat Dalam rehatku kulepaskan dulu segala pikiran Pikiran yang menyita penglihatan dan pendengaran Yang kadang menyembunyikan suatu kebenaran Akhirnya menimbulkan suatu kekufuran Rabb… jagalah aku dikala hidup dan mati Hidup dan mati yang senantiasa menjaga hati Hari ini, esok juga sampai suatu hari nanti Tidak hanya baying-bayang namun semuanya pasti Rabb… ketika tengah malam nanti aku terjaga Kuharap imanku masih bersemayam dalam raga Agar kelak di akhirat nanti bahagia tiada terhingga Melenggang manja senyum manis di taman syurga Rabb…. Kini aku tiada ragu melepas penat J...

Kisah Wanita Tua Pencari Kayu Bakar

Panas mentari yang menyengat tak ia rasa Yang ia harapkan turunnya sebuah asa Tak henti ia memohon pada Yang Kuasa Agar ia bahagia di suatu masa Ia berjalan terhuyung tertatih Tanpa sedikitpun ia terdengar merintih Walau tapak kaki ia rasakan sangat perih Namun ia tak mengeluh walau raga telah letih Dia perhatikan tanah gunung kering yang terlantar Berharap ia dapatkan ranting sekedar kayu bakar Tuk menahan perutnya dari rasa haus dan lapar Tak terbersit dalam benaknya tuk berbuat maker Lalu dia tukar ranting itu dengan sebungkus nasi Agar perutnya yang lapar segera terisi Ia hidup sangat bersahaja tanpa ambisi Ia hanya berharap ridlo Allah sebagai misi Indah kemilau dunia dia tiada peduli Ia hanya berharap dapat melihat dengan jeli Mata dan pendengarannya tidak buta dan tuli Agar keimanannya kepada Allah tidak terbeli (12 September 2011)

Saatku Bersujud

S ejenak diri bersimpuh bersujud Dengan permohonan do’a yang kumaksud Dan kuenyahkan segala rasa hasud Dalam sujudku ku mohon ampun pada Allah Agar senantiasa hidupku penuh dengan berkah Dan rahmat serta karuniaNYA yang berlimpah Dalam sujudku berlinangan air mata Pertanda jiwa dalam suasana suka cita Karena dalam dadaku iman masih bertahta Rabb… aku memanglah sangat kecil Namun tak ingin hidupku terkucil Walau aku tinggal di daerah terpemcil Rabb… kuakui diri ini berlumur dosa Ampunilah Rabb…. Jangan sampai tersisa Karena kelak aku tak ingin tersiksa (11 September 2011)

Senja Menjemput Malam

Saat senja merah merona Nampak terlihat mempesona Menawan bagai sang primadona Senja pulang menjemput malam Mentaripun terlihat akan tenggelam Hingga muncul suasana kelam Namun bukan berarti hilang harapan Masih ada tersisa bias kehidupan Ini hanyalah sebiah ketetapan Malam temaram disinari bulan Terlihat bulan bergerak pelan Menerangi setiap sudut jalan Malampun semakin larut hening dan sunyi Terlihat bulan seperti hendak bersembunyi Sesekali terdengar satwa malam bernyanyi (10 September 2011)

Hidup Adalah Berjuang.....

Perjuangan hidup tak kan pernah berhenti Kecuali jika nanti kita mati Terbujur kaku di dalam peti Dari itu teruslah kita berjuang Selagi kita masih punya waktu luang Jangan sampai dia percuma terbuang Berjuang tuk dapatkan yang kita damba Jangan berhenti tuk senantiasa mencoba Walau harus jelajah hutan dan rimba Mari berjuang selagi kita mampu dan bisa Jangan tunggu sampai esok lusa Untuk menggapai sebongkah asa Jangan lupa tuk berdo’a kepada Allah Agar perjuangan kita penuh dengan berkah Mengalir rahmatNYA setiap kita melangkah (10 September 2011)

Elegi Cinta

Saat cintamu tak dapat lagi kusentuh Langit kurasa seakan hendak runtuh Jiwa raga tak lagi terasa utuh Kembali kini kesekian kali ku terjatuh Hatiku bagai tersayat teriris Bagai tertoreh tertusuk keris Inginnya hati teriak histeris Namun ingat akan takdir yang bergaris Saat cintamu tak lagi bersuara Tiada lagi rindu yang membara Kini berganti tangisan duka lara Bagai hidup dalam bilik penjara Hati perih bagai tersayat sembilu Meringis lirih menahan pilu Lidah kaku terasa sangat kelu Jantung berdegup seperti bertalu Bila cintamu bukan untukku lagi Dan sudah tak mau dirimu tuk berbagi Biarkanlah kini daku menjauh pergi Dengan membawa sebuah elegi (09 September 2011)

ENGKAU-lah Tempatku RABB...........

Rabb…. Engkaulah tempat bertahan ketika hendak menyerah Engkaulah tempat mengadu lalu berserah Rabb…. Engkaulah tempat memohon saat hilang tempat mengadu Engkaulah yang membuatku datang dengan penuh rindu Rabb…. Engkaulah tempat mengadu ketika semua orang menjauh Engkaulah yang membantu hilangkan segala rasa jenuh Rabb…. Engkaulah tempat untuk kembali bangkit Engkaulah yang menyembuhkanku dari segala penyakit Rabb…. Engkaulah tempat untuk senantiasa mengerti Engkaulah tempat saat tiada lagi yang bisa memberi arti (09 September 2011)

Cinta......Cinta.....

Cinta…… Dia datang tanpa kata Menghampiri tanpa diminta Cinta,,,,, Hadir dengan suka cita Pergi meninggalkan air mata Cinta….. Dia membawa satu cerita Mengabarkan banyak berita Cinta,,,,, Sering membuat mata menjadi buta Bila silau dengan harta dan tahta Cinta….. Dunia bisa menjadi gulita Bila dia berakhir dengan derita Cinta….. Mengalunkan sebuah gita Beirama dalam nada penuh genta Cinta….. Menjadikan hati ayu nan jelita Bila terbukti dalam wujud yang nyata (08 September 2011)

Jaga Hati, Pikiran Dan Jiwa

Mari sahabat hati, pikiran dan jiwa kita jaga Baik tengah terlena ataupun sedang terjaga Jangan biarkan dia karena rasa hitam berjelaga Agar dia terhindar dari lubang yang merongga Bebaskan hati, pikiran dan jiwa dari amarah Jangan karena emosi rasa damai terampas terjarah Karena kan membuat hidup menjadi gerah Berdo’a dan berusahalah, lalu kepadaNYA kita berserah Jangan biarkan hati, pikiran dan jiwa terluka Hanya ketidakpuasan yang menimbulkan prasangka Yang akan membuat diri hanyut dalam buaian duka Terbenam dalam siksa yang melahirkan sebuah petaka Jangan buat hati, pikiran dan jiwa tersiksa Karena bersemayam rasa salah dan dosa Segera mohon ampun pada yang Maha Kuasa Lakukan dengan ikhlas tanpa ada rasa terpaksa Lumuri hati, pikiran dan jiwa dengan dzikir Biar hidup terbebas dari sifar dengki dan kikir Agar hidup tak merasa asing dan tersingkir Senantiasa bahagia jauh dari rasa fakir (08 September 2011)

Songsong Hari Dengan Harapan Indah

Hidup ini memang tidaklah mudah Namun bukan berarti kita harus gundah Yakini bahwa hari esok terbentang indah Masa yang lalu biarkan berlalu sudah Jaga senantiasa hati, pikiran juga lidah Isi waktu demi waktu dengan ibadah Jangan pernah berpikir hati tuk berpindah Mari harapan kita kepadaNYA menadah Hadapkan hati dan jiwa tuk menengadah Biarkan rasa bersalah dalam hati menggeledah Luruskan permohonan do’a dengan merendah Yakin dan khusyu diatas hamparan sajadah Agar hidup penuh barokah dan mawaddah (07 September 2011)

Tak Ada Yang Berbeda

Masih ingatkah…? jika tak ada yang berbeda antara kita Apakah dia seorang miskin atau berlimpah harta Dia seorang laki-laki ataupun seorang wanita Dia dapat melihat jelas atau dia seorang yang buta Sungguh semuanya sama dihadapan Tuhan Bukan karena berdasarkan rasa kasihan Bukan pula karena tak ada lagi pilihan Namuh karena ibadah penuh dengan kesungguhan Allah tidak pernah membeda-bedakan makhluk Yang berada didaratan atau sekalipun di suatu teluk Dengan kasihNYA kita semua dijaga dan dipeluk Dengan janjiNYA yang pasti bukan janji muluk (05 September 2011)

Pelajaran Dari Pengemis Cacat

Sinar mentari yang panas menyengat Membuat badannya mandi keringat Dia menyapa dengan senyum hangat Pada setiap orang yang lewat Dia julurkan sebuah tempat yang tiada terawat Berharap orang yang lewat datang mendekat Melemparkan sekedar recehan tanpa mengumpat Itu sudah membuatnya terlihat nikmat Sesekali terlihat mengelus kakinya yang cacat Rebahkan badannya mungkin terasa penat Ditengoknya sesuatu yang membuatnya pucat Segera beranjak dengan sebuah tongkat Dia beranjak tergesa ke suatu tempat Rupanya dia hendak mengerjakan shalat Dia tidak lupa kewajibannya sebagai umat Semoga dia selalu mendapat berkah dan rahmat Akh hidup ini sungguh akan sangat nikmat Jika semua manusia ingat akan akhirat Di dunia selamat diakhiratpun selamat Mari sahabat dari sekarang kita luruskan niat (05 September 2011)