Langsung ke konten utama

Kisah Wanita Tua Pencari Kayu Bakar

Panas mentari yang menyengat tak ia rasa
Yang ia harapkan turunnya sebuah asa
Tak henti ia memohon pada Yang Kuasa
Agar ia bahagia di suatu masa

Ia berjalan terhuyung tertatih
Tanpa sedikitpun ia terdengar merintih
Walau tapak kaki ia rasakan sangat perih
Namun ia tak mengeluh walau raga telah letih


Dia perhatikan tanah gunung kering yang terlantar
Berharap ia dapatkan ranting sekedar kayu bakar
Tuk menahan perutnya dari rasa haus dan lapar
Tak terbersit dalam benaknya tuk berbuat maker

Lalu dia tukar ranting itu dengan sebungkus nasi
Agar perutnya yang lapar segera terisi
Ia hidup sangat bersahaja tanpa ambisi
Ia hanya berharap ridlo Allah sebagai misi

Indah kemilau dunia dia tiada peduli
Ia hanya berharap dapat melihat dengan jeli
Mata dan pendengarannya tidak buta dan tuli
Agar keimanannya kepada Allah tidak terbeli
(12 September 2011)

Komentar

  1. Potret wanita pinggiran yang hampir terlupakan. Nuansa religi begitu mengakar, kental dan mendalam. Pesan moral yang pantas untuk dijadikan pedoman bagi para wanita mapan yang goncang dengan lipahan materi.....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUNIA AKAN BERAKHIR

Hari pasti kan berganti Walau perlahan tapi pasti Mungkin esok lusa atau nanti Kita semua akan mati Sudahkah kita semua siap Atau masih saja terlelap Dengan dunia yang gemerlap Padahal sudah tahu Cuma sekejap Masih saja kita semuanya terlena Dengan dunia yang penuh pesona Padahal sudah tahu sifatnya fana Tak peduli diakhirat kelak merana Walau tahu hidup ini tidak kekal Namun kita masih belum punya bekal Imanpun masih saja dangkal Tapi masih saja berbuat nakal Wakau diri sudah uzur Dekat dengan liang kubur Masih saja ujub takabur Selalu lupa untuk bersyukur Mari kita segera taubat Ajak seluruh kerabat Dan juga semua sahabat Sebelum nanti terlambat (15 mei 2011)

HIDUP PASTI KAN BERUBAH

Hidup yang kita tempuh pasti akan bisa berubah Tentunya kita mesti jalaninya dengan penuh tabah Dan kepada Allah kita hanya datang tuk menyembah Untuk bisa berubah hadapi hidup jangan pernah malas Jangan sampai kita mengeluh apalagi selalu  memelas Tapi jalani semuanya dengan penuh tawakkal dan ikhlas Untuk bisa dapat berubah gunakan akal kita untuk berfikir Berbagi dengan sesama yang membutuhkan jangan kikir Jangan lupa setiap saat kepada Allah hendaknya berdzikir Allah telah menetapkan rezeki bagi kita. Tak mungkin tertukar Karena rezeki bagi masing-masing manusia telah ditakar Maka dari itu kepada Allah kita jangan lupa apalagi ingkar (10 Mei 2011)

WAHAI DIRI XX

Wahai diri sudahkah hari ini engkau bersedekah Tahukah dengan bersedekah rezeki kita akan berkah Akan hilang pula dalam diri kita sifat serakah Dengan bersedekah maka nikmatpun akan bertambah Wahai diri jangan takut dengan sedekah harta akan berkurang Dengan bersedekah hidup kita akan bersinar terang benderang Nikmatnya akan terasa di hari akhirat nanti juga sekarang Nikmatnya akan bertambah jika dalam dada iman bersarang Wahai diri bersedekahlah selagi ada orang yang mau menerima Kare suatu saat orang-orangpun akan berlomba ingin berderma Namun jangan lupa bersedekah yang ikhlas dari relung sukma Agar apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia dan percuma (04 April 2012)